Pengaruh Miras Dan Cekcok Soal Uang, Warga Pulorejo Bacok Leher Keponakan – SEKILAS MEDIA

Pengaruh Miras Dan Cekcok Soal Uang, Warga Pulorejo Bacok Leher Keponakan

Pengaruh Miras Dan Cekcok Soal Uang, Warga Pulorejo Bacok Leher Keponakan
Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan saat menggelar Pers release pelaku pembacokan

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Dari dua pelaku yang menjadi telah menjadi buronan, akhirnya Satuan Reskrim Polresta Mojokerto berhasil menangkap satu pelaku pembacokan terhadap Sukis Eko Cahyono warga Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Peristiwa pembacokan yang terjadi pada 8 November 2021 saat itu, terdapat dua orang pelaku yakni, Ahmad Tohari (AT) dan Mokhammad Bisri (MB). Namun, dari dua pelaku,  Mokhammad Bisri yang berhasil ditangkap, Sedangkan Ahmad Tohari masih dalam pencarian.

,” Sampai kapanpun tetap kita cari, demi nama hukum pelaku akan kita tangkap,” ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, dalam pers releasenya, Selasa (16/11/2021).

Dijelaskan Rofiq, awal kejadian diawali dengan sejumlah orang sedang nongkrong dan minum-minuman keras di depan rumah korban. Dan korban masih keponakan pelaku, selanjutnya terjadi percekcokan pelaku dituding mengambil uang korban.

Sebelum cekcok terjadi, semuanya telah melakukan pesta minuman keras, dan diakui pelaku pertikaian yang dilakukan juga akibat pengaruh miras” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, ketika dilakukan penyidikan, pihaknya mendapati senjata tajam yang digunakan pelaku melakukan pembacokan.

Dari keterangan pelaku, setelah mebacok korban, pelaku kabur ke sejumlah kota, hingga akhirnya tertangkap di daerah Jombang.

“Akhirnya kita berhasil menangkap MB, cukup lumayan mobilingnya, mulai dari Ngimbang Lamongan, perbatasan Tuban, wilayah Puri hingga ke Jombang, dan kita bisa tangkap disana. Sedangkan AT masih dalam pencarian,” ungkapnya.

Korban dibacok menggunakan pedang dan pisau dapur , kondisi korban sempat kritis karena luka robek pada bagian leher dan kedua tangan.

Polisi telah mengamanka beberapa barang bukti, seperti pedang, pisau, celana penuh darah, kaos warna putih, dan sapu gagang bambu untuk memukul korban.

Atas perbuatannya, pelaku MB terancam dijerat pasal 170 ayat 2 ke 2 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun,” tutupnya.(wo)

SEKILAS MEDIA