Palsukan Data 63 Konsumen, Karyawan leasing Ditangkap Polisi – SEKILAS MEDIA

Palsukan Data 63 Konsumen, Karyawan leasing Ditangkap Polisi

Palsukan Data 63 Konsumen, Karyawan leasing Ditangkap Polisi

 

Kapolresta AKBP Rofiq Ripto Himawan saat memberikan keterangan pers

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Atas laporan PT Mega Finance Mojokerto, 7 pelaku pembuat data fiktif kridit motor di Mojokerto berhasil diamankan Polresta Mojokerto. Sebanyak 63 motor berhasil dikeluarkan dari dealer, namun Pihak konsumen tidak pernah menerima motor tersebut.

AKBP Rofiq Ripto Himawan menerangkan, tersangka Nanda Agus Dwi Prasetya (24) adalah karyawan PT Mega Finance Mojokerto, dia ditempatkan bekerja di bagian surveyor, yang menentukan layak tidaknya konsumen untuk mendapatkan kridit motor,” ungkap Kapolresta Mojokerto dalam releasenya, Senin 22 November 2020.

Modus operandi yang dilakukan tersangka, mengajak beberapa rekan untuk mencari konsumen, dengan maksud meminta persyaratan baik edentitas maupun yang lain.

Selanjutnya, Tersangka menginput data tersebut dengan cara fiktif untuk dimasukkan ke dealer yang dituju, agar motor bisa didapatkan dari dealer.

Lebih lanjut, Rofiq menyampaikan, selain tersangka Nanda juga ada tersangka Dandik Supanca, Gusti Raka Mahendra, Bram Wiratma Putra, dan Muhammad Arif Al Parizi, dengan peran yang berbeda. Juga ada beberapa tersangka yang masih dalam pengejaran atau DPO.

Rofiq menambahkan, motor yang berhasil realisasi dari dealer langsung dijual ke penadah dengan harga 12 juta Rupiah. Dealer yang menjadi sasaran antara lain Dealer Sekawan, lancar motor, Merdeka dan Tirtoagung motor.

Untuk selanjutnya Polisi masih melakukan pengembangan, tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain,” kata Rofiq.

Atas perbuatan yang dilakukan para tersangka, Nanda Agus terancam pasal 374 KUHP, atau pasal 378 KUHP, atau pasal 372 KUHP, Tersangka Dandik Supanca terancam pasal 378 KUHP atau pasal 372 atau pasal 480 KUHP, Tersangka Gusti Raka terancam pasal 378 KUHP atau pasal 372 Jo pasal 55 KUHP, sedangkan tersangka Muhammad Arif terancam pasal 480 KUHP.(wo)

SEKILAS MEDIA