Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Kamis, 14 Juli 2022 - 16:08 WIB

KJU KUBE Langgeng Basuki Lumbang Terima Bantuan Sarpras Unit Usaha Pakan

 

Probolinggo,sekilasmedia.com-Koperasi Jasa Usaha (KJU) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Langgeng Basuki Desa Negororejo Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo menerima bantuan berupa sarana prasarana (sarpras) unit usaha pakan/feedmill untuk Program Desa Korporasi Sapi dari Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB-ISPI).

Bantuan sarpras senilai Rp 200 juta tersebut berupa mixer, elevator, hammermill, gudang, timbangan, karung, mesik jahit, gerobak dorong, wearpack dan bahan pakan. Bantuan ini diserahkan oleh Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) PB-ISPI Djoni Liano di Sekretariat KJU KUBE Langgeng Basuki, Kamis (14/7/2022).

Penyerahan yang dilanjutkan dengan ujicoba produksi pakan konsentrat feedmill “LIR” ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Andromeda Qomariah, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Maryoto, Camat Lumbang Junaidi, Kepala Desa Negororejo Ngasto serta Pengawas Koperasi Muda Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Mochamad Iqbal Mahardiyani serta Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Ketua KJU KUBE Langgeng Basuki Eko Teguh Suwignyo mengungkapkan ke depan setelah mendapatkan bantuan dan sudah dimulainya usaha, tentu akan memaksimalkan unit usaha ini sebagai unit usaha pendukung prioritas demi mendukung unit usaha utama berupa sapi potong dan budidaya .

“Memang awal kita akan maksimalkan produksi untuk kelompok kita dulu. Baru nanti kalau sudah terpenuhi kita akan keluar ke masyarakat penjualannya. Karena memang tujuannya untuk memaksimalkan produksi unit usaha kita berupa sapi potong,” ujarnya.

Karena bagaimanapun jelas Eko, kelompoknya yang semua memegang sapi potong ini untuk menjalankan produksinya tetap butuh support pakan. Oleh karena itu unit usaha produksi pakan konsentrat ini dijadikan prioritas.

“Ketika semuanya berjalan baik, maka koperasi yang dibuat oleh kelompok-kelompok ini juga akan berjalan. Ketika kelompok produksi ini maksimal, maka juga akan memberikan sumbangsih modal yang bisa diputarkan di korporasi yang berbasis koperasi,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Andromeda Qomariah mengungkapkan Koperasi Jasa Usaha (KJU) KUBE Langgeng Basuki merupakan suatu koperasi yang sangat luar biasa, apalagi didalamnya semua milenial.

“Kita tahu milenial itu selalu obsesinya adalah ke kota. Ini mereka tinggal di desa dan membuat satu usaha terutama ada peternakan susu sapi perah, sapi pedaging dan barang jasa. Dimana barang jasa itu mereka lebih konsentrasi kepada pakan konsentrat dan rumput gajah,” katanya.

Menurut Andromeda hal tersebut merupakan suatu hal yang tidak biasa. Mereka mulai berfikir out off the box (keluar dari kebiasaan), karena milenial sudah mau datang untuk membesarkan usaha di bidang peternakan dengan melibatkan masyarakat lokal untuk memanfaatkan lahan yang tidak produktif untuk menanam rumput gajah.

“Ternyata lahan itu dibeli oleh mereka hingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Yang penting dari kegiatan ini saya sampaikan ada alat itu harus ada transfer transfer knowledge sehingga nanti dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi bisnis koperasi,” jelasnya.

Andromeda berharap untuk koperasi KJU KUBE Langgang Basuki ini tidak berhenti sampai disini, tetapi karena sekarang eranya sudah digitalisasi maka diharapkan usaha milenial tersebut sudah bisa merambah kesana. “Misalnya untuk mengetahui jumlah ternaknya yang sakit itu ada aplikasi yang bisa dimanfaatkan. Jadi mulai mengembangkan bisnisnya melalui aplikasi,” pungkasnya.

Sedangkan DPO PB-ISPI Djoni Liano mengungkapkan untuk Kecamatan Lumbang itu ada Program Desa Korporasi Sapi dari pemerintah dengan membagikan sapi-sapi potong dan sapi indukan setiap kelompok ada 200 ekor. Jadi ada 5 kelompok yang diorganisir untuk bisa berkorporasi.

“Didalam kegiatannya itu bagaimana meningkatkan produktifitas dari sapi. Selain itu bagaimana sapi bisa beranak setiap 14 bulan. Oleh karena itu ada pendampingan yang dilakukan oleh ISPI untuk meningkatkan budidaya ternak,” ujarnya.

Djoni menerangkan selama ini koperasi ini mendapatkan pakan konsentrat dengan membeli ke pabrikan. Sementara untuk pakan hijauan mereka menanam sendiri. Untuk membeli ke pabrikan ini tempatnya jauh dan harganya lebih mahal serta kualitasnya juga belum tahu.

“Oleh karena itu mereka bersepakat dengan ISPI membutuhkan pabrik pakan mini yang produksinya 8 ton per hari. Mudah-mudahan 8 ton per hari ini bisa memasok anggota-anggota mereka. Selama ini mereka membeli ke pabrik dan sekarang mereka membelinya ke koperasi,” jelasnya.

Lebih lanjut Djoni mengharapkan produksi pakan konsentrat ini tidak hanya untuk kelompoknya saja, tetapi juga berkontribusi menyediakan untuk kelompok-kelompok yang lain secara komersial.

“Untuk itu kita memberikan bantuan sarana prasarana peralatan dengan nilai sekitar Rp 200 juta. Kita berkolaborasi, untuk membangun capacity buildingnya di bidang koperasi didukung Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Probolinggo yang sudah memberikan pendidikan perkoperasian. Memang anggotanya banyak milenial,” pungkasnya.
Pewarta Suyitno

Share :

Baca Juga

Daerah

Kekeringan Berkepanjangan, Rakyat Butuh Air Bersih Jhon Cane Center Minta Pemerintah Segera Ambil Tindakan
Saka Wira Kartika Isi Liburan Dengan Kegiatan Perkemahan

Daerah

Saka Wira Kartika Isi Liburan Dengan Kegiatan Perkemahan

Daerah

Silaturahmi Jurnalis dan Polresta Banyuwangi Untuk Kokohkan Sinergitas Hadapi Pandemi Covid-19

Daerah

Polres Blitar Bagikan Takjil Gratis

Daerah

Paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto, Gelar Nota Penjelasan Bupati Atas KUPA dan PPASP 2020

Daerah

Polemik Memanas, Mesin Inject Plastik Bantuan Diskoperindag Kota Malang Dikuasai Oknum
Kegiatan Tandur Bareng Guna Kembalikan Kelestarian Hutan

Daerah

Kegiatan Tandur Bareng Guna Kembalikan Kelestarian Hutan

Daerah

Forkopimda Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-76 dan Dengarkan Sejarah Asahan