Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Jumat, 14 Oktober 2022 - 05:49 WIB

Relokasi Pedagang Sekitar Pasar Tanjung Jadi Perbincangan RDP DPRD Kota Mojokerto

Mojokerto,Sekilasmedia.com – DPRD Kota Mojokerto yang tergabung dalam komisi II mengadakan Rapat Dengar Pendapat atau RDP terkait dengan rencana relokasi pedagang sekitar Pasar Tanjung Anyar dengan mengundang DiskopUKMperindag, Satpol PP, Dishub, dan UPT Pasar di Ruang Rapat Gedung DPRD Kota Mojokerto, jalan Gajah Mada 145. Kamis (13/10/2022).

Dalam kesempatan ini ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto juga koordinator Komisi II mendukung relokasi penataan pedagang pasar tanjung anyar dan meminta agar lapak atau kios dalam pasar tidak dimiliki orang-orang yang menjadi tim sukses (timses) apalagi tahun ini adalah tahun politik dalam pemilu.

“Jangan seperti yang terjadi pada Pasar Prapanca. Pemilik kios adalah orang-orang yang menjadi timses yang sebenarnya bukanlah pedagang tulen,” terang Sunarto.

Lebih lanjut, Sunarto menyarankan untuk memperjelas pedagang tulen dan benar – benar itu pedagang. Kalau tidak di pilih maka bisa berakibat fatal, salah satu contoh pasar tradisional Prapanca yang saat ini sepi karena yang berjualan hanya beberapa saja.

“Kasus Pasar Prapanca jangan sampai terjadi di pasar-pasar lainnya,” pesan Sunarto.

Politikus PDIP ini juga mengkhawatirkan dan mengharapkan serta memantau jika adanya jual beli kios bagi para pedagang yang nakal.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya SE, MM menyampaikan, kasus Pasar Prapanca menjadi pelajaran bagi semuanya untuk menata semua pedagang pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Kasus Pasar Prapanca menjadi pelajaran bagi Pemkot. Tempat-tempat yang baru seperti kios dan lapak harus diberikan kepada mereka yang benar-benar pedagang. Bukan mereka yang belajar berdagang. Datanya sudah dikunci,” kata Any.

Untuk perencanaan relokasi pedagang di sekitar Pasar Tanjung Anyar, merupakan pedagang di Pasar Tanjung yang tumpah.

“Mereka itu kan pedagang kami ya, bukan PKL yang liar. Memang pedagang kami yang tumpah ini perlu ditata kan gitu”, ucap Any.

Pemetaan dan pendataan sudah direncanakan sejak tahun 2021 awal. Sebelumnya juga sudah pendataan dan dilakukan pemetaan dari jalan Kyai Haji Nawawi, jalan Residen Pamuji dan jalan Cokroaminoto.

Any menjelaskan total pedagang yang akan direlokasi sebanyak 143 pedagang. Sementara ini sebanyak 53 pedagang sudah mendaftar untuk direlokasi.

“Mereka semua akan direlokasi ke berbagai tempat. Ada yang dimasukkan ke dalam Pasar Tanjung dan ada juga yang direlokasi ke Pasar Kranggan, Pasar Prapanca atau Pasar Kliwon dan yang pastinya pedagang yang sudah direlokasi nantinya akan tetap dipantau dari tim seleksi kami,” beber Any.

Sementara Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Modjari S.Sos mengatakan, relokasi bukanlah tindakan penertiban namun sebagai upaya penataan.

“Kita harus menyamakan persepsi bahwa ini merupakan upaya penataan pedagang kota Mojokerto”, tandas Modjari. (Wo/Adv)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Diantarkan Puluhan Pendukungnya, Supriarno Kembalikan Berkas Bakal Calon Bupati Blitar

Daerah

Polda Jatim Amankan Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Solar

Daerah

WABUP HARAPKAN KADES DAN BPD DAPAT BERKOORDINASI TINGKATKAN KUALITAS SDM

Daerah

Pecegahan dan Kesiapsiagaan, Polres Gresik Lakukan Gelar Apel Pasukan

Daerah

Kapolsek kunir peduli anak yatim
Diskominfo Kabupaten Probolinggo Ajak 325 Desa Untuk Pasang Bendera Kebangsaan Indonesia

Daerah

Diskominfo Kabupaten Probolinggo Ajak 325 Desa Untuk Pasang Bendera Kebangsaan Indonesia

Daerah

BUPATI LUMAJANG MEMBUKA PASAR TANI DAN FESTIVAL DURIAN 2019

Daerah

Patroli Skala Besar Bulan Bakti TNI-Polri 2024 di Gresik, Tinjau Kesiapan Pemilu