Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Jumat, 2 Desember 2022 - 06:21 WIB

Soal Website, Seorang Perangkat Desa Tidak Tau Jika Website Telah Expired

Jombang, Sekilasmedia.com – Dengan niat yang baik agar desanya memiliki terobosan baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat berbasis teknologi, seolah menjadi sasaran empuk oknum berinisial B yang menawarkan website di desa tersebut.

Disamping itu, S inisial salah seorang perangkat desa mengaku jika pria berinisial B yang disebut-sebut sebagai oknum wartawan ini, selalu membawa nama sejumlah pejabat Pemkab Jombang.

“Kalau ke sini, bilangnya dia adalah anak emas pak Sekda,” ungkap S, Kamis (1/12/2022).
Tak hanya itu, lanjut S, pria berinisial B tersebut juga kerapkali membawa temannya ketika datang ke kantor desa menemui dirinya untuk urusan website desa.

“Temannya itu selalu mengatakan jika dekat sekali dengan Wabup Jombang. Temannya itu juga seprofesi kok,” lanjutnya.

Karena kerap menerima pengakuan seperti itu, S juga mengaku sungkan jika menolak tawaran pembuatan website desa. Meskipun belum ada anggaran dari desa, S yang sudah punya niatan demi kemajuan desanya, akhirnya merogoh kocek pribadinya hampir sekitar 7 juta an tetapi bertahap.

“Karena nggak ada anggaran untuk pembuatan website desa, B kemudian beralasan pinjam. Saya kasih awal itu sejumlah Rp 1 juta. Ini yang tahun 2021 ya, yang pakai dana pribadi saya. Beberapa hari kemudian, lagi Rp 2 juta, Rp 3 juta dan Rp 1 juta. Semunya Rp 7 juta,” tuturnya.

Lantaran websitenya tak kunjung jadi, S kemudian meminta agar B mengembalikan dana yang telah disetornya. “Dana itu akhirnya dikembalikan secara bertahap juga. Meskipun masih kurang sampai saat ini,” pungkasnya.

Bak terperangkap di lubang yang sama, S mengatakan, kembali ditawari B sekitar awal Maret 2022. Hingga kemudian, S mengaku mentransfer sebesar Rp 7,7 juta di rekening pribadi B berdasarkan tagihan pembuatan website desa tertanggal 19 September 2022.
“Kalau yang tahun 2022 ini, dananya dari anggaran desa,” katanya.

Dia menegaskan, dana yang dikeluarkan dari APBDesa itu karena niatan agar desanya memiliki website yang memiliki fitur pelayanan umum yang lebih bagus dan mudah diakses.
“Apalagi kalau ke sini, selalu mengatakan dekat dengan pejabat Pemkab Jombang. Kan nggak enak saya,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan, Kamis (1/12/2022), domain yang tercantum di tagihan tersebut, ketika dikunjungi sudah menampilkan “Domain Expired”.

Ditelusuri lebih jauh, ditemukan jika domain sebagaimana tercantum di tagihan tersebut telah diregistrasi. Rinciannya, Created On (dibuat pada): 2021-11-23, Last Updated On (terakhir diperbarui pada): 2022-11-22, Expiration Date (tanggal habis tempo): 2023-11-23.
Hingga berita ini diunggah, Jombang Sekilasmedia.com masih berupaya mengonfirmasi Sekda Kabupaten Jombang terkait hal ini.

Share :

Baca Juga

Daerah

Irjen Pol Fakhrizal Bagikan Sembako Bukti Gotong Royong Lawan Covid-19

Daerah

Kapolda Jatim Berikan Motivasi Personel Polres Pasuruan Kota

Daerah

Food Estate Dinilai Gagal, Ganjar-Mahfud Mempunyai Jurus Jitu Atasi Krisis Pangan di Indonesia

Daerah

Dalam Kasus Kace, Gardi Gazarin ICK Minta Pelaku Kekerasan Di Penjara Dihukum Berat

Daerah

Polres Gresik Salurkan Dana BTPKLW  Kepada 625 Orang Pedagang  Gresik, Sekilasmedia.com –  Polres Gresik terus menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW). Kali ini giliran 625 pedagang di wilayah Selatan yakni Kecamatan Kedamean, Menganti, Driyorejo dan Wringinanom yang mendapat bantuan masing-masing Rp. 1,2 juta. BTPKLW merupakan program dari pemerintah pusat yang skema penyalurnya melibatkan TNI-Polri. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan bagi pelaku usaha khususnya di sektor usaha mikro di tengah pandemi. Proses penyaluran berlangsung di Pendopo Kecamatan Kedamean, Kamis (21/10/2021).  Kapolsek Kedamean AKP H. Ali Syaiful  mengatakan, penerima bantuan dalam program BTPKLW sudah melalui tahap verifikasi. Proses pendataan dan verifikasi dilakukan anggota Bhabinkamtibas di setiap kelurahan. “Kemudian data direkap oleh Bhabinkamtibmas lalu dilaksanakan verifikasi apakah ada bantuan dalam bentuk lain atau belum pernah dapat bantuan,” ucap AKP Syaiful.  Sementara ditempat terpisah Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis menjelaskan, bantuan uang tunai ini merupakan program bantuan dari pemerintah pusat yang teknis penyalurannya diamanahkan kepada jajaran Polres/ta setempat.  “Masing-masing pedagang kaki lima dan pemilik warung yang memenuhi indikator ini mendapat bantuan uang tunai sebesar 1,2 juta rupiah,” ungkapnya Perwira dua melati dipundaknya ini.  Lebih lanjut Akpol 2002 berpesan, penerima bantuan memanfaatkan BTPKLW secara optimal. “Tolong dimanfaatkan betul, karena ini bentuk perhatian dari pemerintah kepada masyarakat untuk meringankan para PKL dan pemilik warung,” pungkas Kapolres Gresik. (rud)

Daerah

8 Pejabat Fungsional Pengawas Sekolah Kota Mojokerto Hari Ini Dilantik

Daerah

Ukir Sejarah, Kota Probolinggo Tembus Global Winner WLC

Daerah

Forkopimda Bersama Kapolres Pasuruan Meninjau Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun