Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Senin, 13 Februari 2023 - 17:40 WIB

HIPPAMA Tolak Revitalisasi Pembongkaran Pasar Besar Malang, Anggaran 250 Miliar untuk perbaikan bukan pembongkaran

Malang, Sekilasmedia.com – Kabar santer rencana Revitalisasi Pasar Besar kota Malang yang akan dilakukan oleh Pemkot Malang, membuat sebagian besar pedagang Pasar Besar yang tergabung dalam HIPPAMA (Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang) ketar-ketir. Pasalnya selama ini, pedagang tidak dilibatkan dalam revitalisasi Pasar Besar. Sehingga para pedagang beranggapan bahwa revitalisasi Pasar Besar Kota Malang adalah pembongkaran, hal tersebut memantik keresahan para pedagang Pasar Besar, terlebih adanya pengajuan anggaran sebesar Rp 300 hingga Rp 350 miliar yang diajukan Pemerintah Kota Malang kepada Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ketua Urusan Hubungan Masyarakat HIPPAMA Agus Priambodo kepada Wartawan menyampaikannya dalam Konferensi Pers HIPPAMA bertajuk Menanggapi Kebijakan Pemerintah dalam Revitalisasi Pasar Besar Malang yang digelar di Sekretariat HIPPAMA, Jalan Wisata No 99 Kota Malang, Minggu (12/1/2023)

“Selama ini, pedagang tidak dilibatkan dalam revitalisasi Pasar Besar. Sehingga para pedagang beranggapan bahwa revitalisasi adalah pembongkaran. Dan apa yang disampaikan oleh Pemkot Malang jujur saja membuat resah para pedagang. Mulai 2001 sampai sekarang belum pernah ada berita yang menyejukkan,” jelas Agus.

“Anggaran yang disampaikan untuk perbaikan juga berubah-ubah. Mulai dari Rp 125 Miliar, Rp 400 Miliar hingga Rp 600 Miliar. Padahal saat kunjungan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ke Pasar Besar menyampaikan ada anggaran 250 Miliar untuk perbaikan bukan pembongkaran,” terangnya.

“Dan yang perlu digaris bawahi atau yang tidak boleh diabaikan adalah pedagang sebagai objek atau pelaku aktif harus diajak berkomunikasi. Kami tegaskan, keinginan para pedagang adalah perbaikan atau renovasi. Bukan pembongkaran,” ungkap Agus.

Penolakan tersebut di wujudkan dalam bentuk petisi yang ditandatangani hampir seluruh pedagang di Pasar Besar sebagai landasan hukum bagi para pedagang terhadap penolakan pembongkaran Pasar Besar Malang.

Dalam hal ini,untuk meningkatkan perekonomian pedagang melakukan swadaya dengan perbaikan atap maupun perbaikan keramik. “Maka, dari itu kami berharap kebijakan Pemkot untuk mempercantik Pasar Besar Malang dengan memperbaiki atau merenovasi bukan membongkar. Melibatkan pedagang melalui HIPPAMA dalam setiap pengambilan keputusan atau kebijakan,” ucapnya

Di samping itu, pihaknya pun mendukung rencana Pemkot Malang untuk memperbaiki lantai 3 dan 4 untuk UMKM Malang. “Kami tetap mendukung apa yang telah diambil oleh Pemkot Malang. Semoga di akhir jabatan yang diemban dapat lebih optimal,” harap Agus

Hal senada disampaikan Dewan Pembina HIPPAMA, Hj. Seolamah yang mengemukakan jika terjadi pembongkaran Pasar Besar akan merugikan para pedagang. Berdasarkan pengalaman setelah 50 tahun menjadi pedagang di Pasar Besar Malang adanya pembongkaran, pedagang akan dipindahkan dan di tempat penampungan tersebut keamanannya kurang. “Belum lagi pedagang harus membuat toko lagi di tempat penampungan sementara dan biayanya itu tidak sedikit,” keluhnya

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Malang Lookh Mahfud menyampaikan jika dalam rencana revitalisasi ada dua Kementerian yang membidangi yaitu Kementerian Perdagangan dan PUPR.

“Dalam prosesnya rencana revitalisasi itu ada. Kemudian diajukan rekomendasi kepada Kementerian Perdagangan,” tutur Lookh Mahfud

Disebutkannya, anggaran yang diajukan sebesar Rp 300 hingga Rp 350 Miliar dan Kota Malang memiliki peluang untuk mendapatkan dana APBN tersebut. Dalam proses persyaratan selesai. Untuk selanjutnya yang dilakukan adalah Rekomendasi dari PUPR terkait rencana pembangunan dan keputusan berada di PUPR.

“Di sini, pedagang berharap dilibatkan tentang perencanaan,” harapnya

Perencanaan ini sudah dilakukan oleh Tim Teknis dari OPD terkait dan Pihak Kementerian. Tentu banyak variabel yang akan disampaikan oleh para pedagang terutama Pasar Besar dilakukan perbaikan bukan pembongkaran,” tuturnya

Diharapkan dengan pedagang dilibatkan maka, komunikasi akan terjalin, ada keluhan, aspirasi dan saran untuk perbaikan Pasar Besar Kota Malang. “Sehingga dengan demikian ada proses keterlibatkan, dan saya paparkan rekomendasi dari Kementerian Perdagangan itu nomornya SE.00.00/57/M-DAK/SE/01/2024 itu rekomendasi dari Kementerian Perdagangan,” pungkas Lookh Mahfud. (Tyo)

Share :

Baca Juga

Daerah

Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid- Kota Batu Survei Predator Fun Park Reopening

Daerah

Sekda Kabupaten Asahan John Hardi Minta Momentum HAB ke-77 Dapat Meningkatkan Solidaritas Organisasi.

Daerah

Ibadah Suci Purnama di Pura Kertha Bumi Bhayangkara

Daerah

Wali Kota Mojokerto Sampaikan Summary LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2018

Daerah

Demi Pembangunan Ekonomi, Bupati Gresik Gus Yani Siap Berkolaborasi dengan Surabaya dan Sidoarjo

Daerah

Faisol Riza Bantu Korban Ambruknya Jembatan di Probolinggo

Daerah

Danrem 082/ CPYJ dampingi Kasgartap III/Surabaya Kunker di Wilayah Subkogartap 0815/Mojokerto

Daerah

Sinergi dengan Media, Kapolresta Mojokerto Gowes Gunakan Masker HPN