Terverifikasi Faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Rabu, 3 Mei 2023 - 06:04 WIB

Walikota Mojokerto Tegaskan 3 Hal, Dalam Pelantikan Pejabat Pemkot

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan tiga hal kepada dalam pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat tinggi pratama, pejabat pengawas dan pejabat administrator yang dilantik di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat pada Selasa (2/5).

Hal pertama yang ditegaskan oleh wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini adalah bahwa jabatan itu bukan hak ASN sebagaimana tercantum di dalam PP nomor 17 tahun 2020. “Jabatan itu bukan hak, maka tidak bisa kemudian ASN merasa golongannya sudah tinggi, pangkat sudah tinggi tetapi belum mendapat promosi. Itu kewenangan saya sebagai wali kota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK),” katanya. Ia menambahkan bahwa selaku PPK ia memberikan promosi jabatan pada ASN tentunya dengan memperhatikan kompetensi yang ada dalam diri masing-masing ASN.

BACA JUGA :   Anggota DPR RI Endro Hermono Buka Pelatihan Budidaya Ikan Koi di Blitar

Ning Ita, sapaan akrab wali kota juga menegaskan bahwa setiap ASN juga memiliki hak yang bisa dituntut oleh ASN apabila hak tersebut tidak terpenuhi. “Di dalam pasal 21 sampai dengan pasal 24 Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara juga menegaskan apa yang menjadi hak saudara-saudara para ASN yang pertama, hak ASN terdiri dari gaji, tunjangan dan fasilitas, yang kedua cuti, yang ketiga jaminan pensiun dan jaminan hari tua, yang keempat perlindungan dan yang kelima pengembangan kompetensi. Jadi disinipun ditegaskan bahwa jabatan bukanlah hak ASN,” tegasnya.

Hal ketiga yang ditegaskan oleh Ning Ita adalah bahwa setiap ASN harus menerapkan core value BerAkhlak yang merupakan akronim dari Berorientasi pada pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

BACA JUGA :   Sosialisasi LHKPN, Ini Kata Sekda Asahan

dimutasi ke jabatan tertentu maka itu adalah bentuk hukuman. Hukuman atau sanksi sudah jelas disebutkan di dalam regulasi. Hukuman yang paling ringan adalah sebuah bentuk teguran secara lisan, kemudian ada jenjang berikutnya tertulis, penundaan kenaikan pangkat dan yang paling parah adalah pemecatan, sebelumnya ada penurunan atau demosi,” jelasnya. Ning Ita juga kembali menegaskan bahwa setiap promosi, mutasi bahkan demosi yang menjadi kebijakannya sudah dilakukan sesuai regulasi yang ada.

Adapun dua pejabat tinggi pratama yang dilantik pada sore hari ini adalah dr. Farida Mariana sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Racmi Widjajati sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, serta 18 pejabat pengawas dan 15 pejabat administrator.(*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kecamatan Tiris Musdes Tentang Perencanaan RPJMDes dan RKPDes Berikan Pendampingan

Daerah

Forkopimda Jatim Ikuti Pelaksaan Upacara Memperingati Hari Dharma Samudera 

Daerah

Pembukaan Lomba Tingkat III Tahun 2023 Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Palembang

Daerah

Komisi II DPRD Kota Mojokerto Kunjungi Tanggul Sungai Sadar Yang Kritis

Daerah

Apel Akbar 30.000 Kader NU Jatim, Bupati Gresik Ajak Kader NU Se-Jatim Galakkan Keutuhan Bangsa

Daerah

JAJANAN ANTIK CHURMA SALAK PONDO KHAS SIDORENGGO

Daerah

Penegakan Disiplin Prokes, Ops Yustisi Gabungan di Kawasan Pelabuhan Gresik

Daerah

Sekda Dan BPS Gresik Canangkan Desa Cinta Statistik Wujudkan Satu Data Indonesia