Selamat Hari Raya Idul Fitri .

Home / Daerah

Senin, 12 Juni 2023 - 14:17 WIB

Demi Kemanusiaan, Dewan Sampaikan Pembongkaran Lapak Modongan Masih Perlu Ditunda

Rapat dengar pendapat saat digelar di gedung DPRD Kabupaten Mojokerto

Mojokerto,Sekilasmedia.com- Dari hasil Rapat Dengar Pendapat ( RDP) pada Senin (12/6/2023) bertempat digedung DPRD Kabupaten Mojokerto soal rencana normalisasi sungai Desa Modongan yang mengorbankan 87 lapak milik pedagang setempat turut dibongkar, namun dari ketua Komisi III Pitung Hariyono mengatakan masih perlu ditunda dengan alasan kemanusiaan.

Seperti diketahui sebelumnya, alasan pembongkaran sejumlah lapak ini disinyalir penyebab banjir tahunan yang terjadi di Desa Modongan. Bahkan penghuni lapak sudah mendapatkan surat teguran soal pembongkaran sejumlah dua kali.

Ketua Komisi III Pitung Hariyono menyampaikan bahwa hasil RDP kali masih perlu banyak pertimbangan termasuk faktor kemanusiaan.

” Persoalan ini perlu ada sosialisasi sebelum ada normalisasi, persoalan yang ada di tingkat Desa pasti ada keterlibatan pemerintah desa,” ujarnya.

Dari awal kenapa bangunan harus berdiri, padahal bangunan itu dianggap melanggar, mestinya ada panbor atau papan larangan.

Pedagang sudah mengakui salah, namun dengan hadirnya pemerintah saat ini semoga ada solusi yang terbaik.

Berbicara asas keadilan, banyak PR di kabupaten Mojokerto ini. Yang mencari rejeki ditepi jalan di Kabupaten Mojokerto sangat banyak.

Namun persoalan ini harus tetap ada solusi yang terbaik. Bila Pedagang mau digusur perlu dilakukan pendekatan.

Dalam waktu dekat Komisi 1 dan III akan melakukan sidak lokasi.
Dengan pertemuan ini, bagaimana maunya pedagang untuk selanjutnya,” terangnya.

Kabid Bina Manfaat Sumber Daya Air Provinsi Jawa timur Rose Rante Pademme menyampaikan bahwa surat peringatan sudah disampaikan satu dan dua , hal ini menindaklanjuti surat dari satpol PP Mojokerto untuk melakukan normalisasi, dari dua Desa ada PKL 87 ada 11 dibongkar mandiri, jadi tak perlu dikaji kembali. Sesuai asas manfaat adalah untuk kepentingan orang banyak, hulu maupun hilir,” katanya.

Seperti biasanya, ketika melakukan normalisasi tidak dengan cara manual namun tetap memakai alat berat.

Hal ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan, skala prioritas dan permintaan oleh kabupaten setempat, hal ini tak mungkin dilakukan se Jatim.

Untuk sosialisasi tak hanya mengumpulkan orang, tetapi lebih mengena kita datangi satu persatu. Kita libatkan juga dari unsur Forpimda. Untuk diketahui, terkait tentang relokasi tempat tinggal maupun para PKl di Surabaya semua sudah siap, tapi tampaknya di Mojokerto ini belum siap,” tandasnya.

Ditempat yang sama Camat Sooko Maslucman menyampaikan, berbicara soal dampak, yakni bencana banjir bisa terselesaikan ada dua sungai yang mempunyai peran penyebab banjir, ketika musim hujan pasti banjir, sampah banyak tersangkut dibawah bangunan, bahkan banjir hingga ke dusun Sasap.

“Banjir Modongan disebabkan dua sungai, dengan arus yang tidak lancar,” ungkapnya.

Sementara Kuasa hukum dari pedagang Modongan Mujiono, SH mengatakan bahwa pihaknya tetap memperjuangkan para pedagang hingga mendapatkan relokasi yang layak bagi pedagang,” jelasnya. ( Wo /adv )

 

 

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Mojokerto dan Yayasan Buddha Tzu Chi Serahkan Bantuan Beras 10 Ton, 20 Ribu Masker

Daerah

Presiden Republik Indonesia IR. H. Jokowidodo Resmikan Tol Pasuruan Probolinggo

Daerah

KONI Kabupaten Blitar Lepas 600 Atlet untuk Ikuti Porprov Jatim VIII 2023

Daerah

Pemerintah Desa tekung Peringati HUT RI KE 73 di sambut dengan meriyah bersama masarakat kec tekung 1/9 ,2018 agustus

Daerah

Satgas Pangan Kabupaten Sidoarjo Bakal Tindak Tegas Oknum Penimbun Beras dan Sembako

Daerah

Diiringi Sholawat Nabi Dan Shufi, PPP Gresik Datangi KPUD Daftarkan 50 Bacaleg

Daerah

Kapolres Gresik Mendapatkan Penghargaan Anugerah Giri Pancasuar Award 2023

Daerah

BUPATI DAN WABUP HADIRI KHITANAN MASSAL DI PENDOPO KAB.LUMAJANG.