Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / TENTARAKU

Minggu, 24 September 2023 - 15:26 WIB

Babinsa koramil 0814-13/Peterongan Sertu Nyono Sambangi Sangar Seni Kuda Lumping Desa

Jombang,Sekilasmedia.com Sanggar seni Kuda lumping, sebuah sanggar seni yang bergerak di bidang kebudayaan Jawa khususnya kuda lumping,Tapi sebelum itu yuk tilik sebentar bagaimana sejarah kuda lumping ini,salah seorang dari pimpinan kesenian kuda lumping yang ada di desa Peterongan kecamatan Peterongan kabupaten Jombang. Minggu (24/09/2023).

Menurut bapak Subandi salah satu anggota sangar seni Kuda Lumping, atau yang bisa disebut juga sebagai jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa yang ditampilkan secara berkelompok. Menurut sejarah, tarian ini berasal dari Yogyakarta kemudian menyebar ke seluruh pelosok Jawa.

Ada referensi yang bisa kita temukan untuk menyebutkan bagaimana tarian ini bermula; ada yang menyebut bahwa tarian ini sudah sangat tua (tak bertahun) sebagai wujud tarian sakral pemujaan terhadap dewa. Ada yang menyebut tarian ini berasal dari peristiwa pasukan berkuda Pangeran Diponegoro yang berjuang mengusir penjajah, dan juga versi lainnya seperti perjuangan kuda kekar Kanjeng Sunan Kalijaga, pasukan berkuda (kavaleri) kuat bentukan Mataram, juga tentang pasukan berkuda dari Sultan Hamengkubuwono pertama. Ada pula versi yang menyebutkan bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah pasukan pemuda cantik bergelar Jathil penunggang kuda putih berambut emas, berekor emas, serta memiliki sayap emas yang membantu pertempuran kerajaan Bantarangin melawan pasukan penunggang babi hutan dari kerajaan Lodaya pada serial legenda reog abad ke-11.

Terlepas dari asal-usul dan nilai historisnya, tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.

Sedangkan kata jathilan sendiri oleh masyarkat Magelang berasal jath yang berarti banyak atau amat, dan thil-thilan yang bermakna gerak. Jika dihubungkan dalam terjemahan bebas, kata jathilan berarti banyak gerak seperti kuda yang selalu bergerak.

Di tempat acara, orang-orang mulai ramai berkumpul membentuk lingkaran yang makin padat. Gendang dan gamelan terus bergema seakan memanggil orang yang masih diperjalanan untuk mempercepat langkahnya. Di atas tanah yang beralaskan terpal para musisi itu berkumpul, memukul gamelan yang berlaras slendro dan pelog, gendang kulit dan juga gong berbagai ukuran, tak lupa dengan bonangnya yang bunyinya begitu sopan masuk ke telinga, ungkap Sertu Nyono.

Sertu Nyono juga menyampaikan, ingatlah negara yang maju, negara yang makmur, negara yang berperadaban, adalah negara yang menghormati dan melestarikan kebudayaannya, salam Budaya, ungkap Sertu Nyono.

Share :

Baca Juga

TENTARAKU

Sosialisasikan Prokes 3M, Satgas TMMD Kodim Tapsel Bagikan Masker Gratis

TENTARAKU

Bantu Perbaikan Saluran Irigasi, Babinsa Koramil 0814-04/Gudo Lakukan Kerja Bakti

TENTARAKU

Prajurit Elit TNI Ikut Turun Bantu Warga di TMMD Reg Ke-109

TENTARAKU

Koramil 10/Mojoagung Hadiri Undangan Kapolsek Nobar Wayang Kulit

TENTARAKU

Satuan Tugas TMMD Bojonegoro Peragakan Senam Sehat Akupresur

TENTARAKU

Babinsa Koramil 0814/14 Ngoro Aktif Melaksanakan Tracing Contact Covid-19

TENTARAKU

TMMD 110 Bojonegoro, Satgas Tambakrejo Kawal Alat Berat Keruk Jalan

TENTARAKU

Babinsa Ngudirejo Koramil Diwek Turun Tangan Bantu Warga Perbaiki Saluran Irigasi Menuju Persawahan