Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah / Uncategorized

Rabu, 27 September 2023 - 06:18 WIB

Pemkab Mojokerto Terus Gulirkan Program Sehati Turunkan Stunting AKB dan AKI di Desa Ngastemi

Mojokerto,sekilasmedia.com-Program Selasa Sehat turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI) terus digulirkan oleh Pemkab Mojokerto dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto. Kali ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyasar ibu-ibu balita se-Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal.

 

Program penurunan stunting tersebut, merupakan program yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Kali ini, pelaksanaan program SEHATI berlangsung di Pendopo Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto pada Selasa, (26/9/23) pagi.

 

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, M.Si juga berkesempatan memberikan arahannya terhadap langkah-langkah dalam menurunkan stunting. Bupati Ikfina juga menyerahkan alat antropometri kepada Ketua TP PKK Desa Ngastemi yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ninik, Kepala Desa Ngastemi Mustadi, Camat Bangsal Liyantoro Sugeng Wijaya dan Forkopimca Bangsal.

 

Dalam arahannya, Bupati Ikfina mengungkapkan, bahwa bangsa Indonesia telah menghadapi masalah yang besar yaitu terkait dengan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia yang disebut dengan stunting.

 

“Karena stunting ini adalah menjadi masalah di negara kita, karena balita stunting maka kecerdasannya 20 persen dibawah rata-rata,” bebernya.

 

Selain itu, untuk mendapatkan pertumbuhan balita yang maksimal dan memenuhi gizi terhadap balita, Bupati Ikfina menjelaskan, agar para orang tua dapat memberikan makanan zat pembangun seperti telur, ayam, ikan, daging, dan susu.

 

“Untuk menekan stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia dibawah 2 tahun harus diusahakan ASI. Waktu terbaik memaksimalkan pertumbuhan otak anak itu dimulai dari bayi sampai dengan 5 tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi,” jelasnya.

 

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto juga mengungkapkan, bahwa ibu hamil harus terpenuhi gizinya agar calon bayi yang ada didalam kandungan dapat terpenuhi gizinya pula. Ia juga menambahkan, dalam mengukur ibu hamil yang tercukupi gizinya, bisa dengan cara mengukur lingkar lengannya yang tidak boleh kurang dari 23,5 cm.

 

“Kalau ibunya kurang gizi, jadi anaknya dikasih gizi darimana, karena didalam kandungan anaknya tidak boleh kurang gizi. Jadi saling mengingatkan karena indikator seorang ibu tidak kurang gizi lengannya tidak kurang dari 23,5 cm,” ujarnya.

 

Bupati Ikfina juga berpesan, agar para orang tua juga memperhatikan tumbuh kembang anak, agar kedepannya para balita menjadi generasi penerus yang pintar dan berkarakter.

 

“Anak tidak hanya butuh gizi tetapi kita juga perlu membentuk karakternya, menjadikannya pintar dan cerdas. Ayo bersama-sama kita rawat anak-anak kita dengan penuh kasih sayang agar membentuk karakter yang baik,” pungkasnya. (Clara)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Hijaukan Bumi, Koramil Pacet Bareng Pecinta Alam Tanam Ratusan Pohon Di Bukit Cendono

Daerah

Resmikan Renovasi Mapolsek Pungging, Kapolres Mojokerto Minta Polsek Tingkatkan Mutu Layanan

Daerah

Jembatan Penghubung Tulungagung-Kediri Rusak, Belum Ada Anggaran Perbaikan, Dikeluhkan Warga

Daerah

Damkar Ngoro Dan BPBD Sigap Dalam Penanganan Pohon Beringin Tumbang, Arus Arah Jombang- Ngoro

Daerah

Pegelaran Hiburan Check Sound di Poncokusumo Resmi Batal Digelar

Daerah

Ning Ita Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Kota Mojokerto masa bhakti 2021-2026

Daerah

*Bentuk Kedisiplinan Sejak Dini, Koramil Pungging Latih Siswa PBB*

Daerah

Forkopimda Jatim Dampingi Ketua DPR RI Kunjungan Kerja di Magetan