Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Sabtu, 30 September 2023 - 11:09 WIB

Masuknya Insvestasi di KEK JIIPE, Desa Di Bungah Kecipratan Rejeki Dari Ratusan Mes Pekerja     

Gresik, Sekilasmedia.com – Adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE yang digagas pemerintah pusat berlokasi di Manyar Gresik saat ini, membawa dampak baik di sisi ekonomi maupun sosial di sekitar wilayah tersebut, seiring investasi masuk.

 

Besarnya tenaga kerja baik dari Gresik maupun daerah lainnya di Indonesia yang terserap di kawasan itu untuk membangun pabrik-pabrik baru. Membuat banyak perusahaan subcon yang membutuhkan mes atau asrama bagi pekerjanya terutama dari luar daerah. Selain Kecamatan Manyar juga merambah wilayah Kecamatan Bungah.

 

Fenomena ini, disambut baik oleh Camat Bungah bersama AKD untuk kemudian mengadakan sosialisasi bersama pihak JIIPE di pendopo Kecamatan Bungah beberapa waktu lalu.

 

Camat Bungah Izzul kepada awak media mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada AKD terkait kebutuhan mes karyawan/pekerja dari perusahaan yang bekerja di kawasan JIIPE beberapa waktu lalu.

 

” Dimana perusahaan yang membangun pabrik ini membutuhkan mes karyawan dari luar daerah, dengan mengandeng AKD dengan berupaya memberdayakan warga desa supaya menyewakan hunian yang di tempati untuk asrama pekerja. Sehingga diharapkan membawa dampak pertumbuhan ekonomi bagi warga setempat,” ujarnya pada Jumat (29/9/2023).

 

Sudah ada beberapa desa yang warganya menyewakan rumah untuk asrama atau mes seperti Desa Bedanten, Desa Bungah, Desa Sukowati, Desa Masangan, Desa Sukorejo, Desa Abar Abir, serta Desa Sidomukti. Dan mungkin bisa bertambah untuk desanya, imbuh dia.

 

” Menurut data yang masuk, untuk Kecamatan Bungah ada sekitar 3000 pekerja dari luar daerah yang tinggal di mes atau tempat tinggal sementara pekerja dari berbagai PT atau perusahaan,” terang Izzul.

 

Lebih jauh Camat Bungah juga mengingatkan agar AKD saat pertemuan itu, untuk melaporkan jika ada keluhan warga dengan keberadaan mes karyawan atau lainnya. Karena mereka berasal dari luar Gresik pasti membawa adat budaya yang berbeda, sehingga perlu adanya koordinasi antara pihak desa, pihak PT dengan kecamatan agar tercipta Kecamatan Bungah yang aman dan kondusif.

 

Sementara itu, Kepala Desa Masangan Suyanto kepada awak media juga menyampaikan bahwasannya di desanya ada beberapa rumah warga yang disewakan kepada PT untuk mes karyawan dari luar Gresik.

 

” Laporan beberapa Ketua RT yang wilayahnya dibuat mes tersebut, sesuai data dari PT tiap mes jumlah penghuni berbeda, ada yang 30 orang, 20 orang bahkan ada yang hanya 5 orang saja. Alhamdulillah sementara ini tidak ada masalah dan kondusif,” jelasnya.

 

Hal sama juga berlaku untuk desa lainnya, Kepala Desa Sukowati Maslichan bahkan memerintahkan kepada pengurus RT untuk warga yang menyewakan huniannya agar wajib lapor data tenaga kerja dari PT tersebut. Kemungkinan keberadaan mes tersebut ada sekitar 2 bulanan.

 

Ditambahkan oleh Ketua RT 4 RW 2 Desa Sukowati Nadir bahwa di wilayah RTnya ada 4 titik atau rumah warga yang disewakan kepada PT untuk mes. Dan warga juga sudah melaporkan ke kami.

 

Keberadaan Mes pekerja JIIPE di wilayah desa-desa dalam kecamatan Bungah, pemuda asal Desa Sukowati Eko Setyawan (42), sangat mendukung program tersebut karena berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat desa, selain itu, warung makan dan warkop sekitar mes juga ketiban rejeki, semakin ramai pengunjungnya.

 

” Dengan adanya JIIPE di Manyar bagaimana kita memberdayakan masyarakat Bungah agar ekonominya meningkat, seperti keberadaan mes untuk tenaga kerja dari subcon-subcon yang bekerja di JIIPE. Disamping itu, bagaimana warga Bungah bisa terserap bekerja di JIIPE,” tukasnya.

 

Namun Eko juga mengingatkan agar aparat RT dan desa untuk mendata para pendatang dari luar Gresik tersebut, berkoordinasi dengan pihak PT(subcon) yang mempekerjakannya, sehingga tertib adminstrasi kependudukan bagi penghuni baru di wilayah desanya.

 

” Selain kulo nuwun kepada pemangku wilayah, juga memberikan dokumen kependudukannya seperti KTP dan KK. Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kedepannya. Bahkan di desa kami, saya tempelkan stiker bertuliskan ” Wajib Lapor ” di rumah warga yang dijadikan mes tersebut, dimana kami mengingatkan agar warga selekasnya melaporkan ke desa,” katanya.

 

Eko pun juga menghimbau kepada instansi terkait untuk menata arus lalu lintas di Bungah, di waktu para pekerja berangkat kerja maupun pulangnya. Karena tiap hari dipastikan macet dan semrawut. Karena tidak ada petugas yang mengatur lalinnya.

 

” Hal ini banyak dikeluhkan masyarakat setiap hari yang disampaikan di warung-warung kopi. Disamping itu, perlu adanya lahan tempat parkir atau ngetem bus karyawan JIIPE sehingga tidak di pinggir jalan yang buat macet, ” pungkasnya. (rud)

Share :

Baca Juga

Daerah

Cegah Penyimpangan, Satgas Pangan Polres Blitar Kota Pasang Spanduk Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng di Pasar Kabupaten Blitar

Daerah

Polsek Cerme Wakaf Ratusan Al-Qur’an Ke Seluruh Desa di Cerme

Daerah

Laksanakan Sembayang Ngembak Geni, Ratusan Umat Hindu Padati Pura Kawi Losari

Daerah

Dinas PU.SDA Kabupaten Malang Menghimbau Larangan Buang Sampah Di Sungai

Daerah

Gerakan Ekonomi lewat Festival 1 Abad NU di Kota Probolinggo

Daerah

Wali Kota Blitar Buka Turnamen Tenis Meja

Daerah

Terkait Covid 19, Kades Banjarejo Mengingatkan Warganya Agar Memperhatikan Instruksi Pemerintah 

Daerah

Wabup Pimpin Apel Peringatan Hari Keluarga Nasional.