Terverifikasi Faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Minggu, 28 Januari 2024 - 18:14 WIB

YPM Gelar Lomba Mancing Peringati Harla NU Ke-101 di Ikuti Warga Negara Asing Festival Sungai Pelayaran

Sidoarjo, sekilasmedia.com-YPM Sepanjang kerahkan ribuan anak didiknya dalam peringatan Harla NU Ke-101 tahun bertepatan pada tanggal 16 Rajab 1445 H, Minggu (28/01/2024).

 

Dalam rangkaian peringatan Harla NU dikemas dalam “Festival Sungai Pelayaran” yang melintasi beberapa desa salah satunya Desa Tawangsari dan Desa Ngelom.

 

Persiapan menyambut Harla NU ini sudah jauh-jauh hari meliputi resik-resik sungai pelayaran yang dilakukan oleh Tendik dan siswa YPM, berbekal alat-alat kerja bakti dan karung yang sudah dipersiapkan sebelumnya, resik-resik sungai ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama mulai tahun 2017 yang di motori oleh mahasiswa pencinta alam UMAHA, resik-resik sungai ini dinamakan “Gerakan Nyemplung Kali alias GNK. Ungkap M. Choifin sebagai ketua pelaksana”

 

Sebelum pelaksanaan kegiatan peringatan Harla NU dilaksanakan, UMAHA menerjunkan tim survey kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, survey yang dilakukan untuk mengukur seberapa pentingnya bersih-bersih sungai bagi masyarakat sekitar.

 

Berdasarkan data hasil survey yang di dapat Desa Tawangsari dan Desa Ngelom sebanyak 124 responden menunjukan 86,3% warga mengetahui jika ada kegiatan bersih-bersih dilakukan oleh siswa dan mahasiswa naungan YPM, 60,5% warga setempat merasa tidak senang dengan banyaknya sampah di sungai sebelum dibersihkan, dan 94, 4% warga setempat merasa senang dengan kondisi air sungai yang bersih dari sampah sebab air merupakan sumber kehidupan bagi manusia, hewan dan tumbuhan.

BACA JUGA :   Kado Istimewa Pemkab Jombang Ke 112 Pecahkan Rekor Muri Remo Boletan Terbanyak 41.112 Penari

Warga setempat berharap terlibat dalam gerakan bersih-bersih dan harus terus dilanjutkan.

 

Berkaitan dengan Harla NU, mengingatkan pada sosok ulama besar K.H. M. Hasyim Latief pendiri YPM Sepanjang sekaligus seorang pejuang Hisbullah dimasanya menitahkan “Nek Pingin Urip Barokah Kudu Harokah (berjuang di NU)” senada dengan peringatan Harla NU saat ini memprogram Harla NU dalam menjalankan program SMP YPM 1, SMA HH 2, SMK YPM 1, SMK YPM 2, UMAHA dan YPM Sepanjang, salah satu bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus menggalang kebersamaan keluarga besar YPM sebagai promosi potensi yang ada.

 

Lomba mancing bareng-bareng pakai sarung ini tidak hanya siswa, mahasiswa, warga setempat termasuk ibu-ibu pun sudah mempersiapkan alat pancingnya untuk mengikuti, tetapi juga warga asing dari Somalia dan Afganistan juga mendaftarkan diri mengikuti lomba tersebut.

 

Peserta lomba mancing nantinya akan menikmati sensasi bagaimana “strike” di sungai pelayaran, sebab terdapat 10 ikan besar yang menjadi ikon lomba dengan kriteria lomba dengan menimbang bobot ikan yang paling berat menjadi juaranya. Sebanyak 2 kwintal ikan yang akan dilepas juga 40 ekor ikan Koi di lokasi lomba tersebut, rektor UMAHA dr. Hidayatullah yang nantinya mengawali pelepasan simbolis ikonik pelepasan ikan bersama dengan tamu undangan Forkopimka Kecamatan Taman pertanda lomba mancing sudah dimulai.

BACA JUGA :   PESONA KEARIFAN WISATA ALAM TELAGA JIWA MAMPU MENARIK HINGGA RIBUAN PENGUNJUNG

 

Panitia lomba tentunya sudah membagi titik-titik spot pelepasan ikan dan menjadinya menjadi 2 sesi, untuk mengantisipasi peserta lomba croded di satu titik maka sesi pertama pelepasan ikonik ikan dimulai sejak jam 05.30 dan sesi ke kedua jam 09.00 harapannya peserta lomba tetap bersemangat meraih juara.

 

Tidak hanya lomba mancing, terdapat juga serangkaian kegiatan memperingati Harla NU ini juga menerjunkan ratusan pasukannya GNK terdiri dari mahasiswa dan para siswa untuk menyusuri sungai di Desa Krembangan untuk membersihkan sungai pelayaran dengan jarak yang cukup jauh dari lokasi lomba. Ahmad Makki menyampaikan terkait dengan fokusnya NU saat ini adalah menjaga kerusakan lingkungan, maka dengan mempedomi fikih lingkungan (fiqhul bi’ah) dan ketentuan-ketentuan Islam yang bersumber dari dalil-dali yang terperinci tentang perilaku manusia terhadap lingkungan hidupnya dalam rangka mewujudkan kemaslahatan penduduk bumi secara umum dengan tujuan menjauhkan dari kerusakan. Adanya GNK ini menjadi satu kesantuan konsep, YPM menjaga keseimbangan alam dengan pembangunan berkelanjutan yang mempunyai korelasi dengan Hutan Wakaf yang saat ini terus dikembangkan yang dimulai dari hulu ke hilir.(Aila)

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Blitar Gencar Lakukan Patroli Cegah Gangguan Kamtibmas

Daerah

Jalan Rusak Hambat Akses Perekonomian Masyarakat, Sekjen LSM SRB Angkat Bicara

Daerah

Wakapolres Jombang Pimpin Gaktiplin Anggota Polri dan ASN

Daerah

Kapolres Malang Jalin Silaturahmi Toga Tomas

Daerah

Jelang Nataru 2023, DKUPP Sidak Harga Bahan Kebutuhan Pokok di Pasar Maron

Daerah

Kapal Selam KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam, Kapolresta Mojokerto Turut Do’a Bersama.

Daerah

Pelaku Usaha Pariwisata di Kabupaten Blitar Wajib Bayar Pajak Sebesar 50 Persen Bulan Juni – Juli 2020

Daerah

Terapkan KIP, Diskominfo Kota Mojokerto Gelar Coaching Clinic PPID