Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Jumat, 3 Mei 2024 - 19:15 WIB

HMI UPN Jatim Tolak Komersialisasi Pendidikan, Orang Miskin Dilarang Kuliah 

Surabaya,Sekilasmedia.com– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur (UPN Jatim) menggelar aksi di depan kantor DPRD Jatim dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Kamis (2/5/2024).

Kordinator aksi, Iqbal dalam orasinya mengatakan bahwa dunia pendidikan di Indonesia saat ini cenderung mengarah ke komersialisasi pendidikan. Sehingga orang tidak mampu sulit mengenyam pendidikan tinggi dengan baik.

Mencerdaskan kehidupan bangsa itu amanat konstitusi dan hak dasar rakyat yang harus dipenuhi negara. Namun faktanya dunia pendidikan cenderung jadi ajang komersialisasi sehingga hanya sebagian rakyat yang dapat mengenyam pendidikan dengan baik,” tegasnya.

Ironisnya lagi, Permendikbudristek No.2 tahun 2024 tentang Standart Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi juga semakin memberatkan keluarga kurang mampu sehingga mahasiswa baru yang masuk melalui jalur mandiri sulit diakses warga kurang mampu.

Iuran Pengembangan Institusi (IPI) nilainya fantastis sehingga sulit dijangkau warga kurang mampu dan semakin tinggi nilai IPI maka peluang diterima juga semakin tinggi padahal ketentuannya tidak boleh melebihi 4 kali BKT dengan UKT,” tegas Iqbal.

Jumah penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan S1 hanya 6,52% Untuk S2 lebih buruk lagi hanya 0,03% dan S3 hanya 0,02%. Sehingga SDM bangsa Indonesia rendah dan sulit bersaing dengan bangsa bangsa lain,” imbuhnya.

Dampak lain dari rendahnya tingkat pendidikan, kata Iqbal adalah rata-rata rakyat Indonesia hanya tuntas sekolah dasar sebesar 50 juta orang diikuti dengan peringkat PISA yang hanya menempati peringkat 71 serta peringkat literasi berada 11 terbawah dari 81 negara. Bahkan rata rata IQ orang Indonesia hanya 77 sehingga terendah di ASEAN.

Ditambahkan Iqbal, banyak lembaga pendidikan yang lebih mengedepankan prestasi dan gengsi institusi dibanding prestasi siswa secara keseluruhan ketika mengikuti ajang kompetisi.

Harusnya lembaga pendidikan lebih memikirkan bagaimana lulusan siswanya bisa bersaing di dunia kerja. Bukan hanya membesarkan nama besar institusi,” sindir  Iqbal.

Perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, lanjut Iqbal juga masih kurang. Hal itu terlihat tingkat kesejahteraan para guru khususnya Guru Tidak Tetap (GTT) karena gajinya di bawah UMK dan jelas melanggar UU Ketenagakerjaan

Makanya banyak guru yang tak fokus mengajar karena mereka masih terbebani mencari tambahan di luar pekerjaan mengajar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,” beber Iqbal dihadapan anggota Komisi E DPRD Jatim.

Diantara tuntutan HMI UPN Jatim yakni hentikan komersiaisasi pendidikan, tuntut Kemendikbudristek dalam pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, mendesak Kemendikbudristek perihal nasib mahasiswa perihal IPI dan menuntut penanggulangan secara cepat dampak kenaikan UKT.

Sementara itu Rosidi anggota Komisi E DPRD Jatim yang menerima audensi perwakian HMI UPN Jatim mengatakan bahwa pihaknya tahu betul apa yang menjadi keberatan dan tuntutan mahasiswa itu riil adanya dan dialami sebagian besar masyarakat Jatim khususnya yang memiliki anak yang sedang kuliah.

Saya juga seorang dosen di perguruan tinggi swasta, sehingga tahu betul apa yang menjadi keluhan mahasiswa khususnya dari keluarga kurang mampu yang keberatan dengan biaya kuliah,” kata politikus Partai Demokrat.

Kendati demikian, pihaknya juga tahu betul bahwa Perguruan Tinggi itu kewenangan pemerintah pusat, sehingga DPRD Jatim hanya mengakomodir dan menyerahkan langkah langkah selanjutnya kepada piminan DPRD Jatim untuk menindaklanjuti dan mencari solusi terbaik. (ud)

 

 

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Yatim Mandiri Blitar Dongengi Siswa SD Babadan 1 Wlingi

Daerah

Anggota Pospam Wates Wetan Lakukan Pengaturan Lalu Lintas,

Daerah

Polresta Sidoarjo Baksos Religi di Tempat Ibadah

Daerah

Dukung Program Vaksinasi, Bandara Juanda Tambah Layanan Sentra Vaksinasi Covid-19

Daerah

Sosialisasi Pemilu di SMA Darut Taqwa Dahan dan PKK Kebomas

Daerah

Taufiqul Umam Adakan Buka Puasa Bersama Fakir Miskin, Anak Yatim dan Janda Miskin

Daerah

Soal Anggaran Pemeliharaan Website Pemkab Ngawi, Kadin Kominfo Irit Bicara

Daerah

JAJARAN ANGGOTA POLSEK TEMPURSARI POLRES LUMAJANG, GELAR RAZIA (2.1)