Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:09 WIB

Bupati Mojokerto Memberikan Edukasi Melalui Kegiatan Sehati dan Sejoli di Desa Jatijejer

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati M.Si memberikan edukasi kepada lansia, ibu hamil dan para ibu balita melalui kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) yang digelar di Pendopo Balai Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (28/5/24) pagi.

Acara SEHATI dan SEJOLI turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Kepala DP2KBP2 Sugeng Nuryadi, Kepala Puskesmas Trawas Aita Yessi Silia, Camat Trawas Sugondo, Kepala Desa Jatijejer Akhmad Mujiono dan Forkopimca Trawas.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Jatijejer Akhmad Mujiono mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Bupati beserta rombongan dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang berkenan hadir di acara pagi hari ini.

”Saat ini Tahun 2024 jumlah penduduk Desa Jatijejer sebanyak 2.391 jiwa, jumlah ibu hamil tahun 2024 sebanyak 6 bumil, jumlah bumil resti 1 orang. Ibu hamil KEK 1 orang. Di Desa Jatijejer total jumlah balita keseluruhan 111 balita. Tahun 2024 jumlah balita stunting sebanyak 14 balita, jumlah lansia Desa Jatijejer sebanyak 373 lansia, jumlah lansia aktif 170 lansia dan yang aktif datang ke posyandu lansia sebanyak 172 lansia,” terang Akhmad Mujiono.

Bupati Ikfina menjelaskan, Ibu hamil tidak boleh kurang gizi yang bisa dilihat dengan cara ukur LILA tidak boleh kurang dari 23,5 cm, setelah melahirkan bayi wajib diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, setelah 6 bulan diberikan PMT dengan gizi seimbang tinggi protein sebagai zat pembangun, setelah usia 1 th anak diberikan makan seperti porsi orang dewasa dengan menu gizi seimbang.

Lansia harus mandiri dalam melakukan aktifitas, maka perlu diperiksa rutin kesehatannya yakni TD, GDA, Cholesterol, UA. Pemkab Mojokerto terus berupaya agar angka stunting terus menurun dan nihil. Karena itu, Bupati gencar menyampaikan bahaya stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) hingga kesehatan lansia.

“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bahaya stunting, nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah 20% dari standart. Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati Ikfina juga menghimbau kepada para ibu Balita dan kepada para Lansia agar rutin ke posyandu, mengikuti senam lansia sebagai kegiatan rutin yg bisa meningkatkan daya tahan tubuh juga menghilangkan stres. Karena pada saat ini penyakit tertinggi adalah Hipertensi dan Diabetes Melitus, untuk itu dihimbau pada para lansia agar tetap memperhatikan pola makan sehat. (Clara)

Share :

Baca Juga

Daerah

Peringatan Maulid , Wabup Ajak Teladani Sifat Nabi Muhammad.

Daerah

Polresta Sidoarjo Peduli Jamaah Harlah Satu Abad NU

Daerah

Luar Biasa Menyambut HUT RI ke-78 Pegawai Samsat Kraksaan Mengunakan Pakaian Baju Adat Dan Daerah

Daerah

Kodim 0815 Mojokerto Rotasi Antar Jabatan Babinsa

Daerah

Kejar Cakupan Standar Pelayanan Kebakaran, Dinas PMKP Gresik Lakukan Kolaborasi Bersama Stakeholder Terkait

Daerah

Antusiasme Binar Squad Dalam Edukasi Menjaga dan Merawat Warisan Budaya

Daerah

Tunjang Pelayanan Masyarakat, Resmikan Masjid Al Wahyu Polsek Buduran
Agustinus Surya Prihanta Siap Laksanakan Tugas DPRD

Daerah

Agustinus Surya Prihanta Siap Laksanakan Tugas DPRD