Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Selasa, 2 Juli 2024 - 18:13 WIB

Pertama Kali di Indonesia, Selecta Menjadi Tempat Wisata Bebas Sampah

Batu,sekilasmedia.com- Pasca di tutupnya TPA Tlekung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu PT. Selecta tidak merasa khawatir dengan bakal menumpuknya sampah organik dan anorganik di sekitar area Taman Rekreasi Selecta yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

Pasalnya tempat wisata menjadi tempat paling riskan terjadinya penumpukan sampah pasca ditutupnya TPA Tlekung Kota Batu, Jawa Timur.

Bahkan kini Taman Rekreasi Selecta menjadi tempat wisata pertama di Indonesia bebas sampah (zero waste) dan punya edukasi pengelolaan sampah. Ini terwujud setelah dalam tiga bulan terakhir, mereka berhasil mewujudkan zero waste atau nihil sampah.

Mereka tidak lagi mengirim sampah keluar, menuju TPS, TPA ataupun pembuangan sampah lainnya. Dengan menerapkan langkah reuse, reduse dan recycle untuk sampah anorganik. Sedangkan sampah organik, diolah jadi pupuk kompos dan pupuk cair untuk tanaman dan pakan ikan.

Saat dalam acara Launching Wisata Selecta Bebas Sampah (Zero Waste) yang berlangsung di Aula Hotel Selecta Kota Batu, pada Selasa (02/7), Direktur Utama PT Selecta Sujud Hariyadi, S,E dalam sambutannya menyampaikan, Selecta bertekad mewujudkan serta berkomitmen untuk melakukan zero waste atau nihil sampah.

“Ini sangat penting karena limbah sampah di Taman Rekreasi Selecta sudah mencapai puluhan ton perbulan, dan sampah tersebut bisa diolah menjadi pupuk organik dan pakan ternak,” terangnya.

Untuk melakukan penyelesaian masalah sampah, lebih lanjut menurut Sujud mengatakan bahwa selama puluhan tahun dirinya bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Namun dengan adanya permasalahan di TPA Tlekung, ia mencoba melakukan pemilihan sampah mandiri.

Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan lainnya. Kemudian sampah anorganik diambil oleh Desa Tulungrejo untuk dilakukan pengolahan di TPS3R Desa Tulungrejo.

“Tetapi pengolahan oleh Desa Tulungrejo tidak berlangsung lama. Karena sejak April 2024 kami bekerjasama dengan CV Indonesia Manuju Hijau untuk pengelolaan sampah secara mandiri di Selecta,” ujar Sujud.

Menurutnya jika diawal pengelolaan sampah secara mandiri ini tidaklah berjalan mulus. Divisi Hotel Selecta mengeluh keras karena ada bau air lindi. Namun seiring berjalannya waktu, pengelolaan sampah secara mandiri berhasil dilakukan.

“Dalam pengelolaan sampah ini, kami gunakan alat sederhana. Hingga akhirnya tidak ada lagi sampah yang keluar dari Selecta. Semua sampah selesai kami olah secara mandiri,” tuasnya.

Sementara ditempat yang sama menurut Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari mengapresiasi Selecta yang telah berhasil menyelesaikan masalah sampah secara mandiri. Sebab selama ini sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum teratasi. Baik di wisata darat maupun wisata laut.

“Seiring bertambahnya penduduk saya yakin sampah juga akan ikut bertambah. Namun hari ini, Selecta telah membranding dirinya dengan wisata bebas sampah pertama di Indonesia,” tuturnya.

Dari keberhasilan menyelesaikan sampah secara mandiri itu. Evi berencana akan menjadikan Selecta sebagai percontohan untuk desa-desa wisata di Jatim.

“Saya harap destinasi wisata tidak hanya bertahan, tapi terus berkembang kedepannya. Kami akan belajar ke Selecta, lalu mereplikasi apa yang yang dilakukan Selecta untuk desa-desa wisata,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekarf RI, Hariyanto menyampaikan, dengan adanya hal tersebut pihaknya semakin yakin bahwa penanganan kepariwisataan dan ekonomi kreatif, akan tergaransi dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak terutama masyarakat.

“Sekarang di Selecta memberikan pencerahan kepada kita smua, termasuk kami di Kemenparekarf. Betapa penanganan pariwisata yang melibatkan masyarakat, dipraktikkan di Selecta dengan baik, utamanya dalam penanganan sampah,” katanya.

Menurutnya terkait penanganan permasalahan sampah akan terus menjadi isu aktual. Bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia Internasional. Sekali salah menangani permasalahan sampah, maka akan keluar image kurang baik.

“Ini jadi tantangan tersendiri, jangan hanya dilihat dari kacamata negatif. Di Selecta telah melakukan pengelolaan sampah secara bijak, sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhannya,” ujarnya.

Dengan adanya hal tersebut, Yanto berharap Selecta dapat menginspirasi destinasi maupun pengelola wisata lain di Indonesia. Dimana Selecta tidak hanya menginisiasi, namun juga mempraktikkan.

“Kami ingin pada saatnya nanti, Selecta menjadi benchmark. Apalagi secara keseluruhan, wisata di Kota Batu sudah melegenda,” tutupnya. (BAS)

Share :

Baca Juga

Daerah

Wali Kota dan Pusat Perbelanjaan Modern Sepakat Hentikan Pemberian Kresek Plastik

Daerah

Kado Istimewa Pemkab Jombang Ke 112 Pecahkan Rekor Muri Remo Boletan Terbanyak 41.112 Penari
Komisi II DRPD Inisiasi Lahirnya Komisi Informasi Publik

Daerah

Komisi II DRPD Inisiasi Lahirnya Komisi Informasi Publik

Daerah

Pemkot Probolinggo Gelar Upacara Hari Santri Nasional Ke-VI Tahun 2020

Daerah

Bupati Malang Serahkan Hewan Kurban Ke PGRI Kabupaten Malang

Daerah

Polsek Kedungpring Terima Kunjungan Halal Bihalal Siswa Siswi TK dan SD Islam Desa Kedungpring

Daerah

Kapolresta Sidoarjo Tinjau Vaksinasi Booster Kedua bagi Anggota

Daerah

Geruduk Gedung DPRD Gresik, Perwakilan Massa PP Lakukan  Audensi Dengan Fraksi PDIP