Ditemukan Bayi Laki- laki Masih Merah Dalam Warung

Kondisi bayi laki-laki yang ditemukan dalam warung dengan keadaan menangis kemerahan. (Foto: Bowo)

Jombang,Sekilasmedia.com-Pagi belum sepenuhnya menyinari Dusun Jaten Kulon, Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ketika suara tangis bayi memecah kesunyian.  Suara itu berasal dari dalam warung desa yang tertutup rapat, sebuah warung kecil dan usang yang biasanya sepi di pagi hari.  Pak Yadi, tukang parkir yang rajin, mendengarnya saat ia pulang kerja.  Ia menghampiri warung tersebut, jantungnya berdebar kencang.

Di dalam bak mandi plastik, terbaringlah seorang bayi laki-laki mungil.  Kulitnya masih merah muda, lembut dan halus,  dengan sedikit bulu halus yang masih menempel di pipinya.  Pipinya yang tembam memerah karena tangis, dan matanya yang masih sayu terpejam rapat.  Bayi itu terbungkus rapi dalam pakaian kecil berwarna biru muda.  Selimut tipis berwarna putih menutupi tubuh mungilnya,  menambah kesan rapuh dan tak berdaya.  Pak Yadi mendekat, dan mencium aroma bayi yang lembut, harum susu dan bedak bayi yang samar.  Seolah-olah sengaja disiapkan, seolah-olah sang ibu masih menaruh harapan.  Pak Yadi, yang hatinya tersentuh, segera menghubungi perangkat desa, Pak Dudut Suheryanto.

BACA JUGA :  Ratu Dewa Meninjau kebakaran di Lorong Manggar 1 Kelurahan Lawang Kidul

Pak Dudut, bersama beberapa warga, bergegas menuju lokasi.  Mereka menemukan bayi itu dalam keadaan sehat, meskipun tampak sedikit lemas karena kelaparan dan mungkin kedinginan sesaat sebelum ditemukan.  Berat badannya 6 kg dan tinggi 60 cm,  proporsional untuk bayi berusia sekitar empat bulan.  Jari-jari tangan dan kakinya mungil dan sempurna.  Aroma susu dan bedak bayi masih tercium samar dari pakaiannya. Di dekat warung, tergeletak sebuah tas berisi susu formula merk SGM, popok merk Pampers, dan beberapa perlengkapan bayi lainnya, masih dalam kondisi baik dan bersih.  Sebuah petunjuk samar, sebuah harapan yang tertinggal.

BACA JUGA :  Dua Warga Pamekasan Terlibat Carok Hingga Harus Terima Perawatan Intensif

Bayi itu kemudian dibawa ke rumah bidan desa, Luluk Mufarokah.  Bidan Luluk memperkirakan bayi itu baru saja ditinggalkan, karena tubuhnya masih hangat dan tidak menunjukkan tanda-tanda hipotermia.  Ia merawat bayi itu dengan penuh kasih sayang, memberikan susu dan memastikan ia nyaman.  Setelah diberi susu, bayi itu tampak lebih tenang, matanya perlahan terbuka, dan ia menatap bidan Luluk dengan tatapan polos dan penuh harap.  Aroma tubuh bayi yang bersih dan wangi semakin menenangkan hati. Di rumah bidan, bayi itu untuk sementara waktu aman dan terlindungi.

Kapolsek Diwek, AKP Edy Widoyono, menjelaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk menemukan orang tua bayi tersebut.  Pihak kepolisian telah menghubungi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) dan Dinas Sosial untuk penanganan selanjutnya, termasuk penentuan masa depan bayi yang malang ini.

Penulis: bowo
Editor: Kayla