Rantauprapat,Sekilasmedia.com-Aksi kejahatan jalanan tak diberi ruang. Polres Labuhanbatu bersama Kodim 0209/Labuhanbatu mengencangkan langkah lewat *Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD)*. Patroli gabungan skala besar digelar Sabtu malam (31/5/2026), menyisir habis titik-titik rawan curas, curat, dan curanmor di jantung Kota Rantauprapat.
Langkah ini jadi jawaban atas keresahan warga terhadap aksi kriminalitas yang kerap mengintai saat malam akhir pekan. Kehadiran aparat berseragam lengkap di jalanan adalah pesan tegas: Rantauprapat bukan tempat aman bagi pelaku kejahatan.
*Komando Langsung di Lapangan*
Patroli dipimpin *Perwira Pengawas Iptu Roki P. Sianturi* dan *Perwira Pengendali Ipda Biccar Batubara*. Puluhan personel gabungan dari Sat Samapta, Sat Reskrim, Sat Lantas, Sat Intel, hingga Bhabinkamtibmas turun bersama anggota TNI dari Kodim 0209/Labuhanbatu.
Sebelum bergerak, seluruh personel apel kesiapan di Mapolres Labuhanbatu. Arahan Ipda Biccar tegas dan jelas:
“Petugas harus profesional, humanis, tapi tidak boleh ragu menindak pelanggaran. Utamakan keselamatan, jaga nama baik institusi, dan pastikan masyarakat merasa dilindungi,” tegasnya.
*Rute Jangka Panjang, Sasaran Titik Vital*
Tim bergerak menyusuri urat nadi kota. Mulai dari Jalan Sudirman dan Jalan Ahmad Yani yang jadi pusat perkantoran dan usaha, lalu menelusuri kawasan Brastagi Supermarket yang ramai hingga larut malam. Patroli berlanjut ke Pasar Malam Sampantao, titik kumpul warga dan pedagang. Setelah itu menyisir Jalan Sisingamangaraja dan menutup rute di kawasan SPBU Perdamean Sigambal yang rawan aksi begal dan curanmor.
Di tiap lokasi, personel tidak sekadar lewat. Mereka turun, memantau situasi kamtibmas, memeriksa kendaraan yang mencurigakan, berdialog langsung dengan pedagang dan warga, serta menyampaikan imbauan Kamtibmas. Polisi juga mengingatkan warga agar memarkir kendaraan di tempat aman dan tidak lengah dengan barang bawaan.
*Respons Warga: “Kami Merasa Aman”*
Kehadiran patroli gabungan disambut lega. Seorang pedagang di Pasar Malam Sampantao menyebut aksi ini sudah lama ditunggu.
“Dulu kalau malam agak was-was, apalagi bawa dagangan. Sekarang ada bapak polisi sama TNI lewat, jadi tenang. Mereka juga sering ngobrol, bukan cuma lewat saja,” ujarnya.
Warga lain di Jalan Sudirman mengaku efek jera langsung terasa. Jalan yang biasa sepi pengguna karena takut begal, malam itu kembali ramai aktivitas.
*Kapolres: Patroli Ini Komitmen, Bukan Seremonial*
*Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya* melalui *Kasi Humas AKP Aswin Irwan* menegaskan KRYD bukan kegiatan sekali lewat. Patroli antisipasi 3C akan dijadwalkan rutin dan insidentil.
“Melalui patroli rutin yang ditingkatkan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kehadiran Polri di lapangan merupakan bentuk nyata komitmen kami menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” ujar Aswin.
Ia menyebut sinergi Polri-TNI adalah kunci. TNI membantu pengamanan wilayah, Polri menindak hukum. Kolaborasi ini memotong ruang gerak pelaku sekaligus membangun kepercayaan publik.
“Keamanan bukan hanya tugas aparat. Tapi dengan patroli seperti ini, kami hadir untuk memimpin dan memastikan warga tidak berjalan sendirian menghadapi potensi kejahatan,” tambahnya.
Namun
Polres Labuhanbatu tidak berhenti di patroli. Data hasil patroli akan dipetakan untuk menentukan titik rawan baru. Personel Bhabinkamtibmas juga diminta meningkatkan sambang ke lingkungan RT/RW. Sementara Sat Reskrim siaga menindaklanjuti laporan warga 24 jam.
Pesan Kapolres jelas: siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban di Labuhanbatu, akan berhadapan langsung dengan aparat gabungan.
Dengan langkah preventif yang konsisten dan tegas, Polres Labuhanbatu menargetkan Rantauprapat tetap menjadi kota yang aman untuk bekerja, berusaha, dan beristirahat. Karena rasa aman bukan hadiah, tapi hasil kerja bersama.






