Sekilas Media telah terverifikasi Administrasi dan Faktual Dewan Pers

HOME << KATEGORI : Hukum

Ceroboh…!! Tumpukan Limbah B3 Dibuang Di lingkungan Rumah Warga

Ft. lokasi penimbunan limbah bahan beracun dan berbahaya di dusun watudakon, desa watudakon, kecamatan kesamben, jombang.

JOMBANG – Sekilasmedia.com Ribuan tumpukan karung yang berjajar di jalan penghubung antara Dusun Watudakon, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben dengan Dusun Pulosari, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang, merupakan berisi limbah bahan beracun dan berbahaya alias B3. Tumpukan karung yang berisi limbah B3 ditimbun di area tersebut, bertujuan untuk pengurukan tanah. Pasalnya, saat musim penghujan tiba, diarea itu sering terjadi banjir.

Namun, meski menggunakan pengurukan alternatif yakni limbah B3, hal itu sangat merugikan warga sekitar. Karena limbah B3 dari slag aluminium atau abu alumunium dari proses peleburan aluminium sekunder, bisa mencemari udara maupun air. Bahkan, dampak yang sangat membahayakan adalah masalah kesehatan. Sebab, slag alumunium mengandung kadar garam tinggi dan bahan berbahaya meliputi F, Co, Zn, Be dan Cr,  bila bereaksi dengan air menimbulkan ledakan beracun dan menimbulkan gas bau yang menyengat perih. Bau gas ini dihasilkan oleh logam aluminium yang melepaskan hidrogen,  karbit yang menghasilkan metan,  nitrit membentuk amoniak.

Sedangkan, Fosfor menghasilkan gas fosfin yang sangat toxic. Asalum juga mengandung sedikit  polychlorinat dibenzo-p-dioxin (PCDD) dan polychlorinat dibenzofuran (PCDF). Asalum yang tidak diolah akan mencemari air, tanah, udara melalui emisi, zat cair maupun bahan berbahaya.

Sementara itu, Khudori, warga Dusun/Desa Watudakon, saat ditemui mengatakan bahwa dirinya merasa terganggu dengan adanya timbunan limbah B3 tersebut. Karena timbunan limbah B3 itu, sangat dekat dengan rumah warga. Sehingga, kondisi kesehatan warga pun seharusnya diperhatikan sebelum melakukan penimbunan.

“Baunya ini sangat menyengat dan pedih dimata, ini bisa mengganggu kesehatan. Saya sangat resah, karena yang dibuang didekat rumah adalah limbah B3. Dan kalau masyarakat tahu, pasti akan menolak. Apalagi, jalan ini juga sebagai jalan alternatif ke Dusun lain, “tegasnya, Senin (27/08/2018).

Baca Juga :   KASUS OTT KOMPENSASI JALAN AKHIRNYA DIADILI

Khudori berharap, agar pemerintah segera mencarikan solusi. Agar timbunan limbah B3 tidak terulang kembali sebagai alternatif untuk pengurukan jalan.

“Apakah gak ada solusinya. Dan harusnya itu jangan seperti ini, ini kan merugikan orang, baik orang yang lewat, apalagi ada anak kecil, “pungkasnya.

Sekedar diketahui, membuangan limbah B3 secara sembarangan, telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolahan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya. Serta Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (zir/wo)

Telah dibaca : 21 kali.