HOME << KATEGORI : Kriminal

Dari 182 Perusahaan Legal di Indonesia, Salah Satunya PT Amoeba Internasional

Dari 182 Perusahaan Legal di Indonesia, Salah Satunya PT Amoeba Internasional
foto Kapolres Lumajang saaat melakukan konferensi pers

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Hasil dari release Humas OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terkait Siaran Pers Satgas Waspada Investasi yang telah diterima oleh Media, memuat 182 perusahaan yang dimasukkan dalam daftar ilegal investasi dan perlu ditindak. 182 perusahaan itu di bagi menjadi 3 klasifikasi yaitu, 133 Fintech Peer- to -peer lending, 22 gadai swasta dan 27 entitas penawaran investasi tanpa izin. Selasa (08/10/2019).

Pada urutan ke 25 entitas penawaran investasi tanpa izin tertera PT Amoeba Internasional (bisnis Q-net) yang tercantum sebagai salah satu entitas investasi ilegal yang harus di tindak.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban SH. SIK. MH. MM., yang juga merupakan putra daerah asli Kota Makassar itu, bersyukur pihak Satgas Waspada Investasi telah menyatakan PT Amoeba Internasional sebagai investasi illegal.

“Saya sangat mengapresiasi pihak OJK, pasalnya telah memasukan PT Amoeba Internasional sebagai daftar hitam sebagai investasi illegal. Dengan demikian Masyarakat luas tak perlu bertanya-tanya lagi tentang legalitas dari PT Amoeba Internasional, karena OJK sebagai pihak yang sangat berkompeten dibidangnya telah menyatakan perusahaan tersebut sebagai perusahaan yang illegal”

“Saya memang sangat aktif berkomunikasi dengan pihak OJK, dan Satgas Waspada Investasi untuk menyampaikan fakta-fakta dilapangan tentang bisnis Q-Net yang dijalankan oleh PT Amoeba Internasional, yang sangat merugikan Masyarakat. saya sampaikan tentang Pola kebohongan dalam menawarkan bisnis Q-Netnya, dan sistem cuci otak yang dijalankannya sangat berbahaya. Banyak Masyarakat kecil yang menjual sawah, menjual sapi bahkan sampai terlilit utang sampai saat ini karena doktrin UGD yang mereka terima. Doktrin ini singkatan dari Utang, Gadai , Dol (jual). mereka membujuk setiap member baru untuk mencari utangan ke teman, saudara bahkan sampai pinjam bank karena katanya sekali ikut pasti dalam waktu singkat uangnya akan kembali dan pasti akan kaya raya. mereka menunjukkan rumah-rumah mewah dan mobil-mobil mewah untuk mempengaruhi para member baru” tugasnya

Baca Juga :   Bupati Tegaskan ASN Harus Optimalkan Dalam Pelayanan Masyarakat

“Saya bersyukur saran-saran saya di terima oleh Team Satgas Waspada Investasi. Ini satu langkah kemenangan rakyat Indonesia. saya berharap dengan terbukanya kedok bisnis skema piramida, kedepan tak ada lagi model bisnis serupa. bisnis skema piramida harus hilang dari Indonesia, karena konsep bisnis skema piramida di indonesia sudah berjalan sekitar 30 tahun, sudah terlalu banyak korban, puluhan trilliun sudah terserap oleh para pelaku kejahatan kerah putih tersebut. mulai dari Danasonic, Gold Quest, Quest Net, Q-Net dan berbagai macam lainnya” ungkapnya,(Shelor)

Telah dibaca : 54 kali.