HOME << KATEGORI : Daerah

DPRD Kabupaten Mojokerto Studi Banding ke DPRD Kota Tangerang Selatan, Bahas Soal Tenaga Kerja dan Pendidikan

DPRD kabupaten Mojokerto komisi IV saat lakukan study di kantor Dewan tangerang selatan

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang tergabung dalam Komisi IV, melakukan studi banding ke kantor DPRD Kota tangerang selatan, Selasa (8/10/2010). Topik yang dibahas soal Raperda APBD tahun 2020 yakni bidang ketenagakerjaan, pendidikan dan kesehatan.

Dalam kesempatan kali ini kedatangan rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto yang dipimpin oleh H. Sopi’i, S.P. langsung diterima Kiblatulloh, S.H., M.Si. (Kepala Biro Hukum dan Perundangan Sekretariat DPRD Kota Tangerang Selatan) dan Drs. Azwar Annas, S.Pi. (Kasubag Humas dan Protokol setwan DPRD Kota Tangerang selatan ).

Kepala Biro Hukum dan Perundangan Sekretariat DPRD Kota Tangerang Selatan Kiblatulloh menyampaikan bahwa Kota Tangerang Selatan masih menjadi magnet bagi para pencari kerja di sejumlah daerah.

Tingginya investasi membuat kota bertajuk seribu industri dan jasa itu menjadi daya tarik pencari kerja. Kota Tangerang Selatan menjadi daya tarik para pencari kerja di daerah. “Kita sudah tahu, Kota Tangerang Selatan itu daerah perbatasan DKI Jakarta,” katanya.

,”Angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan termasuk terendah yang pertama di Banten,” Jelasnya.

Menurutnya, pengangguran merupakan masalah klasik yang akan terus ada di tiap daerah. Namun, bukan berarti pihaknya berpangku tangan. Berbagai upaya terus dilakukan mengurangi angka itu. Salah satunya dengan membuat job fair dan membuka Balai Latihan Kerja (BLK) dengan tujuh bidang kerja, seperti montir, perhotelan, dan menjahit. Kedua upaya ini dinilai sukses menekan pengangguran,” tambahnya.

Lebih lanjut Kiblatulloh menyampaikan, yang namanya pengangguran tidak akan bisa habis. Karena manusia itu bertumbuh kembang terus. Yang sekolah ada yang meneruskan, ada yang kerja. Belum lagi orang yang migran mencari kerja”.cetusnya.

Tak hanya itu, lanjut Kiblatulloh Belum lagi serbuan para pekerja asing. Banyak perusahaan masih memakai tenaga kerja asing untuk menduduki level tenaga ahli. Hal ini menjadi tantangan tenaga kerja lokal untuk bisa lebih bersaing.

Baca Juga :   Gara-GaraTeam Cobra, "Alun-Alun Lumajang Di Luruk Ribuan Peserta Goest

“Tenaga kerja asing itu, mereka bekerja ada yang legalnya, ada izin mempekerjakan tenaga asing, itu sudah ada yang dikeluarkan Kemenaker dan oleh kita.

Sementara untuk tenaga kerja asing yang ilegal terkait pengawasan orang asing itu ada POA dari imigrasi yang terkoordinasi dengan Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik), karena pihak Disnaker juga menjadi bagian darinya.

“Para tenaga kerja asing ini, kebanyakan menjadi tenaga ahli. Bukan buruh kasar. Tetapi, kalau ada orang kita yang memang dianggap mumpuni untuk posisi itu, biasanya mereka pakai lokal”, Dijelaskannya, para pengangguran di kota itu didominasi lulusan SMP, SMA/SMK, hingga sarjana. Tingginya angka pengangguran tidak berbanding lurus dengan jumlah lowongan kerja yang ada.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan terus bertambah di antaranya jumlah lowongan kerja yang disediakan perusahaan hanya 4.036 lowongan/tahun”, Pengentasan masalah pengangguran itu dibutuhkan komitmen dari semua pihak, baik pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.

“Pemerintah memiliki PR menyediakan lapangan kerja bagi 70 ribu orang, meskipun banyak industri berada di Kota Tangerang. Oleh karenanya hal tersebut menjadi tantangan bagi kami, untuk bisa memenuhi kompetensi warga mendapatkan lapangan kerja, siapa pun yang ada di Kota Tangerang Selatan harus berbuat sehingga angka pengangguran itu bisa lebih ditekan.

“Selain membuka lapangan kerja, solusi untuk mengatasi pengangguran di Kota Tangerang Selatan adalah dengan entrepreneurship atau membuatkan program kewirausahaan untuk masyarakat banyak”, Entreprenership untuk lebih mendorong masyarakat agar memiliki daya saing dan memiliki kemandirian. Terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah terbuka lebar.

“Kami juga akan fokus pada program entrepreneurship untuk mengatasi persoalan pengangguran. Nanti di sekolah akan diberikan materi kewirausahaan, tapi sifatnya lebih ke workhsop”.

Baca Juga :   Prestasi Opini WTP LKPD Kembali Diraih Pemkab Mojokerto

Aplikasi Siap Kerja Untuk Mencari Lowongan Pekerjaan sudah dipersiapkan dengan nama “Siap Kerja” sebagai wadah bagi para penganggur untuk mendapatkan informasi tentang lowongan kerja di Kota Tangerang Selatan yang mudah digunakan. “Aplikasi ini juga didukung dengan kolom jenis pekerjaan bagi para pelamar.

Selanjutnya adalah dengan menyediakan BLK untuk mereka yang ingin menekuni keterampilan tertentu”.Pungkasnya. (wo/ADV)

Telah dibaca : 23 kali.