HOME << KATEGORI : Daerah

Fuadi Hartono: Selamat Kapolda Dan Wakapolda Jatim Baru Untuk Jatim More Kondusif; Bhayangkara FC U17-U14: Semoga Kami Bisa Berikan More Prestasi

Irjen Luki, Fuadi H.SH, Brigjen Iqbal

Reporter: tim
Editor: Siswahyu

SURABAYA (sekilasmedia.com) Dua pemerhati masalah sosial Jatim yang sekaligus termasuk deretan pengacara ternama Fuadi Hartono SH MBA dan Sudarmadi SH melihat vitalnya rotasi yang dilakukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada pimpinan Mapolda Jatim, dengan merotasi Kapolda dan Wakapolda sekaligus yang kemudian dipercayakan kepada duet baru Irjen Pol. Luki Hermawan sebagai Kapolda Jatim baru dan Brigjen Pol. M.Iqbal sebagai Wakapolda Jatim baru. Duet yang dinilai oleh Fuadi Hartono sebagai duet yang luar biasa untuk Jatim more, lebih, kondusif. Sedangkan jajaran manejemen tim sepakbola Bhayangkara FC ‘Junior-Anak’ U17-U16-U15-U14 yang dibawah binaan Polda Jatim berharap untuk ke depan bisa memberi more, lebih, prestasi kepada Kapolda Jatim baru dan Wakapolda Jatim baru.

*DUET LUAR BIASA KAPOLDA JATIM BARU IRJEN POL. LUKI HERMAWAN DAN WAKAPOLDA JATIM BARU BRIGJEN POL. M.IQBAL*
Menurut Fuadi Hartono, banyak penyebab kenapa duet Kapolda Jatim baru dan Wakapolda Jatim baru itu disebutnya luar biasa. Salah satu hal terpenting menurut Fuadi adalah background pengalaman masing-masing yang sempat menempati posisi-posisi strategis di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, masing-masing telah memiliki pengalaman luas di lingkungan kepolisian, terutama di Mabes Polri.  “Pada kantor pusat kepolisian Indonesia itu Irjen Pol. Luki Hermawan menjabat Wakabaintelkam, sedangkan Brigjen Pol. M.Iqbal menjabat Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri,” ungkap Fuadi Hartono yang peduli masalah sosial hingga ada sejumlah anak Indonesia yang dibeayainya kuliah pada Fakultas Hukum.

Menurut Fuadi, posisi Wakabaintelkam merupakan salah satu posisi strategis di Mabes Polri yang salah satu tugasnya soal ke-intel-an sekaligus yang berhubungan dengan keamanan. Posisi yang strategis namun banyak dilakukan dengan ‘senyap’ atau diam-diam sehingga sedikit banyak hal yang diam itu berpengaruh pada diri Irjen Pol.Luki Hermawan yang relatif lebih banyak di belakang layar,  wawasan cakrawaka-nya luas namun banyak dalam diam, senyap. Hal yang kontras ada pada Brigjen Pol.M.Iqbal yang menduduki Karo Penmas, yang justru harus banyak tampil di depan publik (juga di depan media, red.) untuk ‘mewakili’ Mabes Polri sebagai corong informasi yang harus diberikan secara terbuka dan tidak boleh salah. Perpaduan yang pas dengan Irjen Pol.Luki Hermawan.

*FUADI HARTONO: SELAMAT DAN SELAMAT DATANG IRJEN LUKI HERMAWAN DAN BRIGJEN M.IQBAL, I AM SURE JATIM MORE KONDUSIF*
Dengan melihat posisi-posisi strategis yang pernah ditempati Irjen Pol.Luki Hermawan dan Brigjen Pol.M.Iqbal di Mabes Polri, serta perpaduan yang komplit saling melengkapi diantara mereka, Fuadi Hartono yakin Jawa Timur akan more, lebih, kondusif dan lebih aman. Menurut Fuadi, sangat tepat Kapolri Jenderal Tito Karnavian memilihkan pemimpin di Mapolda Jatim. Sesuatu yang penting bagi Jatim apalagi akan ada Pemilihan Umum serentak, antara Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden, 17 April 2019.

Tahapan Pendaftaran masing-masing pun telah dilaksanakan, dimana terakhir adalah pendaftaran Capres-Cawapres yang telah ditutup tanggal 10 Agustus 2018 yang memunculkan dua pasangan Capres-Cawapres yaitu Joko Widodo-KH.Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Sandiaga Uno, red.). “I am sure, Jawa Timur will be more aman, more kondusif. Selamat dan selamat datang Irjen Pol.Luki Hermawan dan Brigjen Pol.M.Iqbal semoga selalu sukses,” ungkap Fuadi Hartono yang alumni Amerika Serikat dan memiliki kantor di Jakarta serta di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Baca Juga :   USAI SHOLAT JUM'AT BUPATI BERDIALOG DENGAN JAMA'AH

*MUTASI BERDASARKAN ST KAPOLRI JENDERAL TITO KARNAVIAN*
Sekadar catatan rotasi cukup besar-besaran sedang dilakukan Kepolisian Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, termasuk mutasi Kapolda Jatim Irjen Pol.Machfud Arifin dan Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Widodo Eko Prihastopo diantaranya melalui Surat Telegram (ST) Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang bernomor ST/2015/VIII/KEP/2018 dan nomor ST/2014/VIII/KEP/2018 (13/8/2018).

Untuk pos jabatan Kapolda Jatim yang baru ditempati Irjen Pol.Luki Hermawsn sedangkan Wakapolda Jatim baru ditempati Brigjen Pol.M.Iqbal. Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol.Frans Barung Mangera. Untuk itu pada bagian lain Fuadi Hartono juga mengucapkan terima kasih kepada Irjen Pol. Machfud Arifin dan Brigjen Pol. Widodo Eko Prihastopo yang telah menjalankan dengan baik selama bertugas sebagai Kapolda Jatim dan Wakapolda Jatim. Fuadi Hartono sekaligus juga tak lupa mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Machfud Arifin yang mendapatkan tugas baru sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Mabes Polri. Begitu pula Fuadi Hartono memberi ucapan selamat kepada Brigjen Pol. Widodo Eko Prihastopo yang mendapatkan tugas baru sebagai Kapolda Riau.

*MANEJEMEN BHAYANGKARA FC U17-U14: SELAMAT KAPOLDA JATIM BARU IRJEN LUKI HERMAWAN DAN WAKAPOLDA JATIM BARU BRIGJEN M.IQBAL*
Pada bagian terpisah tim sepakbola Bhayangkara FC ‘Junior-Anak’ U17-U16-U15-U14 yang dibawah binaan Polda Jatim (dengan Manejer AKBP Eddwi Kurniyanto transisi AKBP Harviadhi Agung Pratama, red.) juga mengucapkan selamat kepada Kapolda Jatim baru Irjen Pol.Luki Hermawan dan Wakapolda Jatim baru Brigjen Pol.M.Iqbal, semoga menjadikan Polda Jatim lebih sukses ke depan. Sementara jajaran sekretaris manejemen ke bawah, pula berharap Bhayangkara FC U17-U16-U15-U14 agar bisa mempersembahkan prestasi yang lebih jauh lagi untuk Kapolda Jatim yang baru maupun Wakapolda Jatim yang baru. Diantara prestasi yang pernah diraih adalah Juara 1 Piala Suratin U15 se-Kota Surabaya dan juga Juara 1 se-Jawa Timur untuk Piala Suratin U15 itu oleh Bhayangkara FC U15 pada tahun 2017, pada awal-awal transisi terbentuknya tim Bhayangkara FC ‘Junior-Anak’ sebagai binaan Polda Jatim.

Pada tahun 2017 itu pula Bhayangkara FC U13 gabungan Bromo FC-Metro Citi menjadi Juara 1 nasional Bali Youth Tournament di Denpasar Bali. Sedangkan pada tahun 2018 ini beberapa prestasi juga telah diraih. Diantaranya Juara 1 Piala Suratin U15 se-Kota Surabaya yang diraih Bhayangkara FC U15 setelah dalam final mengalahkan Persebaya Surabaya. Atas prestasi tersebut Bhayangkara FC U15 berhak melaju ke Babak Provinsi Jatim Piala Suratin U15 yang kemungkinan akan dilaksanakan di Surabaya ranggal 24-26 Agustus 2018.

*BHAYANGKARA FC U16 JUARA 1 PIALA MENPORA ZONA SURABAYA, LALU BHAYANGKARA FC U14 JUARA 1 ZONA SIDOARJO DAN JUARA 2 BABAK PROVINSI JATIM*
Pada tahun 2018 ini pula tim yang pada tahun 2017 bernama Bhayangkara FC U15 telah naik tingkat menjadi Bhayangkara FC U16, berhasil pula menjadi Juara 1 Liga Sepakbola Pelajar (LSP) Piala Menpora U16 Zona Surabaya-Sidoarjo dan sekitar setelah dalam final juga mengalahkan Persebaya Surabaya. Sehingga berhak maju ke Babak Provinsi Jatim yang akan dilaksanakan di Stadion Menak Sopal Trenggalek pada tanggal 21-26 Agustus 2018.

Pada tahun 2018 ini pula tim yang pada tahun 2017 bernama Bhayangkara FC U13 telah naik tingkat menjadi Bhayangkara FC U14, berhasil menjadi Juara 1 LSP Piala Menpora U14 Zona Sidoarjo dan sekitar. Sehingga berhak melaju ke Babak Provinsi Jatim, yang mengantarkan mereka berada di Malang-Jatim pada tanggal 8-11 Agustus 2018, bertanding di Stadion Gajayana luar. Dalam pertandingan Babak Final versus Akademi Arema (11 Agustus 2018 bertepatan HUT klub AREMA FC yang disaksikan bos Arema, Iwan Budianto, red.), Bhayangkara FC U14 sempat unggul 1-0 terlebih dahulu. Namun dengan wasit memberikan tambahan waktu 3 menit, lantas Bhayangkara FC U14 kebobolan pada saat pertandingan tinggal 1 menit. Kedudukan 1-1, adu penalti, nasib Bhayangkara FC U14 kurang baik sehingga harus puas menjadi Juara 2 se-Jatim meskipun ada dugaan kuat dikerjai wasit dan panitia.

Baca Juga :   DI PREDIKSIKAN PUTUS RANTAI, KHASUS DUGAAN MONEY POLITIK DI PRONOJIWO

*MENPORA IMAM NAHRAWI HARUS SERIUS TINDAK KECURANGAN, BHAYANGKARA FC U17-U14 PERLU PENASEHAT HUKUM UNTUK TANGANI KECURANGAN*
Indikasi kuat kecurangan demi kecurangan yang dilakukan suatu panitia kejuaraan/turnamen dan wasit beserta perangkat pertandingan sepakbola, termasuk dalam sejumlah Piala Menpora Kelompok Usia (KU/ ‘junior-anak’, red.) yang terus berlangsung, dirasakan oleh banyak pelatih dan official namun tidak berdaya jika tidak ada yang berani protes. Bahkan yang berani protes keras seperti sempat beberapa kali dilakukan tim Bhayangkara FC ‘Junior-Anak’ ternyata tidak berimbas terbukti dengan terus terjadinya kecurangan demi kecurangan terhadap tim-tim lain yang dicurangi namun memilih diam seperti sejumlah tim dari Lamongan, Mojokerto, Surabaya dan lain-lain.

Dalam konteks sepakbola umumnya, Menteri Pemuda Dan Olahraga Imam Nahrawi dalam berbagai kesempatan sering mengatakan akan memberantas mafia sepakbola namun dalam kenyataan tidak dilaksanakan, bahkan untuk Piala Menpora sekalipun serasa lemah pengawasan pihak Menpora terhadap jalannya pertandingan turnamen/kejuaraan yang dinaunginya sehingga tak jarang ditangani oleh suatu panitia yang terlibat mafia.

*BHAYANGKARA FC U17-U14 PERTIMBANGKAN PUNYA PENASEHAT HUKUM NAMUN BELUM ADA YANG DIANGGARKAN KHUSUS HAL TERSEBUT*
Hingga banyak tim pun sempat saling curhat perlu-nya pengawasan yang lebih ketat oleh pihak Menpora, perlu ada pengawas dari Menpora yang kemudian berkolaborasi dengan penindakan, dan menurut mereka jika dirasa perlu melibatkan kepolisian. Dibawa ke ranah pudana seperti yang juga pernah disampaikan Menpora Imam Nahrawi dalam sejumlah kesempatan. “Mungkin Bhayangkara FC perlu penasehat hukum juga jika Menpora tidak bertindak,” ungkap sejumlah official tim-tim lain, karena melihat Bhayangkara FC ‘junior-anak’ yang dibawah binaan Polda Jatim.

Perintis Bhayangkara FC ‘junior-anak’ yang berembrio dari Bromo FC yang awalnya Achmad Yari-Choirul-Setiawan, yang kemudian bertambah bos Nanda-Irfan-Slamet-Dimas-Agung-Harsoyo-Nanda terapis- Benz Brahim-Siswahyu media officer dkk, pun mempertimbangkan usulan-usulan berbagai pihak tersebut.

*BHAYANGKARA FC U17-U14 PERTIMBANGKAN PUNYA PENASEHAT HUKUM NAMUN BELUM ADA YANG DIANGGARKAN KHUSUS UNTUK HAL TERSEBUT*
Dari berbagai usulan sejumlah official tim-tim lain dalam berbagai turnamen/kejuaraan sepakbola, tim Bhayangkara FC U17-U16-U15-U14 sempat menampung usulan tersebut untuk memiliki Penasehat Hukum tersendiri. Meskipun tumpuan utama tetaplah pada Menpora Imam Nahrawi dan jajaran yang diharapkan lebih serius memberantas mafia sepakbola apalagi dalam persepakbolaan ‘junior-anak’ yang harusnya jauh lebih fairplay sekaligus untuk menanamkan jiwa sportivitas kepada para bibit pesepakbola itu.

Merespons berbagai pihak agar Bhayangkara FC ‘junior-anak’ memiliki Penasehat Hukum sendiri, sempat terbersit nama-nama top seperti Fuadi Hartono SH MBA, lalu Sudarmadi SH, Gardi Gazarin SH dan sejumlah nama lain. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926.

Telah dibaca : 73 kali.