HOME << KATEGORI : Daerah

Gubernur jawa timur Pakde Karwo Komentari Biografi Bupati sidoarjo Sosok Pemimpin “Bloko Suto”


Sidoarjo Sekilasmedia.com
Sesaat setelah selesai menghadiri sebuah acara di Surabaya, The 6 “ Koperasi dan UMKM Expo 2018, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah memberikan sebuah buku Biografi dirinya kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo, buku tersebut diberikan kepada Soekarwo secara spontanitas, Rabu, 15/8 di Grand City Mall Surabaya.

Buku berjudul `Bloko Suto, sebelumnya dilaunching Kamis, (9/8) Di Pendopo Delta Wibawa. Buku setebal 117 halaman tersebut di launching tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 69 tahun Bupati Saiful Ilah.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang dikenal suka memberikan joke – joke lucu saat sambutan itu  berkomentar terkait buku biografi yang baru saja dikasih Bupati Saiful Ilah, “ luar biasa sosok Bupati Sidoarjo ini, sesuai dengan judul buku biografinya orangnya pekerja keras kalau bicara apa adanya, beliau ini salah satu tokoh di Sidoarjo tidak hanya sebagai Bupati tapi juga sebagai pengusaha sukses, saya kira buku ini menarik untuk dibaca”, ujar Soekarwo.

Buku berjudul Bloko Suto catatan dari Guk Giri Wong Darjo itu bercerita tentang kisah perjalanan hidup Saiful Ilah, lahir dari sebuah desa yang terpencil, dekat dengan daerah tambak dan jauh dari pusat kota Sidoarjo, tepatnya di Desa Sawoan Kecamatan Buduran. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani tambak.

Buku ini mengupas mulai dari Saiful kecil yang hidup dilingkungan keluarga petani tambak hingga menjadi orang nomor satu di Kota Udang Bandeng Sidoarjo. Buku tersebut juga menceritakan pergaulannya di tengah masyarakat, menurut catatan dari penulis, sosok Saiful Ilah sudah mempunyai bakat pemimpin sejak dari kecil.

Dalam buku ini juga diceritakan, Ia dikenal sosok pribadi yang apa adanya, bicaranya yang blak – balak’an atau dalam bahasa jawanya “Bloko Suto”. Hingga menjadi seorang Bupati pun tidak berubah, cara bicara dan gayanya masih sama seperti dulu, tampil apa adanya dan dekat dengan semua kalangan, mulai petani hingga pengusaha. Sosoknya yang ramah dan pekerja keras, membuat siapa saja cepat merasa dekat dan akrab, pergaulannya yang luas menjadikan dia sosok tokoh yang dikenal lintas organisasi dan lintas agama.

Baca Juga :   Badan Pertanahan Nasional Sidoarjo Bagikan 1000 bidang Sertifikat Tanah PTSL

Ada yang menarik dari cara memimpin seorang Saiful Ilah, selama menjabat Bupati Sidoarjo mulai tahun 2010 hingga sekarang terpilih kembali menjadi bupati di periode kedua, pintu Pendopo Rumah Dinas Bupati yang ditempati sehari – hari terbuka 24 jam untuk tamu.

“ Kapan saja warga Sidoarjo bisa datang menemui Abah Ipul di rumah dinasnya di Pendopo Delta Wibawa, mulai dari urusan pemerintahan hingga sekedar silaturahmi”, terang Guk Giri.

Kisah dalam buku ini juga menjadi menarik karena bukan hanya menyajikan kisah keberhasilan semata. Namun, yang lebih penting lagi, bahwa dalam meraih keberhasilan ada banyak tantangan, cobaan, hambatan, juga liku-liku yang harus dilalui,”kata Guk Giri yang memiliki nama lengkap Imam Sugiri, selaku penulis.

Sementara itu saat ditanya ihwal panggilan sehari-hari sebelum menjadi Bupati Sidoarjo, Ia mengaku, “ dari dulu orang memanggil saya Abah Ipul dan ternyata sampai sekarang pun sudah jadi Bupati masih banyak yang panggil saya Abah Ipul, saya merasa senang malahan dipanggil Abah Ipul terasa lebih akrab”, terangnya.

Bupati Abah Ipul mengaku tidak ingin terlalu membanggakan diri secara berlebihan terhadap kesuksesan yang telah dicapai sebagaimana yang tertulis dalam buku Bloko Suto.

“Namun yang ingin saya tularkan kepada generasi muda adalah semangat dan harapan untuk berbuat yang terbaik dalam hidup ini,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap penulisan buku, menurutnya informasi bila tidak disampaikan atau dibukukan, maka akan lenyap.

Karena itu informasi yang penting lewat buku dapat terekam dan diketahui masyarakat itu, sehingga jejak-jejak perjuangan bisa diikuti oleh masyarakat khususnya generasi muda,

“Sejarah bila tidak ditulis akan kehilangan arah, dan generasi kita membutuhkan goresan tinta sejarah untuk menumbuhkan semangat berjuang meraih cita – cita.” katanya. (kominfo/sud)

Baca Juga :   Pengamanan Dipelabuhan Ketapang Diperketat Menjelang Pertemuan IMF.

Telah dibaca : 9 kali.