HOME << KATEGORI : Daerah

Jaran Bodhag Sebagai Ikon Semipro 2019

Jaran Bodhag Sebagai Ikon Semipro 2019
Foto Jaran Bodhag Sebagai Ikon Semipro 2019

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Pemerintah kota Probolinggo kembali gelar event tahunan Seminggu di kota Probolinggo (Semipro) dalam rangka peringati hari jadi kota Probolinggo yang ke 660. Awal pembukaan acara di meriahkan oleh pemecahan rekor muri Festival Ikan Asap Crispy dengan pengasapan terbanyak 10.240 ikan serta pertunjukan Jaran Bodhag yang di bawakan ratusan pelajar kota Probolinggo.

Acara berlangsung didepan Makodim Kota Probolinggo, Sabtu (31/8). Hadir dalam acara tersebut Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin, Wawali HMS Subri, Kapolresta Probolinggo, Para Asisten Walikota, Kepala OPD serta beberapa tamu undangan dan masyarakat.

Ketua panitia Semipro Ir. Gogol Sudjarwo mengatakan, Semipro kali ini juga dalam rangka memperingati Hari Jadi kota Probolinggo yang ke 660, Semipro sebuah konsistensi pemkot Probolinggo dalam upaya pengembangan pariwisata melalui even wisata tahunan yang mengusung tema “Colorfull Probolinggo” yang bermakna warna-warni budaya etnik lokal kota probolinggo yang mengesankan.

“Event semipro ini juga untuk menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dan persatuan masyarakat, tujuan semipro mewadahi kreatifitas seni, ajang promosi, rekreasi dan edukasi masyarakat, semipro di mulai 31 Agustus – 7 September 2019 dengan berbagai macam hiburan,” paparnya

Sementara dalam kesempatan yang sama Walikota Habib Hadi zainal abidin menyampaikan, dirinya akan berkomitmen akan melanjutkan program yang sudah baik, membenahi program yang ada di pemerintahan sebelumnya. Senyampang program tersebut mempunyai dampak positif di masyarakat.

“Semipro ke-11 bertema “colorfull probolinggo” yang artinya kota Probolinggo memiliki keberagaman seni budaya dan kulinernya, untuk itu kami lebih menghadirkan seni budaya lokal seperti tag line kami Impressive Probolinggo City,” ujar walikota

Gelaran semipro di buat untuk mewadahi kreatifitas seni bagi para seniman dan anak-anak muda di kota Probolinggo, menggairahkan ekonomi lokal bagi para UMKM, PKL sekaligus promosikan wisata budaya.

Baca Juga :   Babinsa dan Warga Desa Tunjukkan Keeratan Hubungan Dengan Mempersiapkan Lomba Antar Desa

Seperti diketahui kota Probolinggo tidak memiliki wisata alam tetapi hanya memiliki wisata buatan dengan memanfaatkan pesisir pantai. Oleh sebab itu kita harus menggerakkan wisata yang ada melalui wisata seni budaya.

“Apalagi Kementrian Pariwisata telah menetapkan kota Probolinggo sebagai penyangga wisata di kawasan Bromo, Tengger, Semeru, kita patut berbangga karena Kementrian Pendidikan Kebudayaan RI telah menetapkan 2 warisan budaya tak berbenda yang menjadi ikon semipro yaitu Jaran Bodhag dan Sapi Brujul,” tandas Walikota.(rul)

Telah dibaca : 23 kali.