HOME << KATEGORI : Peristiwa

JEMBATAN KEMBAR DI DESA GROBOBOKAN MAKAN KORBAN LAGI

LUMAJANG, (sekilasmedia com) , 15 gustue 2018  ,13,53 WIB Terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan kembar buk panjang masuk Desa Grobogan Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Rabu (15/8/2018).

Jembatan yang mulanya landai dengan lalu – lalang kendaraan bermotor ini sontak sempat menjadi ramai dikerumuni pengendara yang berhenti ingin tau jelas apa yang sebenarnya terjadi.

Kecelakaan itu, terjadi di jembatan sebelah timur, jalur lalin searah ke arah selatan. Saat itu ada dua kendaraan dum truck muatan pasir nopol N 9801 U mogok di jembatan sebelah barat jalur lalin ke arah utara. Sehubungan dengan itu, muatan pasir dipindah ke dum truck satunya dengan nopol N 9751 QS.

Jalur lalinpun tertutup, sehingga laju kendaraan dari arah selatan dialihkan ke jembatan sebelah timur. Tanpa diduga, pengalihan jalur lalin itu membuat laju kendaraan dari arah utara sebagian kaget, ada kendaraan berduyun dari arah selatan hingga salah satu dari rayapan kendaraan dari dua arah berlawanan itu bertabrakan.

Hasil pantauan di lapangan, sekitar jam 09:46 wib tidak ada satupun polisi yang melakukan penjagaan juga minim rambu pengalihan, hanya ada tong dan bambu ditata di jalur masuk jembatan dari arah selatan sementara dari utara tidak ada.

Kecelakaan melibatkan, dua pengendara kendaraan bermotor, diantaranya Dadang Kurniawan (20) warga Desa Kudus Kecamatan Klakah dengan Romse (20) warga Pesawahan Kecamatan Tiris  Probolinggo.

Salah seorang saksi berkata, saat itu Dadang Kurniawan mengendarai sepeda motor Supra 125 nopol N 1508 ZW dari arah utara, setibanya ditengah jembatan, nampaknya tak menduga jika ada pengalihan arus, dan bertabrakan dengan truck nopol N 8134 UQ yang dikendarai oleh Romse.

“Trucknya dari selatan, dan sepedanya dari utara. Tiba – tiba tabrakan,” kata saksi, namun ketika ditanya nama, ia terkesan diam.

Baca Juga :   Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Mengalami Kecelakaan Tunggal

Sempat bersitegang, dimana Romse menuding jika Dadang berkendara terlalu kencang. Sementara Dadang, sembari menahan sakit ia berkata jika dirinya sudah benar, ia tak menduga jika saat itu kendaraan dari arah selatan yang seharusnya lewat dijembatan sebelah barat saat itu dilewatkan sebelah timur sementara menurutnya dari sisi utara tak ada peringatan dan penjagaan.

Akibat kejadian itu, sepeda motor yang dikendarai Dadang alami rusak parah dan dirinya luka ringan serta jalannya tertatih menahan sakit.

Selang beberapa lama, nampak mobil ambulance datang membawa Dadang  ke  Puskesmas terdekat. Dan orang tua Dadang yang saat itu nampak menahan emosi berkata akan melapor ke polisi lalu pergi. dalam kadaan tidak sadar ketika melihat anaknya ter kketak di aspalan sambil menahan  sakit, pungkasnya ( lkt)

Telah dibaca : 67 kali.