HOME << KATEGORI : Hukum

Korban Pemerkosaan Mengeluh, Lantaran Berkas Pemerkosaan Tidak Kunjung P21

Korban Pemerkosaan Mengeluh, Lantaran Berkas Pemerkosaan Tidak Kunjung P21
foto Keluarga korban pemerkosaan

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Perkara pidana pemerkosaan terhadap seorang perempuan yang mengalami retardasi mental terus menyedot perhatian dan kepedulian publik.

Polres Probolinggo kembali memeriksa psikiater asal Surabaya untuk melengkapi berkas perkara Tersangka Heri. “Hari ini korban dan tersangka kembali diperiksa oleh psikiater dari Surabaya. Ini guna melengkapi petunjuk dari Jaksa,” kata Reni, Penyidik Unit PPA Polres Probolinggo pada Rabu 9 Oktober 2019.

Lika liku perkara ini dikeluhkan oleh keluarga korban karena korban dan para saksi berkali-kali diperiksa oleh Penyidik dan berkas perkara juga tidak kunjung P21.

“Hemat kami, perkara perkosaan terhadap NF alat buktinya sudah cukup dan sangat meyakinkan. Mulai dari saksi, surat, petunjuk, dan ahli. Jadi tidak ada alasan bagi Jaksa untuk tidak menyatakan berkas lengkap (P21). Perkara ini harus diprioritaskan karena sudah human interest. Waktu 14 hari adalah waktu maksimal bagi Jaksa untuk melakukan penelitian (Pasal 110 KUHAP). Jadi karena ini perkara prioritas maka tentu saja penelitiannya tidak perlu menunggu waktu maksimal 14 hari,” jelas Dwi Sumitro, SH, MH kuasa hukum korban NF.

Bahkan masyarakat Besuk mengultimatum Kejaksaan Negeri Kraksaan akan melurug Kantor Kajati Jatim di Surabaya jika berkas perkara pemerkosaan ini tidak kunjung dinyatakan lengkap (P21).(Mul)

Baca Juga :   Korupsi 1,6 Miliar Pejabat Bulog Diseret Masuk Penjara
Telah dibaca : 118 kali.