HOME << KATEGORI : Kriminal

Nekat Oplos Gas LPG, Karyawan Swasta Dijebloskan Ke Bui

Gianyar Bali,Sekilasmedia.com-
Baru baru ini, Satuan Reskrim Polres Gianyar, terpaksa mengamankan PS (34) karyawan disalah satu perusahaan swasta, di Jalan Mahendradata Gg.Sudimara kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, Kab.Gianyar.

PS diamankan akibat melakukan tindak pidana minyak dan gas bumi, dalam penyimpanan atau niaga tanpa ijin usaha sesuai pasal 53 huruf c dand undang-undang no 22 tahun 2001.

Dalam aksinya pelaku melakukan pengoplosan / pemindahan isi gas dari gas tabung 3 Kg yang bersubsidi ke tabung 12 Kg dengan tujuan memperoleh untung lebih besar.

Dengan disaksikan oleh Galih Ardhi Kurniyanto, (36) dan A A Gede Oka Badung (46 anggota Polres Gianyar, pelaku yang diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa  ke Mapolres Gianyar

Pengungkapan kasus kecurangan itu berdasarkan laporan informasi warga masyarakat, bahwa di sebuah Garese milik Pande Putu Subagia  sering dilakukan kegiatan pengoplosan/pemindahan isi gas LPG dari tabung gas 3Kg bersubsidi dioplos ke tabung gas 12 Kg.

Sebelum menindak lebih lanjut, dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan oleh unit tipiter, benar di temukan di garase  tersebut ada seseorang yg sedang melakukan kegiatan proses pemindahan dengan menggunakan alat berupa pipa untuk memindahkan gas LPG dari  3 kg ke 12 kg .

Dari hasil introgasi,  pelaku sudah melakukan giat pengoplosan/ pemindahan tsb sekitar 4 bulan, dengan mendapatkan keuntungan Rp 40.000/ tabung LPG 12 kg.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, Akp Deni Septiawan, SIK , pelaku nekat melakukan aksi tersebut  dengan alasan  desakan  ekonomi, ” Ya karena alasan desakan ekonomi pelaku nekat oplos gas, ” katanya.

Sementara dari tempat pelaku oprasi, Polisi berhasil mengamankan barang bukti, diantaranya 3 buah plastik es, 28 tabung 3 kg kosong, 12 buah tabung 3 kg isi, 10 buah tabung 12 kg kosong, dan 3 buah tabung 12 kg isi setengah. 9 tabung 12 kg isi penuh, 3 pipa untuk memindahkan isi LPG dari 3 kg ke 12 kg, 1 buah timbangan, 1ember seal dan tutup segel, 1 kepala palu untuk memecah es dan 1 unit Mobil Suzuki ST 150 Pick Up Warna Hitam no pol DK 9736 KT.

Baca Juga :   Halal Ketagihan, Narkotika Jenis Sabu

Saat dilakukan penyelidikan lebih lanjut, tersangka dikenakan Pasal 55  UU RI no. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi  dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp.60.000.000.000,-dan atau pasal 53 huruf c dan d UU RI no. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi ancaman hukuman penjara paling lama 3 tahun dan denda paling tinggi Rp.30.000.000.000.(son)

Telah dibaca : 15 kali.