HOME << KATEGORI : Mojokerto

Penilaian Kota Sehat, Kota Mojokerto Diverifikasi Lapangan Tim Penilai Nasional

Ft.Tim hadir dikota Mojokerto.

SekilasMojokerto.Com- Kota Mojokerto dalam dua hari ini dinilai oleh Tim Verifikasi tingkat nasional dalam rangka penilaian Kota Sehat se-Indonesia. Selasa (3/10) bertempat di TPA Randegan Kota Mojokerto, Tim Penilai pusat yang diketuai oleh Widia Utami hadir di Kota Mojokerto dan disambut Harlistyati Pembina Forum Kota Sehat, Siti Amsah Mas’ud Yunus Ketua TP PKK Kota Mojokerto, Asisten, segenap Kepala OPD, Camat, Lurah serta pengurus dan anggota Forum Kota Sehat Kota Mojokerto.

Kota Mojokerto termasuk dua tatanan penilaian Kota Sehat di Indonesia. Namun Kota Mojokerto telah siap dengan penilaian delapan tatanan Kota Sehat. “Kita sebenarnya sudah siap delapan tatanan, tapi karena persyaratan untuk penilaian kota sehat harus memulai dengan dua tatanan maka kita awali dengan dua tatanan,” tutur Harlistyati, Pembina Kota Sehat Kota Mojokerto yang juga Kepala Bappeko Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus dalam sambutan evaluasi di hari terakhir verifikasi Rabu (4/10) di Pendopo Graha Praja Wijaya Pemkot Mojokerto menuturkan bahwa pola hidup bersih dan sehat warga Kota Mojokerto tidak hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan saja.

“Usaha peningkatan derajat kesehatan di Kota Mojokerto untuk membangun peningkatan sumber daya manusia menjadi permasalahan yang mendasar. Karena itulah program kesehatan menjadi prioritas utama disamping program pendidikan dan ekonomi,” tuturnya dihadapan tim verifikasi nasional dan kepala OPD yang hadir.

Kiai Ud juga menyampaikan bahwa kolaborasi aktif antara Pemkot Mojokerto dan masyarakat untuk membangun lingkungan yang sehat terus dilakukan. “Saya telah melaksanakan program yang bernama Kasih Setia. Kampung Bersih, Sehat, Teduh, Indah dan Aman. Program ini memberikan dana setiap RW 50 juta yang penggunaannya kita terbitkan Perwali yang sudah kita tetapkan,” serunya.

Baca Juga :   Dandim 0815 Hadiri Coffee Morning Danrem 082/CPYJ Bersama Insan Media

Masalah di setiap perkotaan adalah masalah persampahan. Di Kota Mojokerto di setiap RW telah dibentuk Bank Sampah. “Kami target tahun 2018 setiap RW sudah memiliki Bank Sampah. Tahun ini sudah 107 Bank Sampah di Kota Mojokerto. Ada juga program bayar pajak pakai sampah, ini untuk menumbuhkan semangat bahkan ada reward umroh gratis,” lanjut Kiai Ud.

Sementara itu, Widia Utami Ketua Tim Penilai Nasional kagum dengan kekompakan antara Pemkot dan masyarakat Kota Mojokerto. “Di Kota Mojokerto bagusnya adalah sinergi antara organisasi perangkat daerah dalam hal ini Pemkot dan masyarakat. Karena banyak kota yang saya datangi itu sukses dalam perwujudan tapi tidak ada sinergi ke bawah. Tapi di Kota Mojokerto saya melihat banyak keingin warga Kota Mojokerto yang diakomodir dan diwujudkan oleh Pemkot,” tutur Widia.

Widia juga salut dengan langkah Kiai Ud sebagai Wali Kota Mojokerto untuk mewujudkan program Kasih Setia. “Ini adalah program pemberdayaan masyarakat yang harus diapresiasi. Karena warga ikut terlibat dalam mewujudkan Kota Sehat dan merubah perilaku dengan mind set menuju sehat,” kata Widya menambahkan.

Dalam dua hari verifikasi penilaian Kota Sehat di Kota Mojokerto, tim verifikasi lapangan melakukan peninjauan antara lain di TPA Randegan, FKKS Kecamatan Magersari, Puskesmas Wates, Pokja Kelurahan Sehat Wates, Kampung Sayur Purwotengah, Hutan Kota Mojokerto, Aloon-aloon Kota dan Sekretariat Forum Kota Sehat Kota Mojokerto. Sedangkan hari kedua tim melakukan verifikasi di Posyandu Raung Merapi, Sanimas Margoratan dan Lingkungan Miji Baru 3. (Wo)

Telah dibaca : 10 kali.