HOME << KATEGORI : Daerah

Relawan Gemar Jokowi-Amin : Kabinet Jokowi Jilid 2, Siapakah Menteri Pilihan Relawan ?

Relawan Gemar Jokowi-Amin : Kabinet Jokowi Jilid 2, Siapakah Menteri Pilihan Relawan ?

JAKARTA, Sekilasmedia.com – Dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang Ialu banyak sekali kita temukan kelompok-kelompok yang menamakan dirinya Relawan Jokowi-KMA seperti halnya kami Relawan Gerakan Maritim Jokowi-KMA atau disingkat Relawan Gemar Jokowi-KMA yang di syahkan oleh Tim Kampanye Nasional Jokowi-KMA dengan nomor registrasi SKT 143/TKN/DTL-JKWMA/X/2018 dan bekerja menggarap suara Jokowi-KMA di Provinsi kepulauan di lndonesia.

Organ Relawan Jokowi-KMA adalah kelompok nonpartisan, atau tidak bergabung dalam satu partai politik pengusung kandidat manapun. Mwreka bekerja dalam barisan yang berbeda dengan partai pengusung, namun dalam satu tujuan, untuk memenangkan Kursi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode: 2019-2024. Sebagai bentuk kontribusi mereka ternyata tidak hanya sebatas ide dan tenaga, tapi juga termasuk mateti atau logistik serta biaya operasional.

“Relawan Jokowi-KMA tidak mempersoalkan waktu dan materi yang mereka habiskan untuk kepentingan memenangkan Jokowi-KMA yang didukungnya. Bahkan mereka pun tidak mempersoalkan jika Bapak Jokowi KMA tidak mengenal mereka sama sekali. Karena bagi relawan merupakan sebuah kebahagiaan bila calon yang diusungnya bisa memenangkan kontestasi politik ini, sebab para relawan meyakini bahwa calon yang diusungnya ini dapat membawa Indonesia lebih baik untuk 5 tahun mendatang,” ujar Haidar Alwi, selaku Ketua Dewan Pembina Aliansi Relawan Jokowi (ARJ).

Sebagai Presiden terpilih yang memiliki hak preorgatif Presiden Jokowi mengharapkan masukan untuk nama-nama calon menteri, bukan saja dari Partai pengusung, tapi juga dari Relawan, dalam konteks ini Jokowi memahami betul, bahwa relawan harus tetap bersamanya untuk mengawal Pembangunan Indonesia mendatang. Hal ini dimulai dengan melibatkan Relawan dalam prises pengisian nama-nama calon menteri sebagaimana pemberitaan yang tengah marak di media sosial baru-baru ini.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, Relawan Jokowi-Amin (KMA-Kyai Ma’ruf Amin) menggelar diskusi publik di Gedung Joeang’45 Menteng Jakarta Pusat. Rabu (28/08).

Baca Juga :   Hadapi Pilpres Dan Pilleg Pemkab Bersinergi Dengan LSM-Ormas.

Dalam acara ini menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya adalah :
1) Diaz Hendropriyono, Relawan Kawan Jokowi sekaligus Ketum PKP Indonesia.
2) Irfan Pulungan, Mantan Direktur Hukum TKN JKW-KMA.
3) KH.Maman Imanulhaq, Mantan Direktur Relawan TKN JKW-KMA.
4) Baharufin Farawowan, Ketum Relawan Gemar Jokowi-KMA/Ketum DPP Geomaritim.
5) Bahlil Lahdalia, Ketua Dewan Pembina REPNAS.
6) Haidar Alwi, Ketua Dewan Pembina Aliansi Relawan Jokowi/ARJ.

Dilansir dari iNews.id, mengungkapkan bahwa Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sangat terbuka terkait nama-nama calon menteri pada Kabinet Indonesia Kerja (KIK) jilid ll. Mantan gubernur DKI Jakarta itu bahkan terbuka tidak hanya dari partai politik (parpol) tapi juga mengenai relawan.

Kepastian itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. ”Beliau terbuka untuk menerima usulan calon menteri dan‘ semua kelompok pendukungnya, tidak hanya parpol,” ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat 26 Juli 2019 lalu.

Pendapat serupa disampaikan mantan Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy. Dia mengatakan, ada sejumlah poin yang disampaikan Jokowi. Seperti, meski TKN sudah resmi dibubarkan, bukan berarti hubungan kerja sama yang telah dibangun hampir setahun terakhir agar terus dilanjutkan. Jokowi bahkan menawarkan kepada struktutal TKN untuk mengajukan curriculum vitae (CV) untuk mengisi pos kabinet.

“Pak Jokowi menyampaikan banyak hal, salah satunya jangan jadikan pertemuan ini sebagai akhir, tapi harus terus ada silaturahim. Pak Jokowi juga mempersilakan yang mau setor CV (kabinet) silakan,” tutur Lukman Edy usai mengikuti pertemuan yang juga dihadiri wakil presiden Jusuf Kalla (JK) dan wakil presiden terpilih Ma’ruf Amin tersebut.

Ketua DPP PKB ini menyebutkan tawaran Jokowi tersebut tidak ditujukan kepada partai politik, tapi kepada siapa seluruh struktural TKN yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :   *Babinsa Koramil 0815/03 Sooko Dampingi Pelaksanaan ORI Difteri*

Saat menawarkan tawaran tersebut, Jokowi menekankan hal terpenting bagi yang ingin mengajukan CV kabinet yakni harus mempunyai kriteria yang mumpuni dan berani. “Beliau tidak menyebutkan nama Partai, tapi beliau mengatakan, bagi siapa saja yang memiliki kriteria, kapasitas, bisa bergerak cepat, silahkan dicantumkan dalam CV,” kata Lukman yang juga meminta struksural TKN yang hadir untuk terus memberikan masukan kepada pemerintah, tetap membantu selama 5 tahun ke depan, meskipun TKN sudah resmi dibubarkan.

Lukman juga mengatakan bahwa dalam pertemuan mengenai pembahasan soal mentwri tidak disinggung sama sekali. ” itu belum diformulasikan, meskipun dalam fikiran beliau sebagian sudah ada,” katanya.

Dalam hal ini Haidar Alwi selaku Ketua Dewan Pembina Aliansi Relawan Jokowi/ARJ angkat bicara, mengenai persoalan ‘Kenapa para relawan harus bersusah payah mengawal Jokowi ?’

“Ini karena gempuran dari orang-orang yang anti Jokowi itu sangat keras untuk menjatuhkan Jokowi, yang sudah disusun lengkap dan rapi. Kita perlu konsentarasi bersama2 menghancurkan faham radikalisme. Karena diperkirakan faham mereka 10% disumbangkan ke pergerakan. Jika benar itu yang terjadi, maka bisa dipastikan dana yang mengalir ke mereka itu akan dahsyat. Jadi kita harus tetap mengawal pemerintahan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin ini hingga lima tahun ke depan terkait pembangunan Indonesia,” ungkapnya.

Setelah pembubaran TKN, para Sekjen Parpol koalisi masih akan merumuskan mekanisme pertemuan dan komunikasi yang akan dilakukan, setidaknya hingga Oktober mendatang.(putri)

Telah dibaca : 12 kali.