HOME << KATEGORI : Olahraga

Trenggalek Tuan Rumah Piala Menpora U16 Diantara Kurangnya Pembinaan Dan Perhatian Pada Sarana-Prasarana, Akbar Abbas: Harusnya Ada Program Lebih Dari Pemerintah Dan PSSI

Yari-Siswahyu-Abbas Bupati – Wabup Trenggalek

Reporter: tim
Editor: Siswahyu

SURABAYA (sekilasmedia.com) Pemilihan Gubernur Jawa Timur 27 Juni 2018 telah berakhir, dimenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang diusung Partai Golkar-PPP-Demokrat-PAN-Nasdem-Hanura mengalahkan Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Sukarnoputra yang diusung PDIP-PKB-Gerindra-PKS. Khofifah-Emil Dardak akan dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim sekitar tanggal 17 Februari 2019. Yang diantara maknanya, Emil Dardak yang masih menjabat Bupati Trenggalek itu pada Februari 2019 akan menjadi Wagub Jatim dan meninggalkan Trenggalek. Salah satunya hal tersebut diungkapkan R.Tri Harsono Forum Peduli Indonesia-Sehat Olahraga/FPI-SO dalam diskusi terbatas di Surabaya.

*DI TRENGGALEK APAKAH BUPATI ATAUKAH WAKIL BUPATI YANG LEBIH PEDULI SEPAKBOLA? ATAUKAH SIAPA?*
Menurut R.Tri Harsono dengan melihat hal tersebut serta memperhitungkan sisa waktu antara kini, Agustus 2018 hingga Februari 2019, akankah Emil Dardak sebagai bupati lebih peduli ataukah tidak untuk memperhatikan pembinaan sepakbola di Trenggalek? Jika tidak, bagaimana? Lantas Wabup Trenggalek saat ini, M.Nur Arifin (yang masih sangat muda, berusia sekitar 28 tahun, red.) yang akan naik menjadi Bupati Trenggalek, akankah lebih peduli pada pembinaan sepakbola di Trenggalek? Atau siapakaj yang peduli? Kepala Dispora? Kepala Dispendik via pembinaan di sekolah-sekolah? Askab PSSI Trenggalek?

Juga apakah dengan Emil Dardak naik menjadi Wakil Gubernur Jatim apakah akan peduli pada sepakbola Jawa Timur umumnya? Ataukah harus Khofifah yang lebih peduli dengan basis kesosialannya yang kuat? Menurut R.Tri Harsono selama ini di Trenggalek cukup banyak Sekolah Sepakbola (SSB, red.) namun dukungan dari pihak-pihak terkait termasuk Bupati dan Wakil Bupati maupun institusinya serta Askab PSSI-nya dirasa kurang. Sehingga jikapun terlihat pergerakan, yang berperan adalah ‘para’ SSB yang aktif namun kurang ada pihak yang memberi arah lebih jauh ke depan. “Trenggalek memiliki potensi pesepakbola anak-anak di desa-desa yang bisa dibina hingga junior bahkan senior. Namun kalau kekurangan pihak formal yang peduli, lantas bagaimana?” ungkap R.Tri Harsono.

*AKBAR ABBAS: PEMBINAAN SEPAKBOLA DI TRENGGALEK KURANG DIPERHATIKAN, HARUSNYA PEMERINTAH LEBIH BANYAK PEDULI, JUGA PSSI*
Pada kesempatan terpisah ketika diminta konfirmasi salah satu tokoh sepakbola Trenggalek yang berhasil membawa Persiga Trenggalek Juara Divisi III Nasional 2012, Akbar Abbas, juga menyatakan keprihatinan yang sama dengan berbagai pihak. Malah Akbar Abbas kepada sekilasmedia.com via Siswahyu Pimpinan Umum, memerinci lebih banyak keprihatinan-keprihatinannya. Diantaranya pemerintah setempat dan jajaran terkait dinilai kurang peduli soal pembinaan, soal sarana-prasarana alternatif yang memadai, kurangnya kompetisi/turnamen berkualitas untuk pesepakbola anak.

Baca Juga :   Bambang Yulianto Tokoh Muda Dukung Klub Kepri 757 Jaya FC, DIANTARA BANYAK TOKOH BERHARAP KLUB KEBANGGAAN BATAM LOLOS KE LIGA 2

Soal lapangan alternatif yang memadai di luar Stadion Menak Sopal, menurut Abbas baru ada satu lapangan yang berada di Sumbergedong. Menurut pria yang mantan Ketua DPRD Trenggalek dan kini ketua organisasi Banteng Muda Indonesia/BMI Kabupaten Trenggalek itu diperlukan minimal tiga lapangan alternatif di luar Stadion Menak Sopal. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi jika Stadion Menak Sopal digunakan kompetisi resmi liga misal maka masih ada tiga lapangan sepakbola alternatif untul pespakbola ‘junior-anak’. “Lapangan sepakbola alternatif (yang bisa dikembangkan, red.) diantaranya adalah di Sumbergedong, Wonosari, Sukorame'” jelas Akbar Abbas.

*AKBAR ABBAS: HARUSNYA RUTIN DIPUTAR KOMPETISI U12-U15-U17-U19 ATAU MENYESUAIKAN UNTUK KEPENTINGAN JANGKA PANJANG*
Menurut Akbar Abbas soal pembangunan infrastruktur (sarana-prasarana, red.) olahraga itu berdasarkan Undang-Undang Keolahragaan Nasional merupakan kewajiban pemerintah. Tinggal niat pemerintah mau ataukah tidak melaksanakan Undang-Undang tersebut. Akbar Abbas juga minta Askab PSSI Trenggalek agar berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa setempat yang memiliki lapangan untuk alternatif seperti Sumbergedong, Wonosari dan Sukorame.

“Tiga lapangan tersebut bisa dijadikan semacam stadion mini, tinggal memperbaiki sehingga nantinya bisa untuk sepakbola, atletik dan kemungkinan lainnya,” tandas Akbar Abbas. Menurutnya pemerintah tinggal menganggarkan di APBD. Jika hal tersebut terwujud maka sangat penting sebagai tempat penyelenggaraan kompetisi yang harus diputar Askab PSSI Trenggalek beserta perangkatnya, untuk U12-U15-U17-U19 atau kemungkinan menyesuaikan untuk kepentingan berbagai liga misal Liga Danone, Piala Suratin U13-U15-U17 Liga Remaja, Piala Menpora U12-U14-U16 dan lainnya.

*AKBAR ABBAS: PERLU SPONSOR DAN KERJASAMA PEMBINAAN DENGAN KLUB BESAR, SERTA KURSUS PELATIH MAUPUN WASIT*
Menurut Akbar Abbas pembangunan sarana-prasarana sepakbola di Trenggalek itu sangat penting. Sekaligus untuk menghargai SSB-SSB yang tetap bersemangat di desa-desa bahkan di pegunungan. Bakat-bakat terpendam yang jika mendapatkan perhatian memadai, tak akan aneh jika suatu saat melahirkan pesepakbola handal. Namum menurut Abbas, tidak hanya cukup infrastruktur berupa bangunan fisik. Ada hal-hal lain yang juga penting dilakukan PSSI Trenggalek diantaranya perlu program secara berkala kursus untuk pelatih untuk meningkatkan kualitas, juga kursus untuk pelatih agar melahirkan wasit yang kompeten serta menjunjung tinggi fairplay.

Baca Juga :   Laga Pamungkas Menuju 8 Besar Kapten PSMP Yakin Curi Poin Penuh

Hal yang tak kalah penting menurut Akbar Abbas adalah pentingnya pihak terkait mencari kerjasama sponsor maupun bentuk lainnya. Juga perlunya lompatan kerjasama dengan klub besar untuk upaya lompatan, misal dengan Persebaya Surabaya, Bhayangkara FC ataupun kemungkinan yang lainnya.

*MOMEN BABAK PROVINSI PIALA MENPORA U16 DI TRENGGALEK, ADA TIM BESAR BHAYANGKARA FC U16 DAN PERSEBAYA YANG JUGA ‘BARU’, BISA UNTUK KERJASAMA?*
Kembali pada R.Tri Harsono, menurutnya dengan adanya momen Babak Provinsi Piala Menpora U16 yang diadakan di Trenggalek tanggal 23-26 Agustus 2018 merupakan salah satu momen bagus bagi seluruh elemen di Trenggalek yang berhubungan dengan pemerintah termasuk PSSI dan klub yang ada. Kenapa bagus? Karena pada event tersebut terdapat nama-nama besar dari klub Liga 1 termasuk Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC U16.

Menurut R.Tri Harsono jika memungkinkan dilakukan penjajagan kerjasama tentu lebih bagus. Apalagi ibaratnya Persebaya dan Bhayangkara FC itu memang memiliki nama besar, namun terkesan masih baru. Menurut R.Tri Harsono, lebih-lebih untuk Bhayangkara FC ‘junior-anak’ (U17, U16, U15, U14, red.) termasuk U16, kelahirannya terbilang belum lama, baru sekitar dua tahun. Embrionya berawal dari BROMO FC dkk dibawah binaan Achmad Yari-Choirul-Setiawan dkk yang kemudian ditambah seleksi-seleksi hingga terbentuk Bhayangkara FC ‘junior-anak’ pada sekitar awal tahun 2017. Hingga berjalan dan kru berkembang, manejer kemudian ditangani AKBP Eddwi Kurniyanto ‘transisi’ AKBP Harviadhi Agung Prathama. Kemudian juga sekretaris Achmad Yari-Choirul-Setiawan, bertambah dengan Irfan-Slamet-Dimas-bos Nanda-Harsoyo-Benz Brahim-Nanda terapis dan Siswahyu media officer dkk. Berkaca dari gerak cepat Bhayangkara FC ‘junior-anak’ diambil sisi positifnya dari militansi para kru, sangat bagus jika Pemkab Trenggalek maupun elemen formal lainnya bekerjasama. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926.

Telah dibaca : 18 kali.