HOME << KATEGORI : Mojokerto

Wali Kota Menyambut Kedatangan Jamaah Haji Kota Mojokerto 2017

Ft.Jamaah haji ketika tiba di Kota Mojokerto

SekilasMojokerto.Com– Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus bersama Ketua Tim Penggerak PKK Siti Amsah Mas’ud Yunus Kamis (5/10) menyambut kedatangan 223 orang jamaah haji asal Kota Mojokerto. Bertempat di Masjid Roudhotul Jannah Surodinawan Kota Mojokerto, Kiai Ud juga didampingi Sekdakot Gentur Prihantono, Kapolresta, Kepala Kantor Kementerian Agama, forpimda dan segenap kepala OPD.

Tepat pukul 11.30 WIB rombongan jamaah haji datang di Kota Mojokerto. Jamaah haji Kota Mojokerto berjumlah 224 orang, namun ada satu jamaah yang meninggal dunia di tanah suci yaitu Haji Muhammad Taufiq.

KH Rofii Ismail dalam sambutannya mewakili rombongan jamaah haji Kota Mojokerto mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Mojokerto yang mulai pemberangkatan dari Kantor Pemkot Mojokerto dilepas langsung oleh Wali Kota dan diantar sampai ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. “Kemudian kami pulangpun juga dijemput oleh Pemkot. Kami selaku perwakilan dari seluruh jamaah haji Kota Mojokerto mengucapkan banyak terima kasih,” tuturnya.

Pihaknya juga berterima kasih karena Pemkot memberikan baju batik kota dan batik motif rengkik warna oranye gratis yang sangat bermanfaat. “Terutama batik oranye. Karena kami dapat mengenali identitas jamaah haji Kota Mojokerto dari warna baju oranye itu. Dan ternyata di tanah suci hanya jamaah Kota Mojokerto yang pakai baju oranye. Ini sangat bermanfaat,” serunya.

Sementara itu, Kiai Ud, Wali Kota Mojokerto dalam sambutannya berharap agar jamaah haji bisa menjaga kemabruran haji sampai menghadap kehadirat Allah SWT. Kiai Ud pun menyampaikan tiga ciri jamaah haji mabrur. “Ciri haji mabrur yang pertama adalah orang yang dapat menjadi agen perdamaian. Artinya bapak ibu sepulang dari melaksanakan ibadah haji harus dapat menjaga kedamaian di lingkungan keluarganya, tetangganya dan masyarakatnya,” tutur Kiai Ud.

Baca Juga :   Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Dampingi Poktan Tani Maju Panen Padi Sistem Singgang

Kedua yaitu tutur katanya serbalembut, tidak mengeluarkan kata kasar atau menyakiti orang lain. “Dan yang ketiga peduli terhadap orang-orang yang kekurangan sehingga menjadi orang yang dermawan, yang peduli terhadap sesama. Karena itulah ciri-ciri dari kemabruran ibadah haji,” urainya.

Kiai ud juga berharap agar jamaah haji dapat bergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Mojokerto. “Agar supaya kita tetap mendapatkan pembinaan dalam rangka menjaga ukhuwah islamiyah dan menjaga kembabruran. Semoga sehat selalu dan sampaikan salam saya kepada keluarga di rumah,” lanjut Kiai Ud. (Wo).

Telah dibaca : 14 kali.