Nasional

Usai Bertebaran Pada Truk-Truk ‘Poster’: Enak Zamanku Tho Piye Kabare, MULAI HARI INI SAKSIKAN FILM BIOSKOPNYA ATAS KREASI SONNY PUDJISASONO – AKHLIS SURYAPATI DKK

×

Usai Bertebaran Pada Truk-Truk ‘Poster’: Enak Zamanku Tho Piye Kabare, MULAI HARI INI SAKSIKAN FILM BIOSKOPNYA ATAS KREASI SONNY PUDJISASONO – AKHLIS SURYAPATI DKK

Sebarkan artikel ini

                                          Sonny Pudjisasono

Reporter: tim
Editor: Siswahyu

JAKARTA (sekilasmedia.com) Anggap saja ini semacam POLLING dan kirimkan sms atau WA ke nomer hp yang tertera pada bagian bawah tulisan ini. Pertanyaannya adalah pernahkah Anda ‘memergoki’ di mobil-mobil truk atau yang lain, gambar foto Presiden RI ke-2 Pak Soeharto disertai tulisan: Enak Tho Zamanku Piye Kabare? Atau tulisan yang senada itu namun dengan berbagai improvisasi, bahkan menggunakan berbagai bahasa?

*FILM ENAK THO ZAMANKU PIYE KABARE, BERHUBUNGAN DENGAN SALAM PAK HARTO?*
Ya, ketika beberapa waktu lalu mulai booming gambar foto Pak Harto dengan ‘salam’ Enak Tho Zamanku itu, dimana-mana terdengar percakapan hal tersebut, bahkan kerinduan terhadap sosok presiden yang bisa menjadikan mayoritas rakyat yang kecil tersenyum karena murahnya sandang-pangan-papan lebih-lebih kebutuhan bahan-bahan pokok.

Kerinduan yang wajar, apalagi sejak setelah Reformasi Mei 1998 hingga tahun 2017 (apalagi jika dihitung hingga tahun 2018, red.) yang hampir 20 tahunan namun justru belum ada presiden yang bisa memberikan rasa kenyamanan dan kecukupan untuk rakyat seperti era Presiden Soeharto. Apakah lantas karena salam Pak Harto dan kegelisahan rakyat itu yang menjadi ilham utama bagi Sonny Pudjisasono dan Akhlis Suryapati untuk menjadi produser dan sutradara film ENAK THO ZAMANKU PIYE KABARE…..? Temukan jawabannya dengan menonton film hasil karya ‘pribumi’ itu yang hari ini, Kamis 12 April 2018, mulai diputar serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  In search of the Top Casino Bonus in Australia? Kingmaker Offers It

*SONNY PUDJISASONO: ENAK THO ZAMANKU PIYE KABARE…FILM MULTI TAFSIR*
“Film Enak Tho Zamanku Piye Kabare ini multi tafsir. Silakan ditafsirkan sendiri,” ungkap Sonny Pudjisasono. Namun opini film itu dinilai ada identik dengan Presiden Soeharto serasa dianggap benar ketika Sang Produser Sonny Pudjisasono juga diketahui sebagai perintis Partai Berkarya bersama Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto putra Presiden ke-2 RI Soeharto. Sonny pun dipercaya menjadi Waketum DPP Partai Berkarya, sekaligus Ketua Bappilu DPP Partai Berkarya pusat.

Mau atau tidak mau, film yang bergenre Crime Drama itu kian dihubungkan dengan ‘salam’ Pak Harto yang sudah terlanjur terkenal di seantero negeri itu. Begitupun saat launching di Pusat Perfilman Usmar Ismail Jakarta dua hari lalu, film yang diproduksi Kreativa Art dan Middesa Picture tersebut langsung mendapat sejumlah reaksi bahwa film tersebut diopinikan identik dengan Presiden Soeharto. Meskipun film itu tidak ada hubungan dengan Presiden Soeharto atau Keluarga Cendana. Jika tetap tidak percaya? Bisa tonton langsung di bioskop-bioskop mulai hari ini, untuk membuktikannya. Sekaligus untuk cocokkan apakah sesuai dengan sinopsisnya?

BACA JUGA :  200 Brimob Selesai Tugas dari Papua, Kapolda Jatim Berikan Apresiasi

*SINOPSIS FILM ENAK THO ZAMANKU PIYE KABARE*
Pada bagian lain Sonny Pudjisasono produser film ENAK THO ZAMANKU PIYE KABARE…memaparkan sekilas sinopsis film yang menurutnya multitafsir itu. Kisahnya adalah, Pinuntun (Dolly Martin) dan Mbah Mangun (diperankan Otig Pakis) mengalami penyerangan yang membuat bisnis mereka jatuh ke Saladin (Soultan Saladin). Sementara itu anaknya Darmo Gandol (Panji Addiemas) yang baru datang dari pencarian jati diri kaget ketika mengetahui bahwa bisnis Ayahnya telah menjadi kartel kejahatan. Kini Darmo harus berhadapan dengan anak buah Saladin yaitu Gato Loco (Eko Xamba) yang ternyata memiliki jaringan kejahatan internasional.

Apakah bisa dipersepsikan bahwa Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto (atau anak-anak Presiden Soeharto, pen.) adalah yang digambarkan dalam sinopsis, harus menghadapi kejahatan internasional yang terus-menerus menyerang Indonesia? Disisi lain Darmo harus membantu gadis penghibur bernama Retno (Ismi Melinda) yang adiknya dijual ke luar negeri. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926.