Mojokerto

Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Wawali Himbau Jaga Persatuan dan Manfaatkan Teknologi

×

Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Wawali Himbau Jaga Persatuan dan Manfaatkan Teknologi

Sebarkan artikel ini

 

Mojokerto(Sekilasmedia.com)-Memperingati 110 tahun hari kebangkitan nasional, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar upacara yang diikuti jajaran Forkopimda, Plt. Sekdakot, Aparatur Sipil Negara, dan para pelajar, di halaman Kantor Wali kota Mojokerto, Senin (21/5). Bertindak selaku inspektur upacara, Wakil Wali Kota Mojokerto Suyitno membacakan sambutan Menteri Komunikasi Dan Informatika RI.

Bertemakan “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital, dalam peringatan  Hari Kebangkitan  Nasional ini harus dimaknai dengan  upaya-upaya   penyadaran  setiap   masyarakat   Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut  setiap peluang  untuk   meningkatkan  kapasitas diri   yang dibuka oleh  berbagai pihak, baik oleh pemerintah,  badan   usaha, maupun masyarakat  sendiri. “Pengembangan kapasitas  sumber   daya  manusiajuga  harus  diletakkan   dalam  konteks  pemerataan dalam pengertian kewilayahan,agar bangsaini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia,” kata Suyitno.

 

BACA JUGA :  Pagelaran Pentas Seni dan Budaya Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-72Tahun 2017
Lebih lanjut dikatakannya, bersatu adalah  kata  kunci   untuk menggapai  cita-cita yang sangat mulia namun  pada saat yang   sama  tantangan  yang  mahakuat menghadang di depan.  “Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat  asalmuasal  primordial  akhirnya  bisa mendorong  tumbuhnya  semangat nasionalisme   yang menjadi bahan  bakar utama kemerdekaan. Bung karno juga menggambarkan   persatuan bangsa seperti layaknya sapu  lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau  lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia  bisa mematahkan  sapu lidi yang sudah terikat,” ujarnya.
Suyitno juga menyampaikan bahwa pada masa sekarang ini ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan persatuan bangsa. Muncul hasutan-hasutan yang membuat bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun  menyatukan segala perbedaan tersebut. “Padahal inilah  masa yang sangat menentukan bagi  kita. Inilah era yang  menuntut   kita untuk  tidak  buang buang waktu  demi  mengejar  ketertinggalan    dengan  bangsa-bangsa lain.   Momentum sekarang ini menuntut   kita untuk  tidak  buang-buang   energi  untuk bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia Indonesia,” katanya.
Oleh karenanya, Suyitno mengajak untuk menjaga persatuan dalam   memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai  terpecah-belah. “Demikian juga,dalam  konteks  menghadapi   digitalisasi   ini,  kita semua harus   dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi   para pencari masalah. Mari bersama-sama menjauhkan dunia digital dari  anasir-anasir pemecah-belah  dan konten-konten  negatif, agar anak-anak  bebas  berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat  darinya,”
tandasnya Suyitno.
Mengakhiri amanatnya, Suyitno berharap kepada semua untuk memaknai peringatan kebangkitan nasional. “Selamat Hari Kebangkitan Nasional  ke-110.Mari maknai peringata ini   dilingkungan kita, sesuai lingkup tugas kita masing-masing, untuk semaksimal mungkin memfasilitasipeningkatan  kapasitas sumber    daya manusia,terutama  generasi   muda, yang akan  membawa kepada kejayaan   bangsa  di tahun-tahun mendatang.” (rud)