
Badung Bali,Sekilasmedia.com-
Menanggapi isu miring yang menyebar luas terhadap pembangunan proyek pengembangan Terminal Kapal Pesiar di Pelabuhan Benoa, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pajaitan mambantah statement pihak berkepentingan tersebut, sebab pembangunan proyek bukanlah untuk reklamasi.
Meski tudingan negatif terhadap pembangunan proyek Benoa lagi ramai digunjingkan, bahkan beberapa kalangan beranggapan kegiatannya bentuk reklamasi cara bertahap dikembangkan sedikit dikit hingga besar.
Kembali dijelaskan Menko Luhut dan miminta agar masyarakat Bali bisa menyikapi tudingan tersebut. Karena Pelabuhan Benoa sangat memerlukan tambahan terminal tambat. Sedangkan jumlah kapal Pesiar yang datang terus meningkat setiap tahunnya.
” Saya mewakili Presiden diminta untuk mendengar aspirasi dan meminta masyarakat harus paham, bahwa kadang-kadang ada kepentingan sekelompok kecil tergusur atau terkena dampak untuk kepentingan yang lebih besar, ” kata Luhut di Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, Bali.
Dihadapan sejumlah tokoh, Luhut menegaskan agar masyarakat tenang, dan menyentil setiap pihak tertentu yang membuat gaduh terhadap setiap proyek yang sedang dikerjakan pemerintah, sebab pembangunan demi kemajuan rakyat Bali utamanya bangsa Indonesia.
Bahkan Luhut mengaku pengembangan Terminal Kapal Pesiar di Pelabuhan Benoa akan selesai akhir bulan ini. Juga berharap setelah selesainya nantinya mampu menampung sejumlah kapal pesiar ukuran besar yang membawa ribuan wisatawan untuk berlibur ke Bali.
” Kita jangan hanya berharap menerima dari Singapura. Kita harus bisa membuat Bali ini menjadi hub turis, ” pungkasnya.(son)






