Daerah

6 FASKES DITETAPKAN SEBAGAI PILOT PROJECT MENTORSHIP PROLANIS

×

6 FASKES DITETAPKAN SEBAGAI PILOT PROJECT MENTORSHIP PROLANIS

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO,Sekilasmedia.com– BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pelayanan kesehatan serta sistem kendali mutu pelayanan terutama program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) serta program rujuk balik. Dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan program pengelolaan penyakit kronis dan program rujuk balik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Mentorship Prolanis wilayah Kabupaten Mojokerto pada Selasa (09/10) di ruang pertemuan hotel Ayola Mojokerto.

Hadir membuka acara Mentorship Prolanis wilayah Kabupaten Mojokerto, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto Dina Diana Permata, didampingi oleh kepala bidang Penjaminan Manfaat Primer, kepala bidang Penjaminan Manfaat Rujukan dan kepala kantor kabupaten Mojokerto. Sebagai narasumber dan mentor, dr. Thiwut Budianto, Sp.PD. Kegiatan Mentorship Prolanis tersebut dihadiri oleh Dinas Kesehatan kabupaten Mojokerto, enam Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri dari tiga puskesmas yaitu puskesmas Kedungsari, puskesmas Lespadangan dan puskesmas Kemlagi serta tiga klinik swasta yaitu klinik Muhammadiyah Kemlagi, klinik dr djalu dan klinik Aulia Husada. Selain FKTP pengelola prolanis, acara tersebut dihadiri juga oleh dua apotek Program Rujuk Balik (PRB) yaitu apotek Kimia Farma dan apotek Jetis Farma yang menunjukkan kesiapannya dalam menyediakan obat-obatan untuk peserta PRB Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT).

Saat membuka acara Dina menjelaskan tentang program pengelolaan penyakit kronis dan tujuan dilaksanakannya kegiatan Mentorship Prolanis tersebut.

BACA JUGA :  Menuju Endemi, Bhabinkamtibmas Diberi Pembekalan

“Prolanis merupakan pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan. Upaya ini dilakukan agar peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menderita penyakit kronis bisa mencapai kualitas hidup optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif,” jelas Dina.

Dina menambahkan bahwa kegiatan Mentorship Prolanis ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kegiatan mentorship sebelumnya. Pada tahap awal telah dilakukan pertemuan antar FKTP pengelola klub Prolanis dan pertemuan dengan dokter-dokter spesialis penyakit dalam di wilayah kerja kantor cabang Mojokerto yang terdiri dari kabupaten dan kota Mojokerto serta kabupaten Jombang.

Dari kegiatan prolanis yang sudah dilakukan sbelumnya Dina mengharapkan bisa semakin meningkat kualitasnya setiap bulan diantaranya kegiatan senam prolanis yang dilakukan secara rutin setiap bulan, edukasi yang dilakukan bagi peserta dengan penyakit kronis, serta kegiatan serupa seperti pemeriksaan gula darah puasa, pemeriksaan kadar HbA1C serta pemeriksaan tahunan diharapkan proses pemantauannya lebih cermat lagi..

Dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan program pengelolaan penyakit kronis dan program rujuk balik di FKTP, BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto saat ini tengah mempersiapkan keenam FKTP tersebut untuk dibina (mentoring) dengan tujuan pengelolaan dan pemantauan status kesehatan peserta penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 dan Hipertensi oleh dokter spesialis penyakit dalam. FKTP yang hadir adalah sebagai pilot project jika nanti berjalan dengan baik maka kegiatan ini diharapkan bisa memacu FKTP yang lain sehingga pengelolaan prolanisnya lebih optimal lagi.

BACA JUGA :  Siswahyu Kurniawan Apresiasi Zero Corruption Bambang Susantono Di IKN: Perbanyak PNS Dari Sekolah Ikatan Dinas

Pada kesempatan tersebut Dina menyampaikan harapan bahwa output penyelenggaraan kegiatan prolanis ini bisa lebih berkualitas sehingga tercapai hasil yang optimal, tidak sampai seperti yang dikeluhkan dokter-dokter spesialis di rumah sakit seperti selama ini yaitu pasien-pasien yang sudah dirujuk balik ke FKTP atau pasien-pasien yang terdaftar di FKTP yang tidak pernah di rujuk ke rumah sakit ternyata pada saat dirujuk ke rumah sakit kondisinya sudah lebih buruk atau sudah terdeteksi komplikasi.

Dengan adanya kegiatan mentorship prolanis ini akan meminimalisir resiko-resiko tersebut. Sehingga peserta prolanis yang sudah terdaftar di FKTP dapat lebih dioptimalkan lagi pemantauan kesehatannya. Untuk selanjutnya akan diberikan buku pemantauan kepada setiap FKTP untuk status kesehatan yang harus diisi status atau riwayat dari masing-masing peserta prolanis, dan nantinya akan dimonitor oleh mentor dokter spesialis penyakit dalam.

Pada kesempatan selanjutnya narasumber yang sehari-harinya bertugas di bagian penyakit dalam RSUD RA Basoeni, Gedeg, Mojokerto, dr. Thiwut Budianto, Sp.PD, menyampaikan materi tentang Penatalaksanaan Diabetes Tipe 2 dan dilanjutkan dengan diskusi oleh peserta kegiatan mentorship prolanis. (s4)