Malang sekilasmedia.com – Sekolah Negeri 1 Lawang (SMUNELA) gelar Festival Interasi 2018 yang dilaksanakan langsung disekolah tersebut dan dimulai sejak hari Senin (21/10/2018) hingga Sabtu (27/10/2018).
Festival Interasi sudah dilaksanakan 3 tahun ini secara berturut – turut setiap tahunnya, dan pada setiap bulan Oktober yang sekaligus berketepatan dengan Bulan Bahasa.
Kegiatan ini diikuti dari berbagai sekolah yang ada di Jawa Timur, dan dihadiri pada Diklat Speed Reading oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Malang. Lomba karya tulis yang sudah dibukukan dan dipasarkan juga bekerjasama dengan Gramedia, Kedutaan Jerman Surabaya, Toga Mas beberapa penerbit juga diundang dalam hal pasar buku ini, sumbangan dari Bank Indonesia (BI) untuk perpustakaan dan yang mengerjakannya langsung semuanya dari Bank Indonesia (BI).
Selain lomba pameran poster yang terkait dengan Literasi namun karya buku anak – anak juga di bazarkan dan bekerjasama dengan penerbit – penerbit lain dalam kegiatan tersebut. Karena SMA Negeri 1 Lawang sebagai pioner Budaya Literasi maka kegiatan ini hanya dilaksanakan di SMANELA saja akan tetapi selalu diikuti dan dihadiri dari berbagai sekolah yang ada di Jawa Timur.
Kepala Sekolah Negeri 1 Lawang Drs.H.Supa’at,M.Si, kepada wartawan sekilasmedia.com Sabtu (27/10/2018) mengatakan,” Saya berharap anak – anak dapat berkembang terus, sehingga tahun ini memang Festival Interasi besar – besaran, karya anak – anak ini kita tampilkan semua, kemudian kami juga mengundang bintang – bintang tamu untuk yang biasa menulis itu agar memengaruhi anak – anak dalam menulis, sebab anak – anak bisa menulis novel juga bisa membuat kumpulan cerpen dan lain sebagainya, semuanya kita gerakan seperti itu, karena kita sekolah berbasis berbudaya Literasi, jadi baca dan tulis itu sudah menjadi track record SMA Negeri 1 Lawang, sesuai dengan Icon sekolah kami Sekolah Berbudaya Literasi,” terangnya.
“Saya juga berharap anak – anak setiap tahun dapat memproduk buku, bahkan kemarin pun sudah ada yang di cetak oleh Gramedia, dan ini sudah di cetak beberapa buku selama 3 tahun lebih dari 25 buku oleh sekolah ini dan ber ISBN,” imbuhnya.
Hingga kegiatan ini berakhir semua nampak terlihat sukses dan lancar. (SO)