Lumajang,sekilasmedia.com– Pelaku Pencurian Hewan dan begal sangat meresahkan masyarakat sekabupaten Lumajang, meskipun sebelumnya sepat menjadi pembahasan aparat penegak hukum,dan sudah banyak kawanan begal,Pelaku Pencuri hewan yang ditangkap dan dijebloskan kepenjara bahkan sudah ada yang di Vonis serta ada juga pelaku begal maupun Curwan yang ditembak kakinya, Namun tidak menyurutkan nyalinya untuk berbuat kejahatan.
Tingginya Kriminalitas yang tidak ada hentinya terutama Para Pelaku Begal selalu melukai Korbanya dengan membacok,seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu, Korbanya Waga jember yang sedang melintas dijalan Raya Kedungjajang yang menjadi Sasaran pembacokan yang dilakukan para pelaku kawanan begal.
Hingga Bupati Lumajang menegaskan dalam Pidatonya di Pendopo Kabupaten Lumajang,akan memberantas Para Pelaku Begal dan Pelaku Curwan,Rabo (03/10/2018) Selasa Siang.
Kemudian dari jajaran TNI – POLRI siap di siagakan dimasing — masing Desa 2 orang dengan bersenjata Lengkap untuk melakukan keamanan(kemarin – red).
Namun tak membuat nyali Pelaku Curwan dan Curat mengurungkan niatnya seperti yang terjadi diPapringan Kec Klakah Kabupaten Lumajang.
Malam hari Kawanan Pencuri menyatroni Kandang sapi milik Mbok Samah (50) sekira pukul 02.00 dini hari,Sapinya hilang digondol maling, sedangkan kandangnya ditembok diluar pagarnyapun masih dikelilingi pagar tembok.
Malamnya kawanan maling sapi membobol tembok milik warga Papringan Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang. Sapi milik Mbok Samah (50) pukul 02:00 dini hari diketahui raib dari kandangnya. Padahal kandang tersebut terbuat dari tembok dan diluar kandang masih dikelilingi pagar tembok
Menurut keterangan dari salah seorang anaknya, Rifa (29) sekitar pukul 01:00 ibunya masih mengaji, saat itu mendengar seperti ada sesuatu terjatuh. Lalu melihat kandangnya. Namun Sapinya masih ada, Kemudian pada pukul 02.00 kakeknya keluar rumah pintu kandang sudah dalam keadaan terbuka dan sapinya sudah tidak ada.
“Sedangkan pukul 01.00 ibu masih mengaji, kemudian mendengar seperti ada sesuatu yang jatuh. Lalu ibu pergi kekandang untuk melihat sapinya masih ada, selanjutnya Pukul 02.00, mbah keluar rumah.
Sontak keget mengetahui pintu kandangnya terbuka, sapi sudah tidak ada,” bebernya pada media ini, Kamis (4/10/2018).
Kemudian setelah diketahui sapinya hilang, keluarga Mbok Samah langsung membunyikan kentongan. Setelah itu dibantu warga yang lain berusaha mencari secara beramai-ramai dan berhasil sapi ditemukan sekira pukul 05.00 di Desa Salak,” jelasnya.
Disisi lain apa yang disampaikan saat pidato di pendopo oleh Bupati ternyata benar. Warga saat kehilangan sapi tidak melaporkan kejadian pencurian tersebut ke pihak kepolisian. Sehingga data yang ada di kepolisian sedikit. Padahal Fakta dilapangan marak terjadi pencurian sapi. Namun setiap ada kejadian warga hanya berusaha mencari sendiri,” kata Rifa.,”pungkasnya(kar)