Peristiwa

BAKAR DAUN RANTING, SEORANG KAKEK TEWAS TERPANGGANG

×

BAKAR DAUN RANTING, SEORANG KAKEK TEWAS TERPANGGANG

Sebarkan artikel ini

Buleleng Bali,Sekilasmedia.com-
Naas menimpa Gede Sumandra (77), seorang warga dari Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, ia ditemukan tewas terpangang dengan kondisi mengenaskan, Sabtu (3/11) sekira pukul 10.00 wita.

Korban ditemukan pertama kali oleh saksi Nyoman Widarta, yang saat itu sedang melintas di jalan raya Sambangan, persisnya di sebelah kantor Desa Sambangan, yang tanpa sengaja melihat kobaran api membumbung tinggi di salah satu kebun bambu yang diduga milik korban.

Karena curiga, saksi Widarta bergegas mendekati sumber api tersebut. Namun setibanya, justru sontak terkejut, karena melihat sesosok tubuh manusia berada didalam kobaran dengan kondisi hangus.

BACA JUGA :  PETUGAS BERSAMA WARGA GAGALKAN AKSI PENCURIAN SAPI

Temuan itupun oleh saksi disampaikan kepada seorang pecalang, Kadek Sumendra, dan beberapa orang warga setempat, salah satunya Ketut Sukadana, sebelum akhirnya dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Kapolres Buleleng, melalui Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung membenarkan peristiwa itu, setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa korban ditemukan tewas terpanggang sekitar pukul 10.00 wita.

Dijelaskan, dari laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian. Untuk korban tewas, diduga sedang melakukan bersih bersih dengan cara membakar daun serta ranting bambu di kebun miliknya. Ketika sedang membakar ranting yang sudah kering, disinyalir kobaran api dengan cepat menjalar dan menyambar tubuhnya.

BACA JUGA :  Lantaran Tidak Puas Hasil Pilkades, Warga Payaman Gerudug Kantor Pemkab Kediri

” Diduga, almarhum berusaha untuk mematikan api. Karena sendiri, juga sudah berumur, mungkin terlalu banyak menghirup asap sehingga tidak bisa keluar dan tewas terpanggang, ” ujar Kompol Landung.

Selanjutnya  jasad Sumandra dibawa ke rumahnya untuk dikebumikan.” Karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Ya, mereka (pihak keluarga)  menerima dengan ikhlas sebagai suatu musibah, ” pungkasnya.(son)