TENTARAKU

*Maksimalkan Ketahanan Pangan Koramil Sooko Dampingi Petani Rawat Tanaman Padi*

×

*Maksimalkan Ketahanan Pangan Koramil Sooko Dampingi Petani Rawat Tanaman Padi*

Sebarkan artikel ini


Mojokerto,Sekilasmedia.com– Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, anggota TNI dari Koramil 0815/03 Sooko Kodim 0815 Mojokerto melalui para Babinsa melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap petani dan kelompok tani yang ada di wilayah binaan.

Seperti yang dilakukan Babinsa Modongan Serka Sumardi mendampingi petani merawat tanaman padi di lahan seluas 0,8 hektar, milik Sokib, Poktan Sekar Tani, Dusun/Desa Modongan Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (26/11/2018).

Di lahan yang ditanami jenis padi varietas Ciherang berumur 2,5 bulan ini, perawatan tanaman padi menyasar pembersihan gulma dan rumput liar yang tumbuh di rumpun maupun sela-sela tanaman padi.

BACA JUGA :  Apel Penutupan LKBB Dewantara 2025, Kodim 0815/Mojokerto Tekankan Pentingnya Disiplin dan Kepemimpinan

Saat di lokasi kegiatan Serka Sumardi menuturkan, gulma atau rumput liar ini harus dibersihkan secara berkala baik secara manual, dengan menggunakan alat atau semi mekanis atau dibasmi menggunakan herbisida.

“Bila gulma dibiarkan tumbuh maka akan menghalangi dan menghambat penyerapan sinar matahari, unsur hara dan air sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Selain membersihkan gulma, juga dilakukan pengecekan hama tanaman dan penyakit sehingga dapat diantisipasi dan ditangani secara dini,” terangnya.

Masih di wilayah Sooko, kegiatan serupa juga dilakukan Babinsa Brangkal Serka Samsul, yang mendampingi pengairan lahan seluas 0,4 hektar yang ditanam jagung varietas BISI-18, milik Syamsul, Poktan Tani Brangkal II di Dusun/Desa Brangkal, pada Sabtu (24/11) lalu.

BACA JUGA :  Berbaur dan Manunggal Garap Musholla Al Hidayah

Terpisah, Danramil 0815/03 Sooko Kapten Inf Hari Subiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, pendampingan yang dilakukan para Babinsa merupakan bagian upaya khusus ketahanan pangan dalam mendukung dan mensukseskan pencapaian swasembada pangan di wilayah.

“Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani harus memiliki manfaat atau nilai tambah, paling tidak mampu mengajak dan memotivasi para petani untuk lebih meningkatkan produktifitas pertanian. Bila hasil panen meningkat maka pencapaian swasembada pangan yang ditargetkan akan tercapai dan dengan sendirinya pendapatan petani akan bertambah,” tandas Danramil.(wo/dim)