Peristiwa

WARGA JARIT DAN WARGA KALIBENDO BERSIKUKUH BLOKADE JALAN TERHADAP ARMADA TRUCK PENGANGKUT PASIR

×

WARGA JARIT DAN WARGA KALIBENDO BERSIKUKUH BLOKADE JALAN TERHADAP ARMADA TRUCK PENGANGKUT PASIR

Sebarkan artikel ini

Lumajang, sekilasmedia.com – Dengan berbagai upaya sudah lama untuk melakukan penutupan jalan saat ini, Ratusan masyarakat di Desa Jarit maupun sejumlah Desa lain di Lumajang hingga saat ini terus melakukan blokade Jalan terhadap Truck pengangkut pasir Lumajang yang melintas di depan rumah warga.

Bersikukuh warga sejak beberapa hari yang lalu hingga saat ini tersebut mengingat dampak negatif dari lalu lalang Truck penambangan pasir sangat dirasakan warga baik dari dampak debu, kerusakan jalan yang dibiarkan, kecelakaan lalu lintas maupun dampak psikologis terutama bagi anak – anak.

Warga Dusun Uranggantung Desa Jarit Kecamatan Pasirian Lumajang Alfan Habibi ketika dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa, sebenarnya bukan warga Desa Jarit saja yang melakukan penolakan namun Masyarakat Dusun Sudimoro Desa Kalibendo juga melakukan Blokade jalan.

Yang dilakukan warga saat ini memegang keputusan Bupati Lumajang Thoriqul Haq yang akan mengalihkan dan memperbaiki jalur alternatif Penambangan pasir.

BACA JUGA :  KAI Daop 7 Madiun Menyayangkan Insiden Pengendara Sepeda Motor Tertemper KA Brantas di Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga

Setiap hari rata rata sebanyak 700 sampai 800 rit kendaraan Dum Truk belum lagi dengan kendaraan lain seperti kendaraan pengangkut barang seperti gula maupun kendaraan pribadi yang melintas di depan Rumah warga sehingga sangat mengganggu.

Namun masyaraat hanya melarang Armada Dump Truck atau Truck pengangkut pasir saja karena Warga berharap jalur baru segera direalisasikan dan diadakan Peraturan Bupati – Perbub yang mengatur jalur lalu lintas penambangan segera dibentuk dengan begitu masyarakat yang melakukan penolakan lalu lintas jalan di depan rumah warga tidak disalahkan dan didiskriditkan.

“Bukan hanya Desa Jarit saja yang melakukan penolakan namun sejumlah desa lain ini mencapai ribuan, karena memang sangat mengganggu warga, Bupati Lumajang diharapkan segera mengambil sikap dengan adanya pembenahan jalan baru alternatif,”Katanya Sabtu (24/11/2018)

Warga sebanarnya saat ini tidak menuntut segera adanya pembenahan jalan didepan rumah mereka untuk dilakukan pembenahan oleh Pemerintah meskipun sudah banyak jalan yang rusak akibat penambangan, namun warga lebih senang dan mengalah agar Bupati segera memperbaiki jalan alternatif saja mengingat armada truk pengangkut pasir dengan jumlah ratusan tersebut benar benar mengganggu warga terlebih juga pada jam kerja dan jam anak sekolah yang sangat padat.

BACA JUGA :  Dampak Banjir Berimbas Rusaknya Rumah Warga dan Tergerusnya Tanah Pekarangan Sekitar Bantaran Sungai Catak Banteng

Sementara itu Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban SiK, meminta semua elemen masyarakat Lumajang tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu yang menyesatkan, semua elemen masyarakat diminta juga tidak melakukan provokasi dan anarkhisme serta mengikuti prosedur dan hukum yang ada. Jika ada pihak pihak yang memperkeruh keadaan maka Polisi juga akan menindak tegas dan tidak pandang bulu.

“Kami mohon semua pihak menghormati proseams hukum yang ada dan tidak melakukan provokasi yang memperkeruh keadaan, kami bersama Bupati juga berupaya mencari solusi yang solutif untuk semua pihak, kami juga dekat dengan semua pihak dan masyarakat, jika ada yang akan memperkeruh keadaan maka kami juga tidak segan untuk melakukan tindakan tegas,” Tegasnya( SM — kar)