Daerah

Legeslator Badung, Pantau Serius Proyek Balai Budaya

×

Legeslator Badung, Pantau Serius Proyek Balai Budaya

Sebarkan artikel ini

Badung Bali,Sekilasmedia.com-
Ambruknya rangka baja pada bagian atap gedung balai budaya Graha Mangu Mandala beberapa waktu lalu, mendapat perhatian serius wakil rakyat di DPRD Badung. Bahkan, legislator telah memanggil instansi terkait, guna memastikan kasus tersebut.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Badung, I Wayan Luwir Wiana, secara tegas mengatakan, jika lembaga dewan memiliki kewenangan untuk pengawasan. Sebab, belum apa-apa atap sudah ambruk. Dan kejadian itu sangat disayangkan. Untuk memutuskan perlu tidakkan dengan memanggil instansi terkait termasuk pihak rekanan. Hal itu bertujuan menggali informasi dari penyebab ambruknya rangka baja tersebut secara lebih mendalam.

BACA JUGA :  Sebabkan Laka Lantas, Datangi Dishub Genpatra Minta Bongkar Speed Dump Sisi Timur Mapolres Gresik

Sementara ketua DPRD Badung I Putu Parwata meminta supaya instansi terkait untuk terus mengawasi seluruh proyek yang sedang dikerjakan. Setidaknya mengantisipasi kasus seperti ini terjadi. Selain itu dewan juga akan ikut mengawasi, sebab dewan juga punya kewenangan dalam melakukan pengawasan terhadap setiap pekerjaan dan kinerja pemerintah.

Perlu diketahui, ambruknya rangka baja pada atap gedung budaya yang tengah dibangun di areal Pemkab Badung mengakibatkan empat orang pekerja harus dilarikan ke rumah sakit, guna mendapatkan perawatan karena menderita luka-luka.

Informasi didapat, rangka baja yang hendak dipasang tiba-tiba jatuh dan menimpa crane, tepat berada dibawahnya. Crane pun rusak parah pada bagian body.

BACA JUGA :  Ratusan Orang Ikuti Donor Darah dan Pemeriksaan Mata Gratis di Bakti Sosial Polres Gresik

Pembangunan gedung balai budaya (Graha Mangu Mandala) ini dikerjakan oleh PT Tunas Jaya Sanur, dengan Pagu anggaran proyek kurang lebih Rp 336 miliar, namun oleh pihak rekanan ditawar Rp 317 miliar. Proyek ini berdiri di lahan seluas 4 hektar dengan total luas bangunan gedung kurang lebih 1,8 hektare.

Proyek ditarget selesai pada tahun 2019 mendatang. Sesuai perencanaan awal, gedung ini didesain bisa menampung sekitar 2.600 penonton. Selain itu, gedung bakal dilengkapi piranti pendukung lainnya, seperti LED, sound system dan lighting yang berstandar internasional.(son)