
Mojokerto, Sekilasmedia. Com-Proyek normalisasi kali sadar, Kecamatan Mojoanyar, disidak Wakil Bupati, Rabu (9/1/2018). Selain melihat progres proyek, Wabup juga mengevaluasi langsung hasil proyek tersebut untuk penanggulangan banjir diwilayah Kecamatan Mojoanyar.
Sidak kali ini diikuti oleh tiga Kepala OPD terkait. Diantaranya, Kepala Dinas BPBD, Kepala Dinas PUPR dan Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto.
Dari dekat, Wabup menyaksikan langsung proses pengerjaan normalisasi kali sadar. Diantaranya, pelebaran sungai, pengangkatan sedimen dan pembangunan plengsengan.
“Proyek ini memang bukan milik Pemkab Mojokerto tapi karena pelaksanaannya di Kabupaten Mojokerto sudah menjadi kewajiban kita untuk ikut mengawasinya. Karena jika proyek ini rampung bisa menjadi solusi banjir di Kecamatan Mojoanyar,” kata Wabup.
Wabup juga mengatakan dihadapan tiga OPD, Camat Mojoanyar dan sejumlah kepala desa,”banjir di Kecamatan Mojoanyar sudah menjadi persoalan klasik yang sulit ditangani, hampir setiap tahun luberan air hujan sebagai penyebabnya.
“Kita ini posisinya kesulitan untuk mengatasi secara cepat dan tanggap. Sebab kewenangan untuk melakukan normalisasi sungai bukan ada pada daerah melainkan pusat dalam hal ini BBWS. Untuk itu mumpung ada pengerjaan normalisasi dari pusat, kita harus terbuka menawarkan diri untuk membantu berperan dalam pelaksanaan proyek tersebut,” tegasnya.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini menjadi yang pertama memberikan pemaparan. Kepada Wabup, Zaini mengatakan sebelum ada proyek normalisasi, sejumlah desa yang dilewati sungai sadar selalu terdampak banjir. Yang terparah salah satunya di Desa Sadar Tengah ini.
“Kalau hujannya lebat dan menerus, Desa Sadar Tengah bisa tenggelam hingga seukuran paha. Setelah ada proyek ini, meski belum tuntas tapi bisa mengurangi problem tersebut. Tapi kita juga perlu melakukan normalisasi untuk anak sungai sadar juga,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Didik Pancaning Argo menjelaskan jika proyek normalisasi sungai sadar dijadwalkan tuntas pada akhir Desember 2019 ini. “Ini proyek multiyears milik BBWS. Start pengerjaan bulan Desember 2017 lalu dan berakhir bulan Desember 2019 ini. Jika tuntas, normalisasi proyek ini akan menyentuh kali porong di Kecamatan Ngoro,” jelasnya.
Masih kata Didik, sesuai tujuannya, normalisasi sungai ini diharapkan mampu mengurai persoalan banjir yang selama ini diakibatkan oleh luberan sungai ini. “Kita berharap dengan progres pembangunan yang sudah mencapai 50 persen lebih ini, hasilnya bisa langsung dirasakan warga yang selama ini terdampak banjir akibat luberan sungai,” pungkasnya. (wo)





