Daerah

Denpom Divif 2 Kostrad Bersihkan Puing – Puing Sisa Kebakaran di Pasar Lawang

×

Denpom Divif 2 Kostrad Bersihkan Puing – Puing Sisa Kebakaran di Pasar Lawang

Sebarkan artikel ini
Foto Tentara saat membersihkan bekas kebakaran
Foto Tentara saat membersihkan bekas kebakaran

Malang, Sekilasmedia.com – Pasca kebakaran di pasar Lawang Petugas gabungan mulai membersihkan puing – puing yang ada dilokasi kebakaran di Pasar Lawang Kabupaten Malang. Sebanyak 10 personil Denpom Divisi 2 Kostrad dikerahkan.

“Kurang lebih 10 personel Denpom Divif 2 Kostrad kami kerahkan, kita juga bersama tim gabungan mulai dari Disperindag Kabupaten Malang, para pedagang beserta keluarga, kepala pasar se Kabupaten Malang dan para relawan,” kata Dandenpom Divif 2 Kostrad, Mayor CPM Hanri Wira Kusuma SH.M,Han.

BACA JUGA :  PJ. SEKDA TINDAK LANJUTI KERJASAMA DENGAN BNI

Wira mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini juga dibantu oleh warga setempat. Dia juga meminta petugas agar berhati-hati lantaran ada beberapa atap ruko yang rawan roboh.

“Petugas kami juga membersihkan di beberapa lokasi yang mengalami kerusakan cukup parah, disisi lain saya mengimbau petugas maupun warga setempat untuk berhati-hati sehingga tidak sampai terjadi masalah,” ujar Dandenpom.

Ia berharap dengan diselenggaranya pembersihan puing-puing, agar segera selesai sehingga para pedagang bisa kembali beraktifitas.

Sementara ditempat terpisah, Sigit Sugianto, Kepala Upt Pasar Lawang menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya masih menunggu rapat koordinasi tingkat Kabupaten untuk mencari solusi bagi para pedagang yang rencana digelar minggu depan.

BACA JUGA :  Komisi III DPRD Kab. Blitar Akan Sidak Proyek Jembatan Subali Blitar, Sekilasmedia.com Proyek Jembatan Subali yang berada di Kecamatan Sutojayan masih belum berwujud. Padahal proyek jembatan senilai 10,5 miliar rupiah tersebut harus selesai pada akhir bulan Desember 2023 ini. Hingga saat ini progres pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Sutojayan dan Kelurahan Kedungbunder Kec. Sutojayan tersebut masih mencapai 25 persen saja. Sejauh ini yang sudah terbangun adalah abutmen atau substruktur yang berada di ujung bentang jembatan sisi barat. Dengan progres yang begitu lelet, warga sekitar lokasi pun khawatir jembatan ini tidak akan selesai pada akhir tahun ini. Menanggapi keluhan tersebut DPRD Kabupaten Blitar pun akan melakukan sidak pembangunan jembatan Subali tersebut. “Emang terkesan lelet ya, kami akan sidak ya beberapa pekan ke depan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Sugianto (Sugik), Jumat (01/12/23). Warga khawatir proyek jembatan senilai 10,5 miliar rupiah tersebut tidak akan selesai tepat waktu. Kekhawatiran warga tersebut didasarkan didasarkan kondisi saat ini yang telah memasuki hujan, dimana sungai Ludo Agung biasanya akan meluap ketika hujan terus turun. Jika banjir terjadi warga khawatir pondasi bangunan jembatan akan terbawa arus sungai. Sehingga jembatan yang memakan APBD senilai Rp 10,5 miliar rupiah tersebut tidak akan rampung. Pembangunan jembatan ini memang mengalami sejumlah kendala, mulai dari material hingga pembebasan lahan. Proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan Subali ini ternyata belum selesai. Total ada 19 warga yang akan terdampak pembangunan jembatan Subali. Tanah dari warga tersebut baru akan dibebaskan atau diberikan ganti rugi dengan akta notaris pada pekan depan. “Memang ada kendala pembebasan lahan di sekitar lokasi dan warga terdampak tapi PUPR tetap optimis katanya bisa rampung dalam pekan depan,” tegas Sugik. (adv/ddg)

“Masih menunggu hasil rapat koordinasi tingkat kabupaten, nanti pemerintah yang mengambil kebijakan maupun langkah-langkahnya,” ungkap Kepala Upt Pasar Lawang, Sigit Sugianto.

Sebelumnya, masih kata Sigit menyebut kebakaran melalap kurang lebih 453 ruko di Pasar Lawang, dengan kerugian materil sekitar 10 miliar. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Disamping itu, sebagian pasar beroperasi normal dan sebagian lain yang terdampak kebakaran terdapat api kecil yang belum kunjung padam.(FTI).