Selamat Hari Raya Idul Fitri .

Home / Tak Berkategori

Kamis, 23 Mei 2019 - 17:26 WIB

Putus Kerjasama Dengan Google, Huawei Bakal Kembangkan OS Sendiri

Huwaei putus kerjasama dengan Google

Huwaei putus kerjasama dengan Google (foto:sekilasmedia)

Artikel, sekilasmedia.com – Perang dagang antara AS-China berbuntut pelarangan terhadap perusahaan-perusahaan di negeri Paman Sam tersebut untuk menjual produknya kepada Huawei. Tak terkecuali Google, sebagai raksasa teknologi pemilik platform android yang mendominasi penggunaan sistem operasi berbagai merk telepon pintar di dunia. Dengan pemutusan kerjasama ini, bisa jadi Huawei tak lagi menggunakan teknologi android sebagai sistem operasional smartphone mereka.

Pelarangan ini berawal ketika AS gencar melakukan kampanye bahaya penggunaan teknologi 5G Huawei, yang beresiko terhadap keamanan negara. Dengan alasan tersebut,  pemerintah AS memblacklist perdagangan Huawei di negerinya, kecuali ada lisensi khusus untuk penggunaanya. Beberapa sumber menyebutkan, penggunaan teknologi 5G Huawei bukan lagi murni untuk kebutuhan teknologi, melainkan disusupi kepentingan intelijen dan militer.

Bahkan, beberapa media sempat  merilis, CFO Huawei ditangkap di Kanada karena dituduh melakukan kejahatan seperti kampanye bahaya penggunaan teknologi 5G.

Kendati serangan bertubi-tubi dilancarkan, tak lantas membuat produsen smartphone papan atas di negeri tirai bambu tersebut patah arang. Meski CEO Huawei Richard Yu mengaku senang bekerjasama dengan Google, namun dalam kondisi tersebut pihaknya sudah mempersiapkan rencana alternatif.

Mengembangkan OS Sendiri ?

Terkait kabar pengembangan sistem operasional (OS) yang dilakukan Huawei, Richard Yu membenarkannya. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan jika AS benar-benar melarang ekspor hardware dan software pendukung Android kepada Huawei. Dengan kata lain, kemungkinan smartphone Huawei tidak dapat lagi mengakses Google play store dan Youtube.

Namun seperti diketahui, Android sendiri adalah OS open source project, yang artinya tidak ada pelarangan bagi siapapun untuk menggunakan dan mengembangkannya. Namun, sebelumnya Huawei sendiri telah mengembangkan platform EMUI sebagai user interface mereka. Platform ini dikembangkan dari akses Android Open Source Project (AOSP).

Dengan pemutusan kerjasama dengan Google, di masa mendatang Huawei tidak dapat lagi mendapat update resmi dari penggunaan Android. Dengan demikian, pemilik smartphone Huawei tak lagi dapat mengakses berabagai layanan Google, seperti gmail, Google Play Music dan sebagainya.

Entah bagaimana terobosan yang dilakukan Huawei untuk mengatasi masalah ini, namun seperti diketahui, beberapa merk smartphone China sebelumnya telah menggunakan ROM China. Bisa jadi, Huawei akan mengikuti langkah beberapa merk smartphone lain asal negeri tirai bambu. (*)

 

Sumber : Berbagai sumber

 

 

 

Share :

Baca Juga

TENTARAKU

Satgas TMMD Bantu Warga Desa Ngrandulor Bangun Rumah

TENTARAKU

Koramil Tegalisawalan Bersama Warga Binaan Bersihkan Saluran Irigasi

TENTARAKU

Kasdim 0808/Blitar Himbau Pelaksanaan Tahapan Pilkada Wajib Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

TENTARAKU

Penantian Panjang Jadi Kenyataan Berkat TMMD Kodim 0817/Gresik

TENTARAKU

Jalin Sinergitas,Babinsa Carangrejo, Koramil 0814/12 Kesamben Bantu Renovasi Balai Desa Carangrejo

Daerah

Rangkaian Peringatan Dirgahayu ke 77 TNI,Dandim Probolinggo Ajak anggota, ASN beserta Persit Donor Darah.

Daerah

Bupati Gresik Bersama Forkopimda Ikuti Upacara HUT Bhayangkara ke-76 Secara Virtual

Daerah

Pemkot Rayakan Peringatan Hari Bhayangkara ke-76