Daerah

Puskesmas Tongas Bentuk Posyandu Remaja

×

Puskesmas Tongas Bentuk Posyandu Remaja

Sebarkan artikel ini
Foto saat pembinaan
Foto saat pembentukan posyandu remaja

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Puskesmas Tongas membentuk posyandu remaja, Sabtu (18/5/2019). Pembentukan ini dihadiri oleh para duta kesehatan remaja selaku kader remaja dan bidan desa. Posyandu remaja ini akan dilaksanalan mulai Juni 2019 di 8 (delapan) desa wilayah Puskesmas Tongas.

Kader remaja yang diundang berasal dari 12 siswa SMA dan 8 orang dari Karang Taruna Kecamatan Tongas di 8 desa wilayah kerja Puskesmas Tongas yang sebelumnya telah dikukuhkan sebagai duta kesehatan remaja oleh Kecamatan Tongas. Posyandu remaja merupakan salah satu kegiatan upaya monitoring kesehatan berbasis masyarakat (remaja) dengan melibatkan remaja itu sendiri serta merupakan tempat untuk pemberian informasi kesehatan kepada remaja secara rutin tiap bulannya.

Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani mengatakan posyandu remaja ini dimaksudkan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan. Sedangkan di Puskesmas Tongas telah dibuka Poli PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) sejak 1 Mei 2019.

BACA JUGA :  Jenguk Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan di RS Saiful Anwar, Kapolda Jatim Ucapkan Permohonan Maaf Atas Tragedi Kanjuruhan*Kadiv Humas Polri bersama Kapolda Jawa Timur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Ketua PWNU dengan Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar meninjau Aremania yang sedang dirawat, pada Selasa (4/10/2022). Dalam kunjungannya rombongan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, dan Ketua PWNU KH Marzuqi Mustamar serta Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dr. Kohar melihat langsung bagaimana proses perawatan medis terhadap pasien-pasien yang saat ini masih dirawat, terkait dengan peristiwa di stadion Kanjuruhan. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta juga menyampaikan, dari jajaran Polda Jawa Timur bersama-sama dengan tim Mabes Polri melakukan upaya pengidentifikasian korban semaksimal mungkin untuk korban yang luka mendapatkan perawatan."Jadi ada 125 korban yang meninggal dunia dan ada korban yang dirawat di RS, Bapak Kapolri memberikan perhatian secara khusus kepada seluruh korban yang meninggal dunia maupun yang sedang dirawat dengan memberikan bantuan perawatan kepada setiap korban dan kami serahkan kepada keluarganya masing-masing," jelasnya Kapolda Jatim. Lebih lanjut Kapolda juga menyampaikan, pihaknya telah melakukan proses koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Malang, terkait dengan perbaikan sarana prasarana maupun kendaraan yang rusak. "Selanjutnya kami juga akan melakukan proses penegakan hukum kepada siapa saja yang bersalah setelah proses kemanusiaan ini selesai, apa lagi untuk anggota yang bersalah, kemarin sudah diumumkan Pak Kadiv Humas dan tentunya proses ini sedang berjalan," ujarnya Kapolda Jatim usai meninjau Aremania yang sedang di rawat. "Saya selaku Kapolda ikut prihatin dan turut menyesal sekaligus minta maaf di dalam proses pengamanan yang sedang berjalan ada kekurangan kedepan Kami akan mengevaluasi bersama-sama dengan panitia pelaksana, kemudian dengan Presiden Liga dan PSSI, sehingga harapannya pertandingan sepak bola kedepan, pertandingan sepak bola yang aman, nyaman dan bisa menggerakkan ekonomi," tandasnya Irjen Pol Nico Afinta. Selain itu, Kapolda Jatim memohon doa agar semua permasalahan ini bisa kita selesaikan bersama-sama, Kapolda mengatakan bahwa ini kota kita, ini tempat kita bersama, satu rumah ada permasalahan pihaknya yakin bisa diselesaikan oleh orang yang tinggal di rumah tersebut, kita semua bersaudara, langkah-langkah ini pasti membawa hal yang positif. "Terima kasih untuk seluruh dokter yang sudah bekerja, Terima kasih Pak Wagub mewakili Pemprov koordinasi yang sangat baik, Terima kasih untuk seluruh Aremania yang sudah bekerja sama, tolong jaga kota ini tolong jaga provinsi ini, ini milik kita," pungkasnya diharapkan Awak Media

“Tugas kader remaja (dengan didampingi tenaga kesehatan dan kader posbindu) yaitu melakukan pengukuran antopometri menjadi konselor sebaya (peer counsellor) di desa serta melakukan diskusi santai (ngobrol santai). Kader ini sifatnya kerelaan dan keikhlasan,” katanya.

Dengan dibentuknya posyandu remaja ini Nia mengharapkan dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan remaja, menemukan alternatif pemecahan masalah dan memperluas jangkauan pelayanan monitoring kesehatan. “Apabila ditemukan masalah kesehatan yang tidak dapat diselesaikan di posyandu, maka remaja akan dirujuk ke Poli PKPR Puskesmas Tongas,” pungkasnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan materi konsep pembentukan posyandu remaja yang disampaikan oleh Penanggung Jawab Program Promkes Puskesmas Tongas Anisa. Menurutnya, posyandu remaja bertujuan untuk memberikan informasi dengan langkah-langkah 5 meja dalam posyandu serta pencatatan dan pelaporan.

BACA JUGA :  Bupati Asahan Berharap Agar Kejurnas Grasstrack 2025,tetap Bergulir di adakan Setiap Tahun di Kabupaten Asahan

Sementara Yuliana, Penanggung Jawab Program KRR menambahkan tentang skrining metode HEAADSS (Home, Education, Eating&Exercise, Activity, Drugs, Sexuality, Suicide dan Safety) dan pentingnya pemberian tablet Fe pada usia remaja putri.

Hal senada disampaikan Rahmat Sandi, Penanggung Jawab Program PTM. Dirinya menambahkan tentang posbindu remaja menginformasikan contoh penyakit-penyakit tidak menular pada kader remaja. Perbedaan dengan posbindu, pada posyandu remaja ditambahkan pemeriksaan Hb, pemantauan minum tablet Fe, skrining mata dan jiwa serta ngobrol santai tentang kesehatan remaja.

Selanjutnya para kader remaja mempraktikkan 5 meja (simulasi) yang ada pada posyandu sesuai prosedur. Kemudian Chelvia selaku Duta Kesehatan Juara 1 se-tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2018 berbagi cerita pengalamannya menjadi Duta Kesehatan.(Rul).