Daerah

Subagja Suihan Ayah Angkat Egy Maulana Vikri Ajak Achmad Yari Dan Siswahyu Bentuk Bina Sentra Untuk Kembangkan Sepakbola Jatim Ke Nasional

×

Subagja Suihan Ayah Angkat Egy Maulana Vikri Ajak Achmad Yari Dan Siswahyu Bentuk Bina Sentra Untuk Kembangkan Sepakbola Jatim Ke Nasional

Sebarkan artikel ini
Foto Subagja Suihan, Siswahyu, dan Achmad Yari
Foto Subagja Suihan, Siswahyu, dan Achmad Yari

SURABAYA, Sekilasmedia.com – Liga 1 Elite Pro Academy U16 grup C yang dihelat di Lapangan Persebaya Karanggayam untuk Seri Ke-1 memang untuk sementara sudah berakhir sejak kemarin (Sabtu 4 Mei 2019), dengan peringkat tiga besar diduduki PSM U16 Makassar – Persebaya U16 Surabaya – Kalteng Putra U16 dengan peringkat belakangnya ditempati Borneo FC U16 – Bali United U16 – Persipura U16. Liga 1 U16 salah satu liga usia muda yang ke depan diharapkan menghasilkan pesepakbola-pesepakbola profesional dan nasional hingga internasional, meskipun di sela pelaksanaannya masih saja ada suara-suara pesimis sumbang termasuk terdapat wasit yang dinilai belum bisa menjalankan fairplay, juga diindikasikan terdapat pelatih yang tidak menjalankan Filanesia, termasuk pelatih yang dinilai tidak memberi kesempatan rolling pesepakbola secara memadai diantaranya diduga ada ‘permainan’ suap terhadap lingkungan tim pelatih dalam menentukan line up, dan masih banyak lagi hal-hal lain yang penting dievaluasi oleh PSSI dan Liga Indonesia sebelum Liga 1 U16 diputar lagi setelah Hari Raya Idul Fitri (sekitar 18 Juni 2019, red ). Termasuk, seberapa pentingkah Liga 1 usia muda bagi PSSI sehingga masih terlihat nuansa sangat kental tidak fairplay? Apakah tetap karena kuatnya praktek mafia? Meskipun PSSI saat ini masih terus dihajar Satgas Anti Mafia Bola? Apakah harus menunggu usai Kongres Luar Biasa PSSI 13 Juli untuk melakukan perubahan yang signifikan? Ataukah malah nunggu Kongres Biasa yang baru dilaksanakan 20 Januari 2020 untuk memilih Ketua Umum baru beserta dua Wakil Ketua Umumnya dan 12 Exco baru? Menunggu kejelasan Pilpres, dimana Presiden 2019-2024 akan dilantik pada Oktober 2019?

*KEHADIRAN GANESHA PUTERA DAN SUBAGJA SUIHAN AYAH ANGKAT EGY MAULANA VIKRI BERI CAKRAWALA DAN SPIRIT*
Namun di balik semua pelaksanaan Liga 1 U16 Grup A – Grup B – Grup C juga terdapat proses tesis anti tesis dengan pertemuan-pertemuan berbagai pihak yang silih berganti menghadiri pelaksanaan Liga 1 U16 tersebut, termasuk kehadiran Ganesha Putera salah satu figur yang ‘melahirkan’ Filanesia bersama Danurwindo, Barry Sidik dan Jaka Luka Prahara. Kehadiran Ganesha Putera, sedikit-banyak memberikan cakrawala dan semangat bagi lingkungan yang dihadirinya termasuk ketika Ganesha hadir di mess Persebaya yang ‘menyatu’ dengan Lapangan Persebaya Karanggayam.

Begitupun hadirnya Subagja Suihan ayah angkat Egy Maulana Vikri yang juga ‘penemu’ hingga mengorbitkan Firman Utina yang kini menjadi salah satu legenda Timnas Sepakbola Indonesia. Subagja Suihan dalam beberapa hari tampak hadir di Lapangan Persebaya – Karanggayam menyaksikan sejumlah pertandingan, sambil ‘nyambangi’ para pesepakbola binaannya yang menyebar di beraneka banyak klub, lebih-lebih Kalteng Putra yang diasuh Firman Utina dkk. Bahkan Subagja Suihan memberi bonus kepada seluruh pemain jika tim tersebut menang, begitupun untuk yang cetak gol mendapatkan bonus khusus tersendiri namun diminta Sang Pesepakbola tetap agar berbagi dengan temannya. Apakah juga ada spirit seperti itu di klub-klub lain yang berlaga di Liga 1 U16 musim 2019 ini?

BACA JUGA :  BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran 2025

*SUBAGJA SUIHAN MENGHADIRKAN BINA SENTRA UNTUK NEMBINA PESEPAKBOLA MUDA JATIM GO NASIONAL – INTERNASIONAL*
Subagja Suihan dengan Bina Sentra-nya yang menasional, bahkan internasional, memang dikenal sebagai tokoh sepakbola nasional yang banyak bergerak di belakang layar menata dan mengorbitkan pesepakbola hingga sukses menjadi pesepakbola profesional nasional bahkan internasional, misal Egy Maulana Vikri yang kini dikontrak klub Polandia Lechia Gdanks. Subagja Suihan tak henti-henti memantau pesepakbola muda seluruh Indonesia untuk dijadikannya semacam ‘anak-angkat’ yang dimintanya dari para orang tua mereka. Selama dalam binaannya, mereka seperti anaknya sendiri penuh-penuh. Namun jika sudah menjadi pesepakbola profesional, barulah para anak itu kembali menjadi hak orang tua masing-masing, tanpa pernah Subagja Suihan meminta bayaran.

Sejak beberapa tahun lalu dengan bendera Bina Sentra-nya telah banyak timnas usia muda maupun timnas pelajar yang ditangani Subagja Suihan, bahkan dikirimnya ke luar negeri. Diantaranya dengan program-program yang begitu banyak yang telah dimilikinya, tak mengherankan sejak beberapa bulan lalu Subagja Suihan juga nemantau para pesepakbola muda dari Jawa Timur hingga keinginan membuka Bina Sentra di Jawa Timur yang kebetulan disampaikan kepada Achmad Yari dan Siswahyu pimpinan Umum sekilasmedia.com. Achmad Yari adalah tokoh yang merintis awal-awal Bhayangkara FC ‘junior’ anak selama sekitar dua tahun, Siswahyu menjadi Media Officer. Rintisan Achmad Yari itu berhasil pada tahun lalu (2018) menjadikan Bhayangkara FC U16 bentukannya bisa tampil di Festival Liga 1 Filanesia U16 (pra Liga 1 U16, red.) juga hingga tampil di Liga 1 U16 yang resmi pada musim pertama, liga yang bertajuk sebagai Liga 1 U16 Elite Pro Academy.

*KEBETULAN ACHMAD YARI AYAH ALIF DAN SISWAHYU AYAH AKMAL YANG PERNAH SAMA-SAMA DI BHAYANGKARA FC USIA MUDA*
Kebetulan Achmad Yari adalah juga orang tua pesepakbola Ahmad Zein Nur Alif yang pada tahun 2018 memperkuat Bhayangkara FC U16 dalam Liga 1 U16 Elite Pro Academy. Begitu pula kebetulan Siswahyu adalah ayah dari Ahmad Dzaki Akmal Yuda/ Akmal (kini pesepakbola U15) binaan Bina Sentra-nya Subagja Suihan yang pernah bermain untuk Bhayangkara FC U14-U15-U16, bahkan saat di Bhayangkara U13 pernah menjadi Juara 1 nasional Bali Youth Championship di Denpasar (2017) dan saat di Bhayangkara FC U14 (2018) meraih Juara 2 Jawa Timur untuk Piala Menpora U14. Kemudian Akmal sempat masuk Kalteng Putra U16 meskipun umurnya baru U15, saat Liga 1 Filanesia U16 pada 19 – 25 Maret 2019 di National Youth Training PSSI di Sawangan – Kota Depok, Jawa Barat. Namu karena lokasi Training Center yang terlalu jauh dari rumah dan sering meninggalkan pelajaran sekolah (SMPN 2 Kota Mojokerto kelas 2) maka untuk sementara belum berlanjut di Kalteng Putra. Kini, melalui Untag Rosita salah satu klub internal Seri A Persebaya, Akmal terpilih masuk dalam Persebaya U16 untuk Liga 1 Elite Pro Academy U16 yang untuk Seri Ke-1 baru selesai kemarin (Sabtu 4 Mei 2019).

BACA JUGA :  Bupati Sidoarjo Sampaikan Peran BPD dalam Pembangunan Desa

Dengan background semacam itu tentu wajar saja Subagja Suihan menggandeng Achmad Yari dan Siswahyu untuk Bina Sentra di Jawa Timur, tentu dengan harapan dukungan tokoh-tokoh dan pihak-pihak di Jawa Timur yang peduli untuk ‘mensubsidi’ atau menjadi ‘sponsor’ bagi pesepakbola ‘junior-anak’ yang masuk Bina Sentra karena untuk tahap-tahap awal masih berbayar meskipun sangat murah dengan mendapatkan berbagai keunggulan dari Subagja Suihan yang juga ketua umum Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) pusat. Diantaranya coaching clinic gratis dari pelatih nasional dan timnas termasuk Indra Sjafri, Firman Utina dll. Juga peluang turnamen nasional dan internasional secara gratis, bahkan timnas.

*BERHARAP DUKUNGAN HALIM ISKANDAR KETUA DPRD JATIM, ACHMAD HERI KETUA BALEGDA DPRD JATIM, SUHANDOYO KETUA PROJO JATIM, WARSITO, KELANA APRILIANTO REJO JATIM DLL*
Pada bagian terpisah program yang bagus dari Bina Sentra tersebut pada tahap-tahap awal oleh Siswahyu diharapkan segera mendapatkan dukungan dari banyak tokoh di Jawa Timur seperti Halim Iskandar ketua DPRD Jatim, Achmad Heri ketua Balegda DPRD Jatim, Suhandoyo anggota DPRD Jatim yang juga ketua Projo Jatim, Warsito mantan Cawali Mojokerto, Kelana Aprilianto ketua Rejo Jatim, juga Bupati/Walikota bahkan gubernur yang peduli.

Memang pada awal berbayar namun sangat murah sehingga memerlukan subsidi ataupun pihak yang peduli menjadi sponsor atau memberi beasiswa. “Disini kita berharap anak-anak bisa menjadi pesepakbola profesional nasional bahkan internasional namun dengan beaya yang sangat ringan untuk tahap-tahap awal, bahkan ada kemungkinan beasiswa. Jadi bukan bisnis oriented namun ada kepedulian,” ungkap Siswahyu yang juga penulis buku Humor Sepakbola dan buku Biografi Asmuni-Srimulat yang juga humas salah satu organisasi Badan Liga Sepakbola Provinsi Jawa Timur.(Sis).