
Probolinggo, Sekilasmedia.com – Ada festival ikan asap di jalan Panglima Sudirman ( Pangsud ) kota Probolinggo, Sabtu pagi (31/8). Acara ini merupakan salah satu dari serangkaian acara SEMIPRO (seminggu di kota Probolinggo) 2019. Festival ikan Asap masuk salah satu jadwal kegiatan tahunan tersebut.
Di ikuti oleh para UKB ( usaha kelompok bersama ) di kota Probolinggo hingga semua OPD di lingkup kota Probolinggo, stand berjejer mulai dari depan kantor pemkot Probolinggo, mengarah ke barat hingga simpang tiga RM. Sumber Hidup.
Menarik dikunjungi karena dalam festival ikan asap selain dalam rangka pemecahan rekor MURI katagori pengasapan ikan dengan jumlah terbanyak yaitu 10.000 ekor ikan asap, juga digelar lomba kreasi memasak dengan bahan dasar ikan.
Tampak hadir Walikota Habib Hadi Zaenal Abidin dan Wakil Walikota Probolinggo HMS Subri yang didampingi istri masing-masing menyampaikan, festival ikan asap selain sebagai upaya peningkatan perekonomian warga pesisir kota Probolinggo, juga sebagai pembelajaran untuk para ibu-ibu.
“Anak kecil jarang suka makan ikan, penting bagi para ibu-ibu untuk melakukan inovasi dalam menyajikan masakan ikan” ucap Habib ( sapan walikota Probolinggo ).
Di dampingi tim juri, Habib keliling ke setiap stand peserta lomba memasak mencipipi hasil masakan, diperkirakan 41 peserta, masing – masing menyajikan olahan yang berbeda.
Pria yang juga pengasuh pondok pesantren Riyadlus Sholihin Ketapang, Probolinggo tersebut tidak menginginkan kota Probolinggo hanya sebagai penghasil ikan mentah saja, namun juga sebagai kota penghasil makanan olahan yang berbahan dasar ikan, menurutnya mengingat Probolinggo adalah penghasil ikan salem yang biasa digunakan untuk sarden karena memiliki rasa yang enak.
“Kalau pesertanya banyak, karena jumlah ikan yang disediakan mencapai 1 ton atau sebelas ribu lebih, alhamdulillah antusia dari UKM bagus sekali, dari sini kita bisa melihat langkah – langkah yang harus diambil pemerintah untuk masa depanya, kita terus dorong melakukan terobosan dan inovasi demi berkembangnya UKM khusunya terkait pengolahan ikan di Probolinggo.”
“Alhamdulillah kita mendapatkan rekor MURI, kita tunjukkan bahwasanya kota Probolinggo bukan hanya punya pelabuhan ikan saja, namun kita juga bisa menyajikan olahan yang luar biasa.” Pungkasnya.
Untuk diketahui, SEMIPRO adalah program tahunan pemerintah kota Probolinggo. Ajang tahunan milik kota Probolinggo ini mampu meningkatkan stabilitas perekonomian di kota Probolinggo.
Di tahun 2019 SEMIPRO digelar mulai tanggal 31 Agustus 2019 hingga nanti usai tanggal 7 September 2019, kali ini merupakan SEMIPRO yang ke sebelas, artinya sudah 10 tahun sukses berjalan.
Selama satu minggu warga dari dalam maupun luar kota Probolinggo akan dimanjakan dengan berbagai pertunjukan, mulai dari pawai budaya yang diikuti dari dalam dan luar kota, hingga pagelaran aneka macam kuliner.(wm/rul)











