Peristiwa

Warga Wonoasih Temukan Mayat Laki-laki Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan

×

Warga Wonoasih Temukan Mayat Laki-laki Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan

Sebarkan artikel ini
Warga Wonoasih Temukan Mayat Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan
Foto situasi saat ditemukannya mayat yang diduga pembunuhan
Penemuan mayat di Wonoasih, Diduga Korban Pembunuhan
Foto situasi saat ditemukannya mayat yang diduga pembunuhan

PROBOLINGGO, Sekilasmedia .com – Warga Kelurahan/ Kecamatan Wonoasih, Probolinggo, Rabu (16/10/2019) digemparkan dengan penemuan mayat laki-laki bersimbah darah. Mayat yang diidentifikasi bernama Dani, (26), warga Kareng Lor itu diduga kuat adalah korban pembunuhan.

Informasi yang dihimpun saat di (TKP) tempat kejadian perkara menyebutkan, jenazah korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 18.15 di sekitar pemandian Sumber Ardi. Menurut Irfan (20) warga setempat, penemuan mayat itu pertama kali oleh warga yang hendak buang air. “Warga setempat melihat ada jenazah bersimbah darah, dan langsung memberitahukan ke warga lain dan Polsek setempat.” katanya.

BACA JUGA :  Muazin Dibunuh, Jasadnya Diikat di Kolam Pancing

Pada Saat ditemukan, korban dalam kondisi terlentang, memakai baju warna hitam dan celana pendek warna cokelat. “Katanya sih warga Kareng Lor. Tapi, kami juga tidak tahu pasti,” terang Irfan.

Korban meninggal diduga lantaran akibat dari pembacokan. Korban mengalami luka bacok di paha dan kepala. “Tak tahu carok atau bagaimana, saya juga belum paham,” tambahnya.

Hingga kini, tim identifikasi dari Polres Probolinggo Kota yang menuju lokasi sempat kesulitan, karena mobil ambulans susah masuk ke lokasi. Belum ada keterangan resmi dari Polisi terkait penemuan mayat tersebut.

BACA JUGA :  Di Temukan Mayat Mr x, di Samping Teras Mushollah

Mat (inisial) saudara korban mengaku, sebelum magrib korban dijemput empat orang. “Sebelum berangkat, Dani minta uang Rp 100 ribu ke Rohani ibunya dan Mislum ayahnya,” ujarnya.

“Yang saya dengar, warga melihat Dani dikeroyok 4 orang. Warga mau melerai takut, karena bawa senjata tajam. Ibunya tau. Katanya juga warga Kareng Lor,” jelas sang Bibi.(moz)