
Blitar, Sekilasmedia.com – Kota Blitar adalah kota sejarah yang istimewa,ini terbukti sebagai mana Blitar dipilih sebagai tempat untuk mendeklarasikan calon Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Charles J.N Silalahi S.H.,M.H beserta team pemenanganya,Jumat (15/11/19).
Dengan mengilhami semangat Bung Karno yang mempunyai jiwa persatuan yang besar dan keberanian memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia.Cahrles berharap dapat menularkan dan memupuk semangat persatuan kepada seluruh advokat dan organisasinya untuk bersatu agar memberikan yang terbaik untuk negeri tercinta ini.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Medan Sumatera Utara ini mengatakan,jika terpilih nanti berkeinginan mempersatuan dari delapan organisasi pendiri Peradi dari awal dibentuknya organisasi ini. Dengan tidak mengedepankan kepentingan faksi tertentu sehingga bisa memperkuat organisasi profesi pengacara tertua dan terbesar dinegeri ini.
“Seharusnya persatuan dengan semangat kebersamaan dan kesetaraan inilah yang perlu kita galang kedepannya. Kemarin saya dengar organisasi terpecah menjadi 3, namun terakhir kemarin saya dengar malah tambah menjadi 23 organisasi”. Ucap Charles.
Lanjut pria yang akrab dengan awak media ini “Saya sangat prihatin dengan perpecahan didunia advokat seperti ini,oleh sebab itulah saya merasa terpanggil untuk mencalonkan diri dalam pemilihan ketua umum Peradi mendatang, Dan di Bumi Bung Karno ini lah mendeklarasikan niatan kita itu”.
“ini kita lakukan sebagai awal dan hanya sekali di Blitar ini,dengan harapan semangat persatuan Bung Karno sang proklamator kita ini akan dapat kita ambil sebagai contoh kedepanya,”kata Charles.
Sebagai simbol persatuan organisasi Peradi ini, Charles menggagas sebuah simbol persatuan dan penyetaraan berupa oxtagon bertulis Gedung Peradi Nasional. Oxtagon sendiri dapat diartikan keseimbangan serta kesetaraan dengan gambar segi 8 dengan tiap sisi yang sama.
Sehingga tidak ada yang lebih panjang,biar sama sama tidak ada yang lebih dominan dari yang lain.untuk simbol fisiknya nanti dengan dibangunnya gedung nasional Peradi sebagai kebanggaan dan legitimasi.
Charles dimana selama ini Peradi belum mempunyai gedung khusus meski di tingkat Nasional. Kantor Peradi menjadi satu dengan kantor ketua umum. Jika ketua ganti pasti kantornya juga ganti.
“Membuat gedung ini yang terpenting adalah niatnya. Kita adalah orang-orang hebat. Sebagai contoh di Medan berhasil membuat gedung. Ini adalah simbol pemersatu, dengan punya gedung sendiri yang tentunya menjadi kebanggaan bersama. Kembali ini tergantung niat kita,” ujarnya.
Jika tepilih nanti, Charles berjanji akan menggelorakan semangat persatuan. Sehingga kedepan organisasi advokat di Indonesia tidak semakin terpecah-pecah dan dipermainkan oknum untuk memperoleh kepentingan pribadi.(Sn)











