
Ngawi, Sekilasmedia.com – Sudah diperingatkan berulang kali oleh pemerintah melalui berbargai penyuluhan, namun, beberapa masyarakat masih saja bandel dan cenderung tidak menggubris. Kalimat itulah yang pantas disebutkan bagi mereka yang tidak menghiraukan keselamatan orang lain bahkan dirinya sendiri.
Betapa tidak, masih saja dijumpai petani dengan sengaja memasang jebakan tikus beraliran listrik. Tak pelak, kebengalan itu harus ditebus dengan nyawa manusia.
Hal itulah yang kemudian dialami oleh Sungkono (45), petani asal desa Baderan, kecamatan Geneng, Ngawi, tragis menjadi korban keganasan jebakan tikus listrik. Peristiwa sangat memilukan itu terjadi pada Sabtu (11/01/2020) di sawah miliknya sendiri.
Kapolsek Geneng, AKP Munaji, saat ditemui awak media membeberkan, sebelumnya, Sungkono memasang alat setrum berupa kawat dan kabel yang sumber listriknya berasal dari genset yang sudah disiapkan. Saat itu, korban memasang seperangkat alat jebakan tikus bersama dengan anaknya Mahmud (27).
Selesai memasang, sambung AKP Munaji, Mahmud menawarkan diri untuk membantu mengecek sawah. Namun, korban menganggapnya tidak perlu, lantas Ia berjalan mengitari pematang sawah sendirian.
“Sumber listrik jebakan tikus tersebut berasal dari genset, selesai memasang lalu korban berjalan mengitari pematang sawah” kata AKP Munaji.
Jelasnya, lanjut Kapolsek Geneng, ketika Sungkono sedang berjalan, secara tidak sengaja Ia terpeleset lalu terjatuh ke sawah. Dan, siku tangan kanannya menyentuh kabel yang beraliran listrik.
Disaat yang sama, Mahmud yang mendengar teriakan bapaknya segera bergegas mematikan genset. Mengetahui korban tak sadarkan diri, Mahmud lalu meminta pertolongan warga sekitar.
“Waktu itu korban terpeleset kemudian jatuh ke sawah, begitu anaknya mendengar teriakan bapaknya lalu Ia mematikan genset, melihat korban tidak sadarkan diri Mahmud lalu meminta bantuan warga sekitar” terang AKP Munaji.
Diketahui, korban dibawa ke Puskesmas dengan dibonceng menggunakan sepeda motor. Sesampai di Puskesmas, dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis ternyata Sungkono sudah meninggal. (Heru)











