TENTARAKU

Hadapi Cuaca Ekstrim, Danramil Rowokangkung Imbau Masyarakat Tetap Tenang Dan Waspada

×

Hadapi Cuaca Ekstrim, Danramil Rowokangkung Imbau Masyarakat Tetap Tenang Dan Waspada

Sebarkan artikel ini

 

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Seringnya terjadi cuaca ekstrim di Kabupaten Lumajang, Danramil 0821/16 Rowokangkung Kapten Czi Heri Cayono menghimbau kepada Masyarakat untuk tetap tenang dan waspada dalam mengahadi cuaca ekstrim yang terjadi saat ini.

“Menghadapi cuaca ekstrim yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, Masyarakat diharapkan tetap tenang dan waspada, agar tidak menimbulkan kepanikan dan keresahan di Masyarakat,” ujarnya saat melaksanakan kegiatan karya bakti pembuatan tanggul darurat di tanggul Vak 12 Hak Guna Usaha (HGU) Pabrik Gula (PG) Jatiroto, yang berada di Dusun Genitri Kidul Desa Rowokangkung Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (05/03).

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0814/01 Kota Jombang Bersama PKL Dan Masyarakat

Heri juga menyampaikan, bahwa sesuai dengan Undang-undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 Pasal 7 Ayat (2b) Poin (12), Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkewajiban untuk membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan.

“Untuk itu, kami selaku anggota TNI yang bertugas di wilayah akan selalu siap membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana alam yang terjadi,” katanya.

Selain itu, disampaikan dia, bahwa jebolnya tanggul Vak 12 HGU PG Jatiroto tersebut sebagai akibat dari tingginya curah hujan yang mengakibatkan air sungai meluap, sehingga menyebabkan jebolnya tanggul sepanjang 10 meter.

BACA JUGA :  Anggota Koramil 0814/18 Jogoroto Laksanakan Perkenalan dan Saling Meyapa Warga Desa Alang Alang Caruban Untuk Menciptakan Rasa Keakraban

Lanjut dia, mulai Rabu (4/3/2020) kemarin, pihaknya bersama dengan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Alam (DPU SDA) Provinsi Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dan Masyarakat berupaya untuk membuat tanggul darurat dari sak berisi yang tanah agar dapat mencegah luapan air, yang ditopang dengan pasak bambu agar lebih kuat.

“Semoga tanggul darurat ini dapat menahan aliran Sungai Jatiroto, sehingga tidak meluap dan membanjiri pemukiman Masyarakat,” pungkasnya (Naco/Maria)